
Memang Daddy Danesh sudah tahu tentang pekerjaan Quirinus. Tapi, dia akan tetap diam dan tak mengatakan pada Annora. Pasti anaknya bisa semakin sedih atau menganggap dirinya adalah orang tua yang tega karena membiarkan jatuh cinta pada seorang pria dengan profesi yang jauh dari kata baik.
Sepasang orang tua itu sama-sama menenangkan sang putri dengan mengusap punggung dan memeluk. Kepala Annora juga dicurukkan pada dada nyaman Daddy Danesh.
“Lantas kenapa kau bersedih? Tidak bisa menerima kenyataan itu?” tanya Mommy Felly.
Annora mengangguk membenarkan. “Saat tahu, aku rasanya sangat sakit sampai tidak bisa melakukan kegiatan apa pun dengan benar.”
“Kalian tidak memiliki hubungan apa pun, kan? Kekasih juga bukan. Lalu, kenapa kau sampai sesedih dan sesakit ini ketika tahu profesinya?” Kini giliran Daddy Danesh yang bicara. Kedua tangan menangkup pipi sang anak dan mendongakkan wajah supaya ke arahnya, mengerakkan jemari untuk membantu menghilangkan jejak basah yang membuat Annora menjadi nampak kacau.
__ADS_1
Annora terdiam. Benar juga, kenapa dia merasa tersakiti sementara hubungan bersama Quirinus pun tak jelas. Akhirnya bahu pun mengedik sebagai tanggapan. Kemudian kepala menunduk sembari berucap lirih. “Aku juga tidak tahu.”
Menepuk punggung terbalut pakaian hangat, Mommy Felly sedikit bergeleng kepala melihat tingkah putrinya saat dalam kondisi hati yang patah. Baru kali ini Annora sampai muram dan mengurung diri, juga menangis karena seorang pria.
“Begini, Sayang ....” Dirangkullah pundak Annora oleh Mommy Felly. “Mungkin kau merasa sakit karena sesungguhnya di dalam sini masih ada keinginan untuk memiliki pria itu.” Telapaknya bersemayam pada dada sang putri. “Tapi, pikiranmu berkebalikan. Kau tidak menyukai profesi Quirinus. Sehingga, antara perasaan dan logika terus berperang.”
Bibir yang melengkung ke bawah dan mata sendu itu diarahkan pada sang Mommy. “Aaa ... kenapa tebakannya benar.” Bagaikan anak remaja yang baru putus cinta, lagi-lagi ia mengeluarkan air mata.
“Dulu, Daddy juga sama seperti Quirinus, bermain wanita di luar,” celetuk Danesh. Membuat Annora melongo menatap ke arahnya, pasti terkejut karena selama ini hanya putranya yang tahu. “Tapi, bedanya, kalau Daddy membayar orang, sedangkan Quirinus yang dibayar.”
__ADS_1
“Kenapa Mommy mau dengan Daddy? Padahal bekas banyak wanita.” Ada kerutan di kening Annora yang menunjukkan rasa jijik.
“Karena semua itu hanyalah masa lalu daddymu. Jika benar-benar cinta, maka bisa menerima seluruh kekurangan dan segala kenangan buruk pasangan. Setidaknya, pria yang ku nikahi sudah membuktikan bahwa masa depan tidak sama dengan yang sudah lampau. Dia bukan lagi pemain, dan sampai sekarang hanya setia dengan Mommy.”
Daddy Danesh menoel hidung Annora. “Apa kau bisa menangkap ucapan mommymu?”
Lagi-lagi kedikan bahu yang ditunjukkan oleh Annora. Tidak terlalu yakin dengan isi pikirannya. “Apakah aku juga harus menerima dan berlapang dada seperti Mommy?”
“Itu terserah kau. Kalau Quirinus memang menyukaimu dan mau berhenti dari pekerjaan sekarang, tidak masalah seandainya kau mau. Tapi, kalau tak bisa berkompromi dengan masa lalunya, jangan dipaksakan,” nasihat Mommy Felly.
__ADS_1
“Semua kembali lagi pada hatimu karena yang menjalani bukan kami, tapi kau.” Daddy Danesh mengakhiri monolognya dengan menyingkirkan helaian rambut yang menutupi setengah wajah Annora.