In Your World

In Your World
MENSTRUASI


__ADS_3

Alex dan Vira sama-sama terkejut dengan kejadian tersebut. Entah apa yang dipikirkan Jesen hingga tiba-tiba dia menampar Vira.


BUGH....


Suara hantam Alex pada Jesen.


"Apa yang sedang kamu lakukan!" kata Alex kuat setelah memukul Jesen. Alex terus saja memegang kuat kerah baju Jesen, sedangkan Jesen masih terus menatap Alex datar, sambil sesekali mengusap mulutnya yang kini berdarah.


"Bukankah itu yang seharusnya kau lakukan!" kata Jesen tak kalah kuat dari Alex.


"Apa yang kau maksud!" tanya Alex dengan nada yang tegas.


" Kau sadar kau telah berubah, tapi mengapa kau tetap tak mau mengakuinya.... Kaka" kata Jesen seolah-olah membuat Alex mengingat akan sesuatu.


Lama-kelamaan Alex melepaskan tangannya dari kerah Jesen, dan berlalu pergi. Tak ada apa-apa yang terjadi setelah itu, Jesen hanya merapikan kemejanya yang lusuh sedangkan Vira masih memproses apa yang sedang terjadi.


"Hei, kau tak apa bukan? tak sakit kan?" tanya Jesen pada Vira sambil memegang bekas tamparannya tadi.


Vira hanya menggeleng pelan dan menjauhkan tangan Jesen dari pipi Vira.


"Bagaimana dengan lukamu?" tanya Vira balik melihat darah di muka Jesen.


"Tak apa, aku sudah terbiasa menanganinya. Andaikan saja bukan aku yang dipikul pasti kau yang akan menjadi sasarannya" kata Jesen berlalu pergi.

__ADS_1


"Dengar turuti saja apa yang dia mau, kau tau aku lebih aman bersamanya daripada diluar sana" ucapnya kembali sebelum benar-benar pergi.


Vira masih tak bisa sadar apa yang sebenarnya terjadi, dia hanya bisa menghela nafas sambil duduk kembali. Waktu jam mulai berganti, tapi tak ada tanda-tanda Alex ataupun Jesen akan datang ke ruangannya. Vira mulai mendengkus kasar dan merebahkan kepalanya di meja karena mulai lelah.


Vira tak sadar dan langsung ketiduran. Saat mulai terbangun Vira merasakan ada angin yang mehampiri wajahnya, rasanya nyaman tapi mengganggu.


"Apakah kau sudah puas tidur?, sepertinya aku haru memotong gaji mu tidur saat jam bekerja" ucap Alex.


"Paman... aku mau pulang" kata Vira dengan nada serak.


"Apakah kau harus menanyakan selalu?!" jawab Alex dengan tatapan kasar.


" Aku mau pulang.." kata Vira dengan sedih dan menunduk.


Vira terus saja menahan malu, sekarang benar-benar banyak mata yang melihat sinis kearahnya. Tak la kemudian sampai mereka di tempat parkir dimana mobil Alex berada.


Dalam mobil tak ada pembicaraan apapun, hanya gass yang di tancap Alex dengan kencang. Jantung Vira terus berdetak kencang, uanganya bergetar hebat, tapi dia tak berani bilang.


Sampainya dirumah, Vira langsung di tarik kembali oleh Alex dan membawanya dalam kamar.


"Biarlah dia disini seharian" kata Alex tegas sambil menutup pintu kamarnya dengan kuat. Vira tersentak karena terkejut, dan mulai menghela nafas kembali.


"Frisca! jaga dia!" kata Alex pada Frisca.

__ADS_1


Frisca hanya menunduk paham. Tak lama kemudian Alex berlalu pergi meninggalkan rumah kembali.


Vira hanya diam, melihat mobil Alex pergi kembali hanya dari kaca jendela kamar. Dia sungguh ingin pulang, tapi sekarang tak ada jalan keluar.


Vira mulai tiduran di kasur untuk menghilangkan rasa bosannya, hingga dia merasakan hal aneh terjadi padanya. Dia mulai sadar ini adalah tanggal bulanannya.


"Frisca!!, Frisca!!" teriak Vira saat mulai sadar akan menstruasi nya, dan ingin keluar.


"Maaf nyonya, aku di perintah tuan untuk tetap menjaga mu di dalam" kata Frisca dari balik pintu.


"Frisca, kumohon tolong..., sepertinya bulanan ku datang 👉👈" kata Vira lirih karena malu.


"Apa!!!, baik nyonya akan aku ambilkan segera!" kata Frisca sadar apa yang tengah di bicarakan Vira.


Tak lama kemudian Frisca datang sambil membawa sebuah pembalut untuk Vira. Tapi dia tak membawa kunci kamar Vira, dan tak berani menanyakan kunci cadangannya pada paman Hans. Jadi dia memutuskan untuk menaruhnya di sela-sela bawah pintu kamar.


"Terimakasih, Frisca" kata Vira dalam.


Kimi Vira benar-benar lelah, sudah tidak makan siang ditambah dengan menstruasi nya yang datang. Dia bahkan tak punya tenaga untuk berdiri.


Rasanya sakit semuanya benar-benar sakit. Mulai dari bahu, kaki, pinggul bahkan perutnya. Suatu hal yang Vira benci pada setiap bulannya.


Vira mulai menutup matanya, lelah akan hari ini dan semua yang terjadi padanya. Tak lama kemudian Vira terbangun, dua tersadar sebuah tangan sedang ada di balik kaosnya sambil mengusap perutnya.

__ADS_1


"Hush... kata Frisca perempuan akan merasa kesakitan jika bulanannya datang, apakah kau juga sayang?" bisik Alex lembut di telinga Vira


__ADS_2