In Your World

In Your World
MALAM.....


__ADS_3

Selesai menyuapi Vira, Alex langsung saja turun dan bersiap untuk pergi tanpa pakaian atasnya.


"Ah... Ini adalah bibi An kepala maid disini, dan juga ada paham Hans kamu bisa minta apa aja dengan dia" kata Alex sebelum benar-benar pergi.


"Paman!" panggil Vira mencegah Alex untuk keluar dari kamarnya.


Seketika, ibarat sakit yang Vira rasakan hilang, dia langsung saja turun jadi ranjang dan menghampiri Alex.


"Paman, aku ada satu permintaan" kata Vira saat sudah dekat dengan Alex.


Alex hanya mengangkat alisnya. Sungguh dia merasa benar-benar berkuasa.


"I want... I want to go home" ucap Vira sungguh.


Raut wajah Alex berubah seketika. Wajahnya yang tadi berbunga-bunga, sekarang suram dan tak ada lagi senyum dari wajahnya.


"No!" ucap Alex tegas sambil keluar intim meninggalkan Vira.


Tapi sebelum Alex keluar, tanganya di cegat oleh Vira. Tangan Alex di tahan dengan lembut, Vira menggenggam nya dengan kedua telapak tangannya yang lebih kecil dari milik Alex. Vira tertunduk sebentar hingga dia kembali mengangkat wajahnya dengan ekspresi sungguh-sungguh.


"Why" tanya Vira lirih.


Alex mental Vira, dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Dia menatap kosong, hingga lama-kelamaan sedikit terlihat marah.


"Jika aku berkata tidak maka itu tidak!!" bentaknya kepada Vira.

__ADS_1


Alex kembali mencoba untuk menghempas tangan Vira.


"Why! Aku ingin pulang!" teriaknya sambil kembali mencegah tangan Alex. Alex hanya diam tanpa kata, dan tanpa bicara, dia hanya terus berusaha untuk melepaskan tangannya dari Vira tapi tetap saja, dia tak bisa.


"Paman!!! look at me, please... Aku janji aku tak akan bilang bahwa kau sebenarnya telah mem-"


PLAK....


Sebuah tamparan keras tepat kena dipipi milik Vira. Tamparan tersebut sangat keras hingga Vira terduduk. Alex kini masih dengan wajah merah dan tangan yang masih bergetar setelah menampar Vira.


"Mandilah... Aku bahkan jijik setelah menampar mu!" kata Alex dingin dan tegas.


"Kemarilah nyonya" kata salah satu maid sambil membantu Vira berdiri.


Setalah mandi Vira kembali berbaring di kamarnya. Frisca salah satu maid pribadi Vira, kini telah membalut tamparan di pipi Vira dengan es batu. Nampak tamparannya benar-benar keras, itu terlihat dari pipi Vira yang nampak sangat lebam.


"Apa pedulimu" kata Vira datar sambil menahan sakit pada lebamnya.


"Tentu saja aku peduli. Nyonya jika nyonya tidak peduli dengan kesehatan nyonya, peduli lah dengan kami para pekerja, jika kami tetap tidak bisa membuat nyonya makan maka pekerjaan kamu yang akan di pertaruhkan" kata Frisca lembut sambil terus mengusap pipi Vira dengan es batu.


Kali ini Vira benar-benar bingung.


"Huf... baiklah. Vira panggil aku Vira saja, lagipula kau lebih tua dariku" ucap Vira malas.


"Tapi kau nyo-"

__ADS_1


"Aku adalah Vira, bukan nyonya kalian. Sekarang pergilah periksa makanannya, jika sudah makan kau panggil aku balik" kata Vira cepat mengambil es dari tangan Frisca.


Vira merasa aneh sekali, dia tak tau apa yang tangah Alex pikirkan. Dia bisa bersikap hangat, tapi sekejap bisa menjadi monster.


Banyak hal yang Vira pikirkan tentang Alex. Bukan karena selalu mengingat nya, tapi karena perilaku nya yang absurd.


"Makanannya sudah siap nyo-"


"Vira..., call me Vira" kata Vira sambil turun dari ranjang dan pergi menghampiri Frisca.


Saat di meja makan, Vira tak melihat Alex sama sekali, bahkan saja batang hidungnya tidak terlihat. Vira memang mencari Alex bukan karena rindu tapi.... dia justru bersyukur karena Alex tak ada di rumah.


"Tuan sedang ada di kantornya, dia tak pernah pulang untuk makan siang" kata Hans,seolah tau bahwa Vira tangah mencari Alex.


Vira hanya menanggapinya dengan senyum sayu. Dia gak ingin berdebat lagi, rasanya lelah, apalagi pipinya kini masih terasa sakit.


*********************


Kini suasana malam datang, Vira hanya menghabiskan waktu dengan duduk makan kemudian sekarang bersiap untuk tidur.


Pada tengah malam, rasa seperti biasanya Vira merasakan harus. Setelah mengumpulkan beberapa nyawa untuk dia untuk mengambil air, Vira baru tersadar bahwa kini tubuhnya tak bisa bergerak kemampuan. Kini tangan kekar telah melingkar di pinggang nya. Bahkan untuk membalikan badan agar dapat melihat siapa yang memeluknya saja sangat susah.


"Berhentilah" suara serak khas orang bangun tidur.


Vira menyadari bahwa itu adalah Alex, dia berhenti bergerak stelah Alex menguatkan pelukan.

__ADS_1


"Aku sangat lelah... tapi jika kau terus bergerak aku bisa melakukannya sekarang" kata Alex sambil berbisik di telinga Vira.


"A...ah? >////<"


__ADS_2