In Your World

In Your World
BUBUR.....


__ADS_3

Vira mulai membuka matanya pelan, dia tak tau dia ada dimana, yang dia sadar hanyalah dia benar-benar kacau saat malam kebakaran di apartemennya.


"Aku... dimana?" ucap Vira lirih sambil memegang kepalanya.


"Kau sudah bangun?" ucap suara berat khas seorang lelaki.


" Paman?...." ucap Vira saat sadar bahwa ternya itu adalah Alex.


Alex langsung saja berjalan menghampiri Vira yang masih duduk lesu di atas kasur. Tapi saat Alex menghampirinya, justru Vira hampir melompat dan memohonkan diri untuk menjauhinya.


"Sini.." ucap Alex datar.


Vira hanya menggeleng ketakutan, dia sadar bahwa sekarang dia tak baik-baik saja, apalagi dengan Alex yang bisa membunuhnya kapan saja.


"Kemari!" ucap Alex kembali dengan nada yang sedikit tinggi.


Sekejap membuat Vira menjadi tambah ketakutan. Bukan hanya karena dia mengingat bagaimana Alex membunuh orang dengan tanganya, tapi juga hampir menembaknya. Sungguh Vira benar-benar ketakutan, matanya sudah memerah, tanganya gemetar kuat, dan keringat mulai bercucuran di sekitar wajahnya.


"Hem... tak menurut juga" kata Alex tambah memangkas jarak antara mereka.


"Ja... Jangan mendekat paman!!!" teriak Vira karena ketakutan dan frustasi.


Tapi Alex seolah tak menghiraukannya, dia justru sekarang sudah naik ke atas ranjang untuk menghampiri Vira yang sedang memojokkan dirinya sendiri di tepi ranjang.


"Sini!" ucap Alex kasar sambil menarik tangan Vira


dan...


cup...


sebuah ciuman hangat melekat ke dahi Vira dari bibir Alex.


"A...ah.. >/////<" ucap Vira karena terkejut sekaligus malu. Apa yang Alex lakukan, membuat hati Vira benar-benar berdetak kencang. bagaimana bisa dia menciumnya, sungguh memalukan.

__ADS_1


"Tidak demam..." gumam Alex yang ternyata mengecek suhu badan Vira dengan cara menciumnya.


"A...apa.!" ucap Vira spontan. '!WTF men!!?,dia hanya mengecek suhu badan, apa yang kau pikirkan!' gerutu Vira pada diri sendiri.


Tak selang beberapa lama, datangnya pada maid ke kamar. Mereka membawa bubur, pakaian baru, bahkan alat mandi.


Vira PROV...


Sungguh bahkan saat para maid datang dia tak melepaskan tangannya di kepalaku, apakah tidak wajar jika aku merasakan malu>////<.


"Makan.." ucapnya masih dengan nada yang dingin dan datar.


Aku hanya melihat sekilas bubur tersebut Sepertinya layaknya bubur biasa, nasi putih bahkan seperti tak ada irisan daun bawang dan sebagainya.


"Makanlah!" ucapnya kembali dengan nada yang sedikit meninggi.


Aku tak berani berdebat apa-apa sekarang, hanya saja... Huek... Rasanya benar-benar tidak enak..


jika kalian memakannya, satu hal yang akan kalian rasakan secara langsung, yaitu rasa enek bagian perut 😫😫😫.


"Ah.. shit!" umpatnya.


Langsung saja Alex membuka kemejanya dan, wow😲 lagi-lagi aku melihat pahatan di tubuhnya. Haruskah aku merasa bersyukur?.


Alex membuang kemejanya asal, dan lagi-lagi!!, menarik tangan ku dan


cup...


Dia mencium ku kembali. Tapi sekarang bukan ciuman di dahi ataupun pipi, melainkan tepat di bibir ku😖😖.


Aku sungguh merasakan detak jantung yang sudah tak bisa aku atur. Lebih baik jika Alex hanya mencium biasa, tapi sekarang mulut Alex seakan benar-benar ingin masuk ke dalam mulutku. Bahkan dia tak peduli dengan para maid yang masih ada di dalam kamar. 'Apa dia tak punya malu><' kataku batin.


Dia terus saja mencium bibirku dalam, hingga aku benar-benar sesak bernafas dan menggigit bibirnya.

__ADS_1


Apa dia akan marah? Tapi aku juga tak bisa melakukan apapun.


Justru kini aku merasa ketakutan...


"Puas?" tanyanya


' pernyataan macam apa itu!!, aneh sekali' kata ku dalam batin.


"Kau tau bisa makan karena tidak enak kan? Apa rasa mulutku bisa membuatmu makan!!" katanya sambil kembali menyuapkan bubur ke dalam mulutku.


Jujur saja aku merasa sedikit jijik dengan kata-katanya. Rasa mulutku?!!, yang benar saja.


Aku terus menutup mulut ku, tentu aku tak ingin makanan menjijikan itu masuk kembali ke dalam tubuhku.


"Makan!" ucap Alex kembali dengan nada datarnya.


"Ku bilang makan!!!" katanya kembali sambil sedikit membentak.


Aku terus saja mengelak, aku benar-benar tak ingin memakannya kembali, aku masih waras tak mau memasukan bubur ato bahkan hanya beras.


"Makan Vira!!, atau mau aku suapi!!" teriaknya kembali.


"No!!!" teriakku spontan. Entah mendapatkan keberanian dari mana, tapi aku bisa membentaknya seperti tadi.


Tapi lagi-lagi Alex memaksaku makan. Dia langsung memasukkan buburnya paksa dalam mulutku dan huemmmm..... hampir saja aku memuntahkannya kembali, tapi... bibirku kini tengah di tahan oleh bibirnya Alex yang memaksa buburnya untuk masuk!!! Apa yang terjadi??!! Bahkan otaku masih loading untuk memikirkan nya.


Aku benar-benar, tak bisa mengelak lagi. Aku harus menelan buburku jika tidak pasti Alex tak akan melepaskan lumatanya.


Dengan penuh keterpaksaan aku menelanya, dan rasa jijik benar-benar menyelimuti diriku. Apaan sudah makan, makanan entah apa pluss dicium oleh paman heukkkk......


Setelah benar-benar masuk ke dalam mulutku, barulah paman melepaskan tautan mulut kami, sungguh jijik.


"Kau butuh makan agar kau cepat pulih. Makanlah, aku akan suapi atau... Kau lebih suka cara yang tadi" kata Alex sambil menyuplai ku dengan senyum puas terukir di bibirnya.

__ADS_1


VIRA PROV END.......


__ADS_2