In Your World

In Your World
RUANGAN


__ADS_3

Vira hanya menggeleng pelan sambil menjauhkan tangan Alex dari dahinya. Semakin lama dia semakin bosan dengan perilaku Alex yang benar-benar dia tak bisa paham.


"Makanlah" kata Alex sambil menyuapi Vira.


"Aku bisa melakukannya sendiri" kata Vira mengambil wadah bekal yang di pegang Alex.


Setelah itu Vira tak mengatakan apa-apa lagi, hanya diam dan menikmati makanannya.


Tak lama kemudian sampailah di perusahaan Alex.


XC (Xelix Coorperation) dimana perusahaan yang bekerja di bidang perhotelan, pariwisata serta properti ini dulunya adalah milik ayah Alex.


Hanya decak kagum yang dapat Vira rasakan saat keluar dari mobil. Dia tak menyangka bisa melihat perusahaan yang besar. Hingga kini dia masih tak percaya, dia akan bekerja di dalamnya.


"Kemarilah aku tak ingin kau tersesat karena tak memandang kedepan" kata Alex menggandeng tangan Vira.


"Heh!, bukankah kau sudah cukup lama memandang?!, itu akan membuat mu sakit!, sekarang ayo!" lanjut Alex sambil menurunkan kepala Vira yang terus memandang ke atas serta langsung membawanya masuk.


Kini Vira merasakan perasaan yang aneh, dia banyak di salami oleh para karyawan di sini. Dia takut sekaligus malu dan tak percaya ini akan terjadi pada dirinya. Tanpa sadar Vira menggenggam erat tangan Alex, yang tengah menggandengnya serta, mendekatkan diri Alex karena tak nyaman akan tatapan para karyawan di sekitarnya.


Sampainya di lift, Vira hanya menghembuskan nafas pelan tanda dia telah merasa aman.

__ADS_1


"Kau kenapa?" tanya Alex.


"Tidak apa-apa, hanya saja ini adalah suatu yang baru bagiku" kata Vira gugup.


"Hoo, jadi kau selalu memegang erat tangan seseorang saat kau menemukan hal baru?, begitu?" kata Alex sambil menunjukkan tanganya yang masih di genggam Vira.


Vira hanya malu tak bisa berbicara, hanya ingin melepaskan tangannya tapi Alex justru tambah menggenggam tangannya.


Tak lama kemudian, Alex menarik tangan Vira hingga kini jarak antara keduanya cukup dekat.


Pintu lift terbuka, tanda Alex telah sampai di lantai dimana ruangannya berada.


Lantai ini terlihat cukup sepi, hanya ada beberapa karyawan yang berlalu-lalang dan pergi kemudian.


"Yao, selamat pagi... mimpi apa aku semalam bisa melihat mu senyum girang sekarang" kata jesen menggoda Alex.


"Dan Vira, selamat datang juga" lanjut Jesen sambil senyum manis pada Vira.


"Apa-apaan kau ini!" kata Alex tegas sambil menyembunyikan Vira di balik badanya.


"Ya... ya... ya, serah kau sajalah" katanya sambil menaikkan bahu.

__ADS_1


"For you Mrs Decolix, tugas pertama semoga berhasil" lanjut Jesen sambil menyerahkan map biru.


Alex yang tengah kesal dengan perilaku Jesen hanya membawa mengambil langsung map biru tersebut dan membawa Vira masuk dalam ruangannya.


"Pelajari itu, dan tunjukan pada saya dalam sebuah laporan tentang apa yang telah kamu pelajari, sebisamu" kata Alex sambil menyerahkan map tersebut.


"Dimana aku bisa mengerjakannya?" tanya Vira.


"Disini" kata Alex dingin.


"Heh?!, dalam perusahaan sebesar ini apakah kau juga kekurangan ruangan untuk satu karyawan lagi?" gurau Vira.


Alex hanya menatap datar Vira yang tengah setengah gembira karena candaanya tersebut. Dia melihat Vira datar tanpa berniat mengeluarkan ekspresi meski dalam hatinya di sangat ingin ikut tertawa.


"Udah?" tanyanya kembali saat Vira mulai berhenti tertawa dan mulai menatap Canggung.


"Maaf" kata Vira sadar guraunya sangat tidak lucu.


"Kemarilah" kata Alex sambil membawa Vira pergi.


"Ya.. ini dia ruangannya" lanjut Alex saat sudah sampai.

__ADS_1


"APA!!!!"


__ADS_2