
Sepasang mata Annora memperhatikan bagaimana tubuh Quirinus bergerak, bergonta-ganti pose. Tidak disangka kalau bibirnya ikut tersenyum dan sangat terpukau oleh kemampuan pria itu. Quirinus mudah belajar, cepat sekali menangkap setiap pembelajaran yang diberikan dari kelas modelling di perusahaannya. Kebetulan bisnis yang dipegang oleh Annora adalah bidang entertainment. Selain memiliki rumah produksi, ada juga agensi khusus talent berbakat. Sudah banyak model, artis, dan influencer yang sukses di bawah manajemen perusahaannya.
Sebenarnya Annora sangat sibuk orangnya. Tapi, dia sering melimpahkan pekerjaan pada wakilnya karena masih senang menjadi model. Namun, tiap kali ada masalah, rapat, atau memberikan ide-ide segar, pasti dia turun tangan. Maka dari itu, tetap disegani di perusahaan tersebut.
Akan tetapi, Annora tidak memberi tahu Quirinus kalau agensi yang menangui pria itu adalah salah satu lini usahanya. Semua karyawan juga sudah diberi tahu supaya jangan berlebihan memperlakukan Annora layaknya bos di sana.
Annora yakin kalau Quirinus tidak mau jika dibantu terus menerus. Maka, lebih baik dilakukan secara diam-diam saja. Dia hanya memberi tahu kalau agensi itu sama dengan tempat yang menaunginya selama menjadi model. Padahal milik sendiri.
__ADS_1
Tidak mau kalau Quirinus merasa terlalu membebani Annora dan terkesan pria yang tak bisa melakukan apa-apa tanpa bantuan sang wanita. Benar-benar definisi pasangan yang mau menemani dari nol.
Sangat langka manusia seperti Annora. Terlahir dengan kekayaan yang tanpa perlu usaha pun dia tetap bisa membeli apa pun, tapi bukan berarti membuatnya jadi sosok yang selalu memandang seseorang dari segi harta saja. Ia menerima segala kekurangan Quirinus, masa lalu yang buruk, dan kini sudah tidak memiliki apa-apa kecuali rumah.
Quirinus memang tak memiliki banyak uang karena sudah ia donasikan pada yayasan dan belum memiliki pendapatan lagi sejak empat bulan terakhir. Maka, menjual mobil untuk membayar pendidikan di salah satu lembaga swasta yang cukup membantunya mengenali diri sendiri dan menggali potensi yang tersembunyi. Seharusnya selama ini dia bisa melakukan itu tanpa perlu menunggu kehadiran Annora. Selama ini ia hanya hidup tanpa memikirkan masa depan karena merasa hal itu tak penting. Tentu saja faktornya adalah tidak ada edukasi dan motivasi.
Bahkan ketika Quirinus sedang memulai karir menjadi model dan mendapatkan tawaran untuk pemotretan produk fashion dari brand yang belum terlalu besar, Annora adalah orang pertama yang menunjukkan rasa bangga. Wanita itu sampai mengatakan bahwa dirinya hebat. Kata pujian yang amat sederhana, tapi mampu memacu semangat supaya bisa mendapatkan banyak tawaran kerja, lalu memberanikan diri meminta Annora ke keluarga Dominique secara langsung setelah memiliki cukup uang.
__ADS_1
Setelah kurang lebih satu jam pemotretan, akhirnya selesai juga. Quirinus pasti selalu menghampiri Annora untuk mengecup bibir wanita itu.
“Minum dulu.” Annora menyodorkan sebuah botol berisi air mineral.
“Thanks. Memang tidak ada wanita yang lebih memahamiku selain kau,” tutur Quirinus diakhiri dengan mendaratkan bibir di pelipis Annora. Ia lalu meneguk cairan penghilang dahaga tersebut.
“Daddy dan mommyku minta kau untuk menemuinya,” celetuk Annora.
__ADS_1
Quirinus mendadak terbatuk karena terkejut. Ia merasa tak sopan karena sampai detik ini belum juga menemui orang tua Annora. “Hari ini?”