In Your World

In Your World
DANDELION....


__ADS_3

Beberapa minggu telah berlalu, kini Vira sudah mulai pulih. Selama terapinya berjalan baik, kini Vira mulai diperbolehkan untuk pulang. Perasaan gugup mulai Vira rasakan, saat paman Hans mulai menyambutnya saat akan masuk ke dalam mobil.


"Selamat datang kembali nyonya Vira" ucap paman Hans sambil membukakan pintu mobilnya.


Vira hanya menunduk sambil tersenyum kepada paman Hans. Mulai rasa risih saat dia memanggilnya dengan sebutan nyonya. Saat hampir sampai ke tempat tinggalnya, mata Vira mulai terpana dengan pemandangan yang cukup berbeda dari pemandangan kota.


"Nyonya... Ingatkah? Kita pernah kesini sebelumnya mungkin lain kali kita akan mengunjunginya lagi" ucap paman Hans tiba-tiba menyadari tatapan Vira.


"Benarkah? Pasti di sana adalah tempat yang sangat luar biasa" ucap Vira pelan membalas perkataan paman Hans.


Sampainya di rumah Alex, terlihat decak kagum oleh Vira. Apalagi dengan sambutan hangat para maid dan penjaga disana, membuat Vira tidak bisa menyembunyikan senyumannya.

__ADS_1


"Nyoya... Lama tidak melihat anda, sepertinya semuanya sudah baik-baik saja" ucap salah seorang maid yang cukup tua dia antara semuanya. Rasa nyaman Vira rasakan saat berjumpa dengan maid tersebut, apalagi saat dia mulai memegang tangan Vira rasanya seperti seorang yang benar-benar tidak asing lagi bagi Vira.


"Dia bibir An, kepala maid disini" ucap Alex sambil memegang pundak Vira, saat sadar akan lamunannya.


"Tentu anda tidak mengingat saya, tapi anda pas dapat merasakannya" ucap bibi An lembut sambil mengusap dan menggandeng Vira masuk. Benar-benar suasana yang hangat. Seperti Vira benar-benar mengenal mereka, keadaan rumah, dan sekitarnya hanya saja dia tidak bisa mengingatnya.


Sesekali terlintas bayangan beberapa tempat, seperti Vira pernah mengunjungi sebelumnya. Kata ken itu adalah hal yang wajar, apalagi dalam masa pemulihannya. Saat selesai masuk di gandeng oleh bibi An sampai ke dapur, dimana dia telah menyiapkan sesuatu yang sangat aromatik dan terlihat lezat.


"Rasanya sangat memikat, sama seperti aromanya" kata Vira setelah merasakan teh buatan bibi An. Dengan senyumannya, Vira terus meneguk teh yang bibi An berikan padanya. Memang benar bukan hanya aromanya yang dapat membuat Vira merasa rileks, tapi rasanya juga sangat ringan dan juga memiliki rasa tersendiri.


"Anda sepertinya sangat menyukai nya nyonya, kita bisa membuatnya bersama" ujar bibi An saat melihat Vira dengan antusiasnya.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Vira dengan girangnya.


"Saya membuatnya sendiri ini menjadikan aroma dan rasanya berbeda nyonya. Kita hanya perlu mengeringkan bunga dandelion ini dengan pixabay" kata bibi An sambil menunjukan beberapa helai bunga dandelion yang masih terdapat batangnya.


"Dimana anda mendapatkannya bibi An" ucap Vira langsung melihat bunga dandelion yang dipegang oleh bibi An.


Bibi An tersenyum puas saat melihat Vira antusias dengannya, apalagi dengan teh buatannya. Bibi An sadar Vira memang kehilangan ingatannya, tapi bukan berarti dia kehilangan jati dirinya.


"Saya menanamnya sendiri, apakah anda tau setiap bunga memiliki aroma yang khas jika kita memperlakukan nya dengan penuh cinta dan kasih sayang, maka mereka akan menghasilkan wangi khas yang kita inginkan" jelas bibi An.


"Aku baru sadar tanaman juga bisa memiliki perasaan" kata Vira dengan penuh antusias.

__ADS_1


__ADS_2