
Pemandangan yang ada di hadapan mereka sangatlah indah, dimana rumput hijau terbentang luas. Bunga bunga berwarna warni, dengan sekeliling pepohonan yang hijau dan rimbun. Membuat udara di sekeliling nya menjadi sejuk. Diana tampak takjub dengan pemandangan yang ada di hadapannya. Pantas saja pasangan itu memilih tempat ini sebagai background foto pra wedding mereka. Pemandangan alam itu terlihat sangat sempurna. Diana yang merasa penasaran, berjalan masuk ke tengah bunga bunga yang berwarna warni itu.
Fadhil pun mencari kesempatan untuk mengambil beberapa foto tanpa sepengetahuan Diana. Ia berencana akan menambah koleksi foto nya ditempat ini. Selang beberapa menit kemudian, tampak sepasang insan yang akan segera menikah datang menghampiri Fadhil. Sesi pemotretan pun akan segera dimulai. Diana dengan telaten membantu Fadhil.
Setelah dirasa cukup, mereka pun pindah ke tempat kedua. Kali ini pemandangan alam nya sangat natural. Mereka mengambil foto di kebun teh. Pasangan itu pun di arah kan oleh Diana untuk melakukan beberapa pose. Fadhil pun sudah siap dengan kamera nya yang sudah terpasang sempurna. Beberapa kali mengambil foto dengan berpindah tempat dan merubah pose. Akhirnya sesi pemotretan pun selesai. Jam tangan Fadhil menunjukkan sudah waktu nya makan siang. Diana membantu Fadhil membereskan semua peralatan foto dan menyimpan nya kembali pada tempat nya. Mereka pun masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan kembali ke studio. Sebelum sampai di studio, Fadhil memutuskan untuk makan siang di sebuah restoran. Diana tanpa ragu menyetujui nya karena merasa sangat lapar. Mereka pun berjalan beriringan memasuki restoran itu dan memilih meja yang berada di sudut ruangan dekat pintu samping restoran di mana di samping pintu itu ada sebuah kolam ikan yang di pinggir nya di tanami bunga bunga kecil berwarna warni. Pelayan pun datang memberikan daftar menu yang ada di restoran itu.
Setelah memesan makanan, Fadhil mulai mengawali obrolan ringan antara mereka.
"Diana, kamu cuma makan sayur doang apa kenyang?" tanya Fadhil yang sedikit heran dengan menu makanan yang di pesan oleh Diana.
"Tadi sebenarnya aku udah lapar banget mas, jadi kan udah lewat tuh lapar nya, kalo di paksain makan nasi ntar muntah lagi. Lagi pun aku kan juga pesan jus pokat hangat, pasti kenyang deh", ucap Diana sambil tersenyum menampakkan kepolosan nya.
"Maaf ya Diana, aku gak tau kalo kamu udah lapar dari tadi", ucap Fadhil menyesal.
"Apaan sih, gak apa apa loh mas, tadi kan tanggung juga itu fotonya", ucap Diana lagi.
Tak lama kemudian seorang pelayan pun datang membawa makanan pesanan mereka. Suasana makan mereka menjadi hening. Fadhil sesekali melihat ke arah Diana yang masih serius dengan aktivitas makan nya. Setelah dirasa sudah kenyang, Diana menghentikan aktivitas makan nya.
"Gimana mau gemuk kalau makan nya sedikit banget", ucap Fadhil pada Diana.
"Maaf ya mas, perut ku memang sedang tidak enak saat ini", Diana berkata lirih.
Fadhil pun mengerti dan membiarkan saja. Setelah selesai makan, mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan. Di sepanjang perjalanan, mereka bersenda gurau dan terlibat perbincangan kecil yang sesekali membuat Diana tertawa ringan. Fadhil sangat senang melihat ekspresi bahagia yang terpancar di wajah Diana. Sampai akhirnya....
"Diana, kamu sudah punya pacar belum?" tanya Fadhil penasaran dan ia juga sudah menyiapkan hati nya bila pada kenyataannya ia harus patah hati.
"Pacar? Pacaran setelah menikah dong mas", ucap Diana yang membingungkan Fadhil.
__ADS_1
"Bukan nya orang orang itu pacaran dulu ya baru nikah", tambah Fadhil lagi.
Diana tersenyum sebelum menjawab lagi.
"Dalam agama, yang boleh itu nikah baru pacaran. Kalau pacaran dulu, iya kalau aman aman aja, kalau gak gimana? Siapa yang rugi?" ucap Diana lagi yang membuat Fadhil mulai mengerti maksudnya.
"Jadi, kamu gak mau pacaran dulu nih", ucap Fadhil sedikit ragu.
Diana hanya menjawab dengan gelengkan.
"Orang baik pasti di berikan jodoh yang baik pula. Diana yakin, Allah memberikan apa yang terbaik buat kita, bukan apa yang kita inginkan. Karena yang kita mau, belum tentu baik untuk kita", kata kata bijak itu mengalir begitu saja dan membuat yang mendengar nya merasa kagum.
Fadhil hanya tersenyum mendengar semua penuturan Diana tentang pacaran. Ia pun mencoba memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya.
"Diana, sebenar nya mas suka sama kamu. Mas mau melindungi dan menjaga kamu, yah menjadi pacar mungkin. Tapi karena kamu gak mau pacaran, mas harus gimana yah?" mencoba menyaring kata kata nya sendiri.
Fadhil yang sudah mengetahui kisah antara Andre dan Diana pun tidak merasa heran lagi ketika Diana mengucapkan itu, ia juga tidak menanyakan pada Diana tentang hal itu. Sampai akhirnya Diana melanjutkan kata kata nya lagi.
"Kita bahkan belum begitu mengenal satu sama lain kan Mas. Mas belum tau seperti apa aku dan begitu juga sebaliknya", ucap Diana lagi.
"Ya, mungkin ini terlalu cepat. Mas hanya tidak mau kalau ada pria lain yang juga menyatakan perasaannya pada mu", ucap Fadhil tetap memandang ke arah jalanan.
Diana hanya tersenyum dan tak lagi berkata kata. Suasana kembali hening. Diana hanya takut untuk membuka hati karena merasa saat ini ia masih sekolah dan belum saat nya ada rasa cinta timbul di hati nya. Yang selalu ia pikirkan adalah bagaimana caranya agar bisa mengurangi beban orang tua nya untuk membantu biaya kehidupan sehari hari. Apalagi ia masih punya adik yang harus sekolah. Mama hanyalah seorang single parent yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, sedang kan papa seperti hilang di telan bumi tanpa jejak. Tak pernah memberi kabar apalagi menjenguk atau mengirim uang. Diana bahkan tak terlalu memusingkan hal itu. Ia merasa ini adalah takdir yang harus ia jalani.
**********
Diana sampai di rumah sore hari, dan langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan melaksanakan ibadah wajib nya. Setelah itu ia duduk di meja belajar sambil menyisir rambut panjang nya yang basah. Ia tampak sedang memikirkan sesuatu. Lalu ponsel miliknya bergetar, sebuah pesan masuk dari Purnama.
__ADS_1
*Di, festival seni nya satu minggu lagi. Gimana persiapan mu? Purnama.
Astaga, aku bahkan tak mengingat nya sama sekali. Aku sibuk bekerja di studio foto selama libur ini. Diana.
Yah...Kita kan hanya iseng iseng berhadiah. Purnama*.
Sepertinya Diana memang tak begitu tertarik lagi dengan festival itu. Ditambah lagi ia tidak begitu mahir dalam dunia vokal. Hati nya mula ragu harus ikut atau tidak.
*
*
*
*
*
*
*
Jadi harus gimana ini guys....Diana ikutan lomba apa kagak yah....?
kasih komen dong.
Sekalian itu yang masih punya jempol, bagi bagi like sama vote nya dong....
__ADS_1
Biar seger ini kepala author....hihihi