In Your World

In Your World
FLASHBACK....


__ADS_3

...FLASHBACK...


Vira masih saja diam, sambil memegang secangkir teh hangat di tangannya. Dia sangat bersyukur saat dia bisa selamat kali ini. Tapi dia masih memikirkan keadaan bibi An dan para maid, serta penjaga yang ada di rumah tersebut.


"Apakah masih butuh yang lainya?" ucap Celyn pada Vira. Hanya gelengan pelan yang Vira lakukan sebagai jawabannya.


Celyn adalah wanita muda cantik yang menolong Vira tadi. Dia memiliki seorang putri sambung yang berumur 2 tahun. Celyn kurang beruntung, karena dikabarkan tidak memiliki seorang anak karena kandungannya kurang subur. Itu yang membuat Celyn membantu Vira, saat tau dia berlari dalam keadaan hamil.


Setelah mendengarkan semua kejadian, Celyn merasa iba seketika. Bagaimana bisa seorang laki-laki meninggalkan wanita yang sedang hamil untuk berkerja jauh. Serta kenapa ada orang yang menyerang rumahnya.


"Sebentar lagi suamiku pasti akan kembali, aku akan berbicara dengannya kamu tenang saja" ucap Celyn sambil mengusap bahu Vira.


Tak lama kemudian terdengar suara decitan pintu terbuka dari luar. Terdengar sedikit kegaduhan dari arah luar, membuat Vira tidak enak pada Celyn.


"Vira?" terdengar suara lelaki yang memanggilnya, membuat Vira langsung melihat ke arah suara.


Benar saja, itu adalah laki-laki yang Vira kenal sebelumnya, Eriq. Seketika mata Vira membulat saat tau, suami yang di maksud Celyn adalah Eriq.


"Vira! Ini benar kamu?! Kamu kemana saja? Kau tau setelah kejadian di apartemen aku yakin kamu belum meninggal, tapi... Bagaimana kamu bisa tidak ada kabar" tanya Eriq bertubi-tubi sambil sesekali memeluk Vira.


Vira merasa sedikit terkejut, apalgi dengan Celyn melihat perilaku Eriq pada dirinya membuat Vira tidak enak. Dengan cepat Vira mendorong Eriq agar menjauh pada dirinya, saat melihat Celyn keluar.


"Eriq! Apa yang kau lakukan!" teriak Vira.

__ADS_1


"Aku hanya sangat senang maaf" balas Eriq.


"Kau itu sudah mempunyai keluarga Eriq! Tidak pantas saat kamu melakukan hal seperti ini bahkan saat ada istrimu" kata Vira sambil sesekali menunjuk keluar, tanda menunjuk Celyn.


"Aku tau Vira... Hanya saja-" kata Eriq menggantung


"Dia tidak pernah memiliki seorang anak" jelas Eriq setelah beberapa saat.


"Apa-apaan kamu ini Eriq! kamu akan membuangnya setelah kamu menemukanku?! Dia itu wanita yang sangat baik, dia menyelamatkan orang yang tidak dia kenal, serta memberi rumah untuk singgah. Apa yang kamu pikirkan?"


"Aku akan menerima bantuanmu jika kamu berbicara dahulu dengan Celyn!" lanjut Vira dengan nada yang tinggi.


Eriq hanya terdiam mendengar penjelasan dari Vira. Lama berfikir, kemudian pergi tiba-tiba keluar.


Terlihat seorang wanita sedang duduk terdiam di sebuah ayunan.


"Celyn" ucap Eriq pelan.


"Eriq... Kau sudah menemukannya bukan? Selamat" ucap Celyn Seketika saat tau Eriq adalah orang yang memanggilnya.


"Aku memang sudah menemukan orang yang aku suka, tapi itu dulu sebelum aku mempunyai istri dan juga anak" jelas Eriq. Mata Celyn Seketika membulat, dia masih tidak percaya jika Eriq sudah menerimanya.


"Apa yang kau katakan?" tanya Celyn tidak percaya.

__ADS_1


"Apa yang kau pikirkan? Aku memeluk seseorang karena suka pada mereka? Bagaimana aku bisa suka, jika aku sudah mempunyai istri dan anak yang sama-sama cantik" kata Eriq, dengan muka tenangnya.


Seketika Celyn berdiri dari ayunan tersebut. Berlari kemudian memeluk Eriq. Sambil sedikit menangis, Celyn terus memeluknya.


"Kau kenapa begitu polos? Menyerah begitu saja saat masa laluku datang" kata Eriq sambil memeluk balik Celyn.


"Aku takut Eriq, aku sangat takut" kata Celyn sambil terus menangis dan memeluknya.


...FLASHBACK END.......


"VIRA! Apa yang kau pikirkan? Aku bertanya padamu" kata Celyn saat melihat Vira berdiam tanpa kata.


"Aku hanya memikirkannya Celyn, jika tidak ada kamu aku tidak tau apakah kami akan baik-baik saja. Kalian memberikan kami makan, rumah, keluarga, serta nama aku tidak tau apakah aku bisa menebus semuanya" jelas Vira dengan mata yang berkaca-kaca.


"Untuk apa kamu membalasnya! Cukup membesarkan keponakan ku itu juga sudah cukup" kata Celyn sambil mengusap perut Vira.


Vira hanya terdiam lagi, saat Celyn mengusap perutnya. Lama kelamaan air matanya tiba-tiba turun seketika.


"Celyn aku takut, bagaimana jika ada yang membully dia nantinya karena tidak mempunyai seorang ayah" kata Vira sambil memegang tangan Celyn yang masih di perutnya.


"Dengarkan aku sayang, dia tidak perlu laki-laki bren*sek yang lari saat anak dan istrinya membutuhkannya. Dia sudah mempunyai seorang bibi yang cantik dan baik seperti aku, itu sudah cukup untuk bayinya" jelas Celyn mengenai Vira.


"Celyn... Kenapa kamu sangat baik?" ucap Vira sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku tau" timpal Celyn dengan gaya dan ekspresi yang cukup lucu. Membuat keduanya sedikit tertawa, dan saling menguatkan satu sama lainnya.


__ADS_2