In Your World

In Your World
KAFE....


__ADS_3

...3 TAHUN KEMUDIAN...


Terdengar suaranya khas anak-anak yang sedang bermain di sebuah kafe. Berlari kesana-kemari, saling mengejar dan tertawa.


"Kyle!" Teriak Vira saat melihat putranya semakin aktif saja.


"Tante Vira, jangan marah-marah terus dulu Cindy juga suka macam Kyle" ujar seorang gadis kecil sambil meminum teh dengan tenang.


Ya, tidak terasa 3 tahun telah berlalu. Vira melahirkan seorang putra yang cukup aktif, dan juga imut. Itu juga yang membuat kafenya laku, karena sebagian orang datang hanya ingin melihat Kyle yang cukup menggemaskan.


Sudah ada beberapa majalah yang menawarkan Kyle sebagai fotonya, tapi Vira tetap saja menolak dengan alasan masih di bawah umur.


Sedangkan Cindy adalah putri sambung dari Celyn. Meskipun tidak ada hubungan darah dengan Celyn, tapi terlihat Cindy tetap sama. Baik senyum, sifat dan tingkah lakunya.


"Mom... Bunga" ucap Kyle dengan nada cedalnya.


Vira hanya bisa menghela nafas kagum. Saat anaknya memetik bunga untuknya, meski masih terdapat akar tanda bunga di cabut. Serta Kyle juga mengambil bunga untuk hiasan kafe miliknya.


"Sayang... Kau harus merawat bunga dengan kasih sayang, agar dia tumbuh menjadi bunga yang cantik" kata Vira sambil mengusap kepala Kyle lembut, sambil mengambil beberapa tangkai bunga pada tangan Kyle.

__ADS_1


Sambil menggendong Kyle, Vira mengajaknya kebelakang kafe. Terlihat sebuah taman bunga mini, yang penuh warna.


"Lihatlah, mereka akan mekar sempurna saat musim semi tiba. Kamu bisa mencium aroma wanginya, menikmati keindahannya, serta menikmati hasil tehnya dengan nikmat jika merawatnya dengan baik" jelas Vira sambil mengusap beberapa tangkai.


"Yahh kamu cabut ini bunga mawar sayang, dia bisa tumbuh hanya dengan menamakan batangnya di tanah, tapi kamu juga harus merawatnya dengan baik" lanjut Vira sambil menanamkan mawar yang dia pegang.


Dengan seksama Kyle memerhatikan Vira, dan sesekali bermain tanah mengikuti Vira. Senyum tipis terukir seketika, saat Vira melihat Kyle mengikutinya. Tapi itu hanya sebentar, saat mendengarkan seseorang memanggilnya.


"Aku mencarimu kemana-mana, tapi apa yang kamu dan keponakan tampanku lakukan di belakang sini" kata Celyn sambil menggendong Kyle dan mencubitnya gemas.


"Aku sedang mengajarinya beberapa teknik tanam" kata Vira dengan tenang, sambil sesekali mengibaskan tanganya yang kotor.


"Sini" ucap Vira singkat, sambil menunjukkan tempat tersebut.


"Ini adalah tempat terbaik menurutku" lanjut Vira saat sampai di tempat yang dia maksud.


"Tapi ini adalah tempatmu, maksudku bukankah ini bukan untuk-" kata Celyn menggantungkan perkataannya, karena bingung menjelaskannya.


"Itu untuk pengunjung bukan untuk sodara, lagipula kamu bilang ini adalah meeting yang penting karena proyek besar, jadi butuh pengorbanan yang besar juga" jelas Vira.

__ADS_1


"Lihat, bajumu jadi kotor karena Kyle. Kemarikan dia aku akan mencuci tangannya dan mulai mengurus mejamu" lanjut Vira ingin mengambil Kyle dari Celyn.


"Kamu pikir aku akan meeting menggunakan baju ini? Tidaklah, aku akan mengganti baju dan membersihkan tangan Kyle, kamu cukup fokus mempersiapkan mejanya saja" kata Celyn dengan cepat kemudian pergi meninggalkan Vira.


Hanya gelengan pelan yang Vira lakukan. Dengan sigap Vira menata, serta mempersiapkan mejanya dengan cepat.


BEBERAPA SAAT KEMUDIAN....


"Aku harap nanti akan berjalan lancar, ini adalah proyek yang besar bisa juga menambah banyak keuntungan, tapi jika tidak berhasil pasti juga akan banyak mengalami kerugian" jelas Celyn sambil memegang tangan Vira.


"Semoga saja, jika kamu sudah mempersiapkannya dengan baik pasti akan berjalan dengan lancar" kata Vira memegang balik tangan Celyn.


"Sebentar lagi pasti mereka sampai, aku akan membawa Cindy dan Kyle Keluar, aku tidak ingin menggangu meeting kalian" lanjut Vira membopongnya Kyle dan menggandeng Cindy.


Setelah kepergian Vira, terlihat jelas kegugupan dari Celyn. Dia terus saja menarik nafas dan menghembuskannya pelan. Eriq masih ada beberapa urusan, jadi ini benar-benar tanggung jawab Celyn untuk menjelaskannya terlebih dahulu.


"Mrs. Esten" ucap seorang lelaki yang memanggil Celyn.


"Selamat siang, senang bertemu dengan anda" ucapnya sambil mengulurkan tangan.

__ADS_1


"Senang bertemu dengan Anda juga, Mr.Decolix" kata Celyn sambil menjaba tangannya.


__ADS_2