In Your World

In Your World
GAGAL...


__ADS_3

Alex terus saja mencium dahi Vira. Tak seperti biasanya Vira diam karena menahan malu, tapi sekarang dia diam karena takut kalau Alex akan kembali menyiksanya.


Tak selang berapa lama Alex mencium dahi Vira, kemudian dia mengusap kepala Vira tepat bagian dia menjambak nya. "Ssstttt" rintih Vira pelan saat rasa ngilu masih terasa saat Alex mengusap nya.


"Sorry" ucap Alex lirih.


Vira gak terlalu menghiraukan nya, dia hanya dia tanpa kata karena masih trauma. Tapi... hal yang membuat Vira salah fokus saat Alex mengusap rambutnya, adalah perban yang ada di kedua tangan Alex.


' Dia juga di perban?!, apakah sesakit itu memukul ku hingga tanganya juga di perban seperti lukaku' ucap Vira batin saat melihat perban di tangan Alex.


Saat Alex masih mengusap kepala Vira halus, sedangkan Vira masih mengira-ngira tangan Alex yang di perban. Frisca memasuki kamar untuk memberitahu Alex untuk makan malam.


"Tuan... waktunya ma-" ucap Frisca terkejut saat melihat Vira sudah terbangun dan melihat Alex dengan tatapan yang berbeda sebelumnya.


Hanya tatapan sinis dan dingin dari Alex kepada Frisca karena menggangu waktunya dengan Vira. Frisca sadar dia sudah masuk dalam keadaan yang salah.

__ADS_1


' Huuuuuuuuuuuuuuuuu, apa yang aku lakukan' ucap Frisca batin dan panik.


"S.... saya akan mengambil kan makanan untuk tuan dan nyonya" kata Frisca langsung keluar karena takut.


Setelah kepergian Frisca suasana canggung antara Vira dan Alex. Tak ada pembicaraan di antara mereka, hanya hening dan saling menunduk tanpa menatap keduanya.


"Vira.., sorry" kata Alex membuka pembicara.


Vira hanya diam dan tak berniat menjawab. Lagipula apa yang harus dia jawab?!, Vira tak bisa melupakan apalagi memaafkan Alex setelah menyakiti nya, tapi jika dia bilang sebenernya pasti dia akan di pukul atau tampar kembali. Tak bisa bilang iya tapi takut untuk mengatakan tidak.


Kata-kata Alex langsung membuat Vira menoleh ke arah Alex. Setelah beberapa hari dengan Alex vira mulai sadar bahwa jika Alex sudah berbicara dengan nada tinggi berarti tidak boleh di acuhkan, maybe.


"Ti..tidak apa-apa" kata Vira pelan sambil sedikit menarik selimutnya untuk menutupi badannya.


"Heh!" jawab Alex singkat.

__ADS_1


Alex langsung saja menarik lambat tengkuk Vira agar lebih dekat dengannya. Alex bukanlah tipe orang yang pandai berbicara, tapi dia bisa mengakui semuanya dengan tindakannya.


Saat tengkuk Vira di tarik oleh Alex, Vira mulai paham apa yang akan Alex lakukan><. Sesuatu yang membuatnya nya tak ingin melakukannya lagi, tapi tak berani menolak.


Saat wajah Alex dan Vira mulai dekat, Frisca lagi-lagi masuk di saat yang salah dan mengganggu untuk kedua kalinya.


"Tuan.. ini ma-" kata-kata Frisca terkejut melihat adegan di depannya.


"Maaf... tuan" lanjut Frisca gemetar.


Alex kembali dengan wajah kejamnya menatap Frisca penuh makna. Frisca sadar, kini pekerjaannya sudah di ambang batas pemecatan.


' Tamatlah sudah' kata Frisca batin sambil senyum canggung dan memaksa.


"Frisca!, berikan aku satu alasan agar tidak mengusirmu keluar" kata Alex datar dan tegas tapi dengan wajah marahnya.

__ADS_1


"Heh!, dasar anak tua!, bukankah aku sudah bilang. Melakukan hubungan pada saat yang sepertinya ini tidak aku anjurkan!, DASAR!" kafa Ken tiba-tiba menyela di antara ketegangan antara Frisca dan Alex.


__ADS_2