In Your World

In Your World
DIAM...


__ADS_3

>///<, ekspresi Vira tak bisa menahan malu. Vira hanya bisa diam dalam pelukan Alex, jujur lama-kelamaan Vira menjadi sedikit nyaman dengan pelukannya.


"Yo.. hi, bangunlah kau harus bekerja hari ini" kata Alex sambil berbisik.


"Ha?!" tanya Vira spontan.


"Ya, bekerja kau pikir aku akan membiarkan kamu hanya duduk, tidur dan melakukan hal yang Tek berguna?!, kau harus bekerja sebagai gantinya" katanya kembali sambil menyiapkan badan untuk duduk.


" Tapi kau tak perlu membuatku bekerja, kau hanya perlu membawaku pulang maka kau tak akan merasa terbebani:^ " kata Vira bergumam.


"Ha!" tanya Alex karena tak bisa mendengar apa yang Vira katakan. Vira hanya menggeleng pelan dan bersiap bangun, tapi tangannya di cegat oleh Alex membuatnya tak pergi dari kasur.


Alex kembali melancarkan aksinya, dengan Manarik Vira dan mencium bibirnya. Dia mencium dalam, benar-benar pencium handal. Kini Vira tak lagi menolaknya, karena dia tau tak ada bedanya dengan menolak atau tidak, tapi bukan berarti Vira membalas ciuman Alex. Dia hanya diam mengikuti alur Alex tanpa niat membalasnya.


"Untuk hari pertama kerja" ucap Alex sambil melepaskan tangannya.


Vira tak menjawab, dan lelah jika harus berdebat dengan Alex. Dia hanya beranjak pergi begitu saja ke kamar mandi.

__ADS_1


"Jadi, kenapa berakhir seperti ini?" tanya Vira pada diri sendiri.


Selang beberapa lama, Vira keluar dengan menggunakan handuknya saja. Dia memang biasa melakukan, memang bukankah ini kamarnya?. Tapi dia lupa bahwa Alex berada di kamarnya.


"Bukankah itu terlalu terbuka untuk kau pakai keluar?" tanya Alex sambil duduk bersender pada kasur dengan pakaian rapinya.


Vira membulat kan matanya, tak sadar Alex tengah memperhatikannya dalam. Vira tak berani untuk mendekatkannya hingga kembali ke kamar mandi menjadi opsi yang paling dipilih Vira.


"Oi oi oi, jika kau kembali untuk mandi maka kau akan terlambat" kata Alex kembali sambil memeluk nya dari belakang.


"Pakailah yang sudah aku siapkan, aku tak mau tubuhmu terlihat banyak orang, itu terlihat baik untuk mereka" lanjut Alex kemudian pergi dari kamar Vira.


Tak selang beberapa lama, Vira memakai baju formal dan sopan. Bersiap untuk sarapan.


"Kau perlu waktu seharian untuk makan juga!, kau akan terlambat nantinya" kata Alex yang sudah selesai makan mencegah Vira untuk sarapan.


"Tuan.. nyonya be-"

__ADS_1


"Bukankah jadwalnya sudah di tentukan!, bagaimana jika terus seperti ini!, dia harus tau bagaimana bekerja di duniaku" kata Alex tegas memotong perkataan Frisca.


"Sekarang ayo, kira sudah terlambat" lanjut Alex sambil membawa Vira keluar bersama nya.


Dalam mobil hanya keheningan tercipta antara keduanya, tak ada satupun niatan untuk saling membuka pembicaraan antara mereka.


"Nyonya, kau belum makan kan?" tanya paman Hans memecah keheningan.


"Anu.." kata Vira sambil melirik alex.


"Hahaha, ternyata benar perkiraan An, ini nyonya bibi An membuat bekal untukmu" kata paman Hans sambil menyerahkan kotak makan.


Kini memang keadaan lampu merah, jadi.. dalam perjalanan paman Hans bisa melihat ke belakang.


"Tak ada yang menyuruhnya makan!" kata Alex mengambil kasar kotak makannya.


"Hahaha, tuan kau terlalu keras padanya jika. Mana mungkin kau mau dikira sebagai penyiksa wanita, lihat saja dia bahkan sangat terlihat lemas dan lesu, bahkan dia tak kuasa untuk bicara" gurau Hans sambil kembali menjalankan mobilnya.

__ADS_1


"Hei!, kau tidak demam kan?!" tanya Alex sambil memegang dahi Vira.


__ADS_2