
Setelah kejadian itu, Vira langsung saja kembali masuk ke kamarnya. Untunglah paman Hans datang di waktu yang tepat, sehingga dia bisa memintanya untuk membawakan kopi yang dia buat untuk Alex.
Vira merasa merinding, Alex sangat ganas dan ingin melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan. Sungguh nafsunya sangat besar. Tapi... Vira bukankah anak yang mudah menerima itu semua. Dia kini berfikir keras, bagaimana dia kabur dari rumah ini yang bahkan keluar pintu rumah saja tidak bisa.
Hemmm, cara yang terbaik dengan dia pergi dari sini adalah dengan merayu Alex, tapi bagiamana?. Hingga tak sadar karena terlalu keras berfikir, Vira akhirnya ketiduran.
Hari mulai pagi kembali, Vira sempat beberapa kali mengedipkan mata karena cahaya matahari yang membuatnya silau di pagi hari. Dalam cahaya tersebut Vira melihat remang-remang bayangan yang kini sudah terlihat jelas. Sontak saja Vira langsung bangun karena sadar betul yang di depannya sekarang adalah Alex.
BUGH...
Suara kepala Vira yang menabrak dada Alex saat dia terbangun. Bukanya marah Alex justru memegang kepala Vira agar tetap di dadanya.
Hushhh...., pipi Vira mulai memerah tanda malu, jujur dia belum pernah di perlakukan seperti itu.
"Paman..." ucap lirih Vira sambil berusaha memindahkan tangan Alex.
__ADS_1
"Diamlah.., apa kau tak mendengar nya?" kata Alex justru bertanya kepada Vira.
"Aku ...sesak" kata Vira pura-pura.
Alex kemudian menghela nafas pelan, kemudian melepaskan pelukan. Tak lama kemudian Alex mengeluarkan sesuatu yang dari tadi dia sembunyikan di belakangnya.
"For you" kata Alex sambil melemparkan sebuah ponsel ke Vira.
"Ha?" tanya Vira bingung.
"Bukankah kau ingin melihat kartun!, aku sudah menyediakan nya supaya kau tak merasa bosan" kata Alex datar kemudian beranjak dari tempat tidur meninggalkan Vira yang masih bingung dengan perilakunya.
"Heh!, di handphone tersebut hanya ad 2 nomer, milikku dan milik Jes. Jika kau menghubungi seseorang, aku pastikan seseorang itu akan bernasib sama seperti yang pernah kau lihat sebelumnya" kata Alex.
"Dan satu hal lagi, haru itu adalah kecelakaan aku tak akan memukulmu lagi. Aku adalah Alexander Decolix, seorang yang tak akan menarik kata-katanya kembali. PUAS?!" lanjut Alex pergi dan keluar.
__ADS_1
Vira tentu saja paham apa yang Alex katakan. Dia hanya terus memandangi ponsel yang diberikan Alex, dia paham harus menghubungi seseorang, tapi setelah Alex mengatakan hal tersebut pada Vira membuatnya berfikir dua kali.
"Bagaimana aku....... bisa keluar?" gumam Vira.
Tak selang beberapa lama, Frisca masuk kamar untuk memberitahu Vira bahwa sarapannya sudah siap.
"Nyonya.... sarapan and-" kata Frisca terhenti saat melihat Vira memasang kode diam pada mulutnya.
"Fris..ca.. bukankah aku sudah bilang, panggil aku Vira saja!. Aku bukan nyonya mu" kata Vira beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi.
"Aku akan mandi terlebih dahulu" lanjut Vira masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan bersiap, Vira langsung turun untuk makan. Di meja makan hanya ada bibi An yang sedang menunggu Vira untuk makan.
"Pagi bibi.." sapa Vira pada Bibi An.
__ADS_1
Tanpa menjawab bibi an hanya menunduk saja.
Saat makan Vira tiba-tiba mendapat rencana pelarian dari sini. Vira mulai mempercepat makanya, untuk mempersiapkan rencananya.