
Hari ini Annora menghadiri sebuah talk show sebuah stasiun televisi. Ia diundang secara khusus karena kebetulan yang dicari adalah bintang tamu seorang model terkenal. Berhubung sedang free, maka diterimalah tawaran tersebut walau dihubungi baru satu minggu lalu.
Annora terlihat komunikatif saat host mengajukan banyak pertanyaan. Wanita itu sangat riang tanpa memiliki beban.
Meski sekedar memakai celana jeans panjang dan blouse merah maroon, Annora tetap memukau tanpa balutan make up tipis.
Perbincangan terus berlanjut sesuai script yang sudah disepakati oleh Annora. Sebelum talk show disiarkan secara langsung, ia mengeliminasi beberapa pertanyaan, memastikan agar tak dikulik tentang hal-hal yang dirasa hanya konsumsi pribadi.
“Oke, menarik sekali perjalanan hidup seorang Annora Gemala Dominique. Walaupun terlahir dari keluarga pengusaha terkenal, tapi tak membuatnya manja dengan mengandalkan harta orang tua saja. Sangat menginspirasi kita semua untuk terus berusaha dan tak mudah menyerah.” Host bertepuk tangan sebagai bentuk pujian.
Annora tersenyum sembari mengangguk. “Aku juga memiliki privilege dari keluarga, jadi tidak semuanya dilakukan dari nol. Aku tak sehebat itu.”
“Oke ... Annora, kami memiliki sesi bincang bersama fans. Apa kau bersedia menerima telepon dari penggemar dan mengobrol dengannya?” Host mulai masuk ke sesi terakhir dari acara talk show tersebut.
“Boleh.”
“Baiklah, bagi kalian semua yang ada di rumah dan penggemar model cantik Annora Gemala Dominique, bisa hubungi nomor nol tiga lima empat dua—”
Annora duduk tegap dan tersenyum terus ke arah kamera. Menanti ada telepon masuk.
“Nampaknya kami sudah terhubung oleh salah satu penggemar. Annora, silahkan disapa.”
Annora melambaikan tangan pada kamera yang ada di tengah. “Hi.”
“Halo, Nora.”
__ADS_1
Baru mendengar balasan dari sapaan itu pun sudah membuat si model cantik terkejut. “Qui?”
“Kau langsung mengenaliku?”
“Tentu saja, aku sangat hapal dengan suaramu.”
“Wah ... nampaknya Annora dan penggemarnya sudah saling kenal.” Host ikut menimbrung pembicaraan.
“Aku fans nomor satunya Annora,” ucap Quirinus.
“Baiklah, apa yang ingin kau sampaikan pada idola nomor satumu ini?” tanya Host.
“Annora?” panggil Quirinus.
“Ya?”
“Terima kasih pujiannya.” Kepala Annora langsung menengok ke kanan dan kiri untuk mencari keberadaan pria itu. “Apa kau ada di dalam studio ini?”
“Ya.”
“Di mana?”
“Di sini.” Quirinus tiba-tiba masuk ke dalam, dari balik para crew yang bekerja. Cahaya terang di sana memudahkan Annora menemukannya.
Crew hendak mengarahkan kamera ke Quirinus. Tapi, pria itu menolak dengan menggelengkan kepala. Sehingga tetap Annora yang menjadi objek utama.
__ADS_1
“Annora.” Lagi-lagi suara yang sangat maskulin itu mengudara memanggil nama sang wanita. “Aku sadar bukanlah seorang pria yang sempurna, banyak sekali kekurangan. Tapi, aku memberanikan diri untuk melakukan ini.”
Dua pasang mata itu saling menatap meski dari kejauhan. Quirinus merasakan jantung berdebar karena baru pertama kali mengutarakan perasaan di depan banyak orang. Sementara Annora tak bisa membendung mata yang mulai berkaca-kaca akibat rasa haru mendapatkan perlakuan semanis ini.
“Maaf jika aku lancang dan tak tahu diri. Namun, dari lubuk hati ingin bertanya, maukah kau menikah denganku?”
Dari banyaknya pria yang pernah melamar Annora, hanya Quirinus yang memenuhi standarnya. Dia menjawab dengan anggukan tanpa perlu pikir panjang.
“Kalau kau bersedia menerima tawaranku, maukah berjalan menghampiriku?” pinta Quirinus seraya menunjukkan sebuah kotak kecil yang ada di tangan.
“Dengan senang hati.” Annora lekas berdiri, mengayunkan kaki dengan langkah cepat, berhenti tepat di depan Quirinus yang langsung mematikan panggilan dan memasukkan ponsel ke dalam saku.
Quirinus membuka kotak perhiasan tersebut dan menunjukkan pada Annora. “Bukan berlian mahal, tapi aku membelinya dengan hasil kerja keras selama menjadi model. Apa kau tetap mau memakai ini?”
“Tentu.” Annora mengulurkan tangan kiri supaya lekas dipasang.
Syukurlah Annora tetap terlihat senang saat Quirinus berhasil menghiasi jari manis wanita itu dengan perhiasan biasa. Dia lalu merengkuh Annora begitu erat. “Terima kasih sudah menerimaku apa adanya, memeluk kegelapanku hingga kini hanya ada cahayamu sebagai penerangnya.”
...TAMAT SEASON 1...
...*****...
...Cerita Quirinus dan Annora lanjut di season 2 ya, judulnya Incredible Love. Bisa langsung klik profil aku atau ketik di kolom pencarian dengan kata kunci NuKha atau Incredible Love....
...Sampai jumpa di kisah Quirinus dan Annora season 2 ya. Jangan lupa pada pindah ke sebelah. Masih di apliikasi ini kok...
__ADS_1
...Begini ya tampilannya...