In Your World

In Your World
MAMA


__ADS_3

Setelah hantaman tangan Ken, hanya diam yang tersisa di antara keduanya. Meski kadang Alex dan Jesen melirik satu sama lain tanda tak suka, tapi tak ada yang memulai pembicaraan apalagi keributan seperti yang mereka lakukan barusan.


"Baiklah" ucap Ken menyenderkan tubuh ke kursinya sambil sedikit menghela nafas, tanda dia sedang menenangkan dirinya.


"Lukanya cukup fatal, khususnya di bagian badan dan kepala" lanjut Ken sambil membuka perlembar kertas berkas yang ada di tangannya.


"Patah di bagian punggung dan pinggang nya, aku harap ini tidak menyebabkan kelumpuhan ataupun yang lainya. Untuk tulang belakang dia memang jatuh dalam keadaan terlentang membuat patah sepanjang bahu dan punggungnya, bisa saja disembuhkan dengan terapi dan istirahat total. Untuk bagian pinggang, bottom, sampai kakinya tidak ada yang terluka parah, tapi masih ada yang patah jadi harus tetap di gips untuk mengantisipasi lukanya. Yang paling menakutkan adalah bagian kepalanya. Dia jatuh dalam keadaan terlentang, dan mengeluarkan banyak darah aku harap tidak sampai mengenai otak kecilnya dan mengganggu keseimbangan tubuhnya" jelas Ken panjang dengan tatapan yang seriusan, Alex dan Jesen hanya mendengarkan meski ada beberapa hal yang mereka kurang paham.


"Aku hanya tanya apakah dia baik-baik saja, kau tak perlu menjelaskan semua" ucap Alex yang masih memijat pelipisnya sambil sedikit bersandar pada meja yang ada di depannya.


"Tergantung aku masih belum bisa memastikan dia baik-baik saja, yang bisa aku lakukan adalah mencoba agar dia tetap baik-baik saja" ucap Ken dengan nada yang sedikit sedih. Ken paham ini bukanlah hal yang mudah bagi Alex. Dia takut, bingung, marah, bahkan sedih sesuatu yang sangat rumit untuk dia rasakan saat ini.


Selesai berbicara dengan Ken dalam waktu yang cukup lama, Alex memutuskan untuk duduk tepat di depan ruangannya Vira.


"Kau sama sekali belum istirahat bukan? Setidaknya minumlah ini sekarang" ucap Jesen sambil memberikan segelas smoothies kepada Alex.

__ADS_1


"Kau benar aku yang mendorongnya, aku yang membuatnya seperti ini" ucap Alex tiba-tiba.


VIRA PROV....


"Apa? Mama kau disana?" ucapku saat aku mulai tersadar dalam tidur panjangku. Aku masih tak paham apa yang terjadi barusan, aku hanya diam tak tau apa-apa.


"Mama... Apa yang aku lakukan" tanyaku polos saat melihat seorang wanita muda yang sedang memasak di dapur.


"Vira! Nak! Kau kenapa?!" teriaknya saat melihat tanganku penuh dengan darah. Aku tak terkejut dengan darahnya, justru aku menyukai saat wajah wanita muda itu mulai memperhatikanku.


"MAMA!" teriakku ketakutan. Aku tidak paham apa yang terjadi, dimana aku? Banyak pertanyaan yang masih melayang di pikiranku, hingga sepasang tangan wanita muda yang putih dan bersih itu menyentuh tanganku yang berdarah.


Terlihat sepintas senyuman manisnya, terlihat tatapan lembutnya saat dia memasak, terlihat saat perjuangannya saat berdagang, terlihat kesedihannya saat aku sakit, terlihat saat dia menggendong dan menidurkanku. Aku melihat wajahnya, wajah yang selama ini aku selalu panggil namanya, wajah yang aku kira tidak pernah memperhatikanku, wajah yang selalu tertutup keringat dan ketegasan yang membuatku menyesal karena tidak pernah mengetahui itulah kasih dan cintanya untukku.


"Mama..." kataku yang membuat tangisanku pecah, kemudian langsung menggenggam kuat tangan yang putih dan bersih itu. Ya... Aku ingat sekarang itu adalah mamaku.

__ADS_1


"Kenapa sayang?" ucapnya dengan lembutnya.


"Mama! Aku rindu mama" kataku kuat sambil terus memegang tangannya.


"Maafkan aku ma!" teriakku sambil memeluknya kuat.


"Aku tak pernah menyesalinya sayang, tapi mungkin ada yang harus kau temui sekarang karena ini bukanlah waktumu untuk pulang" ucap mamaku dengan lembut sambil perlahan menutup mataku.


"Tapi orang yang harus aku temui adalah mama" kataku saat aku mulai merasakan sakit di bagian tubuhku. Ukh... Sakit sekali.


Perlahan aku membuka mata, terlihat seseorang pria tampan yang memegangi tanganku dengan mata merahnya.


'Siapa?' Tanyaku batin. Ini sangatlah sakit sampai mulutku tidak bisa berbicara, atau mengatakan apa-apa.


VIRA PROV END....

__ADS_1


__ADS_2