
Setelah sadar ternyata Ken melihat kejadian barusan, membuat Vira membuang muka dan tersenyum malu. Sedangkan Alex masih dengan muka masamnya melihat Ken tidak suka.
"Kalian bisa melanjutkannya, jika kau sudah benar-benar sembuh Mrs. Decolix" kata Ken seraya menatap Vira, tanda menggodanya dengan sebutan barusan. Vira hanya tersenyum tipis, sedangkan Alex masih menatap tidak suka dengan Ken.
"Mr. Decolix bisa ikut saya sebentar?" tanya Ken sembari menatap ke arah Alex.
"Pergilah" ucap Vira dengan senyuman nya, saat melihat Alex yang terus memandangi nya.
"Aku tidak akan lama" jawaban Alex sambil mengecup kening Vira sebelum dia benar-benar pergi.
"Ada apa" tanya Alex seketika saat dia sudah di luar ruangan Vira bersama Ken.
__ADS_1
"Bagaimana? Apakah kau ingin memulihkan ingatannya? Aku lihat kau lebih baik seperti ini saja dan memulai semuanya" kata Ken.
Alex lagi-lagi diam sejenak sambil sesekali menatap ke arah ruangan Vira. Ada sedikit keraguan dihati Alex, tapi memang keadaan sekarang lebih menguntungkan baginya.
"Kamu fokuskan saja dulu pada penyembuhan fisiknya, baru kita mulai dengan ingatannya" ucap Alex setelah diam beberapa saat.
"Aku tau ini yang akan kau katakan" ucap Ken dengan senyuman kemenangannya.
Alex yang melihat perjuangan Vira mulai merasakan iba seketika. Dia yang menyebabkan Vira harus mengalami semuanya, tapi dia menutupinya karena ingatannya Vira.
Beberapa minggu setelah terapinya, Vira keadaan Vira benar-benar membaik dengan cepat. Sesekali Alex menghampiri Vira saat akan berangkat maupun pulang Kantor, bahkan untuk makan siang Alex bahkan menghampiri Vira meski hanya sebentar saja.
__ADS_1
"Vira lihatlah dia selalu meninggalkanku begitu saja di kantor, dan kembali kesini. Apakah aku harus mengajarinya agar tidak semena-mena meninggal kerja begitu saja. Lihatlah aku yang selalu pusing menangani tingkah lakunya" ujar Jesen panjang lebar kepada Vira saat jam makan siang. Jesen memang bertingkah berbeda saat di hadapan Vira, karena kini Jesen tau kelemahan Alex yaitu Vira. Jika Jesen ingin mendapatkan apa yang dia inginkan, maka dia harus bersikap manja dan polos agar Vira memihak nya.
"Sodaraku yang malang... Alex jangan perlakukan Jesen dengan terlalu keras, lihatlah dia begitu lelah. Kadang kau juga harus bekerja dengan benar, dan tidak membiarkan adik kecilmu ini kelelahan" ucap Vira sambil mengelus pipi Jesen pelan.
Senyum kemenangan terukir jelas oleh Jesen saat mendengar semua perkataan Vira. Dia kini benar-benar bisa memanfaatkan Alex, hanya dengan perilakunya yang manis dan polos saja. Tapi semua perilaku Jesen telah Alex sadari. Dengan menaikan sebelah alisnya, dengan muka datar Alex menatap Jesen.
"Vira... Kau sadar kan dia hanya berpura-pura saja" ucap Alex sambil sesekali menyuapi Vira.
"Aku tau, mana mungkin Jesen yang kuat ini akan merasakan lelah hanya dengan pekerjaan biasa saja, tapi Alex... Kau benar-benar harus bekerja dengan benar" jelas Vira dengan nada lembutnya. Senyum tipis kembali terukir di bibir Vira, dimana itu yang membuat Alex ingin selalu bertemu dengannya.
"Aku pasti akan baik-baik saja, Ken ada disini dia menjagaku dengan sangat baik. Kamu tenanglah bekerja dengan baik juga ya" lanjut Vira kini menahan tangan Alex yang ingin kembali menyuapi nya.
__ADS_1
Alex benar-benar merasakan perbedaan diri Vira. Kini dia lebih hangat, dan mampu berucap dengan benar kepada dirinya. Apalagi bibir kecilnya yang selalu tersenyum saat melihat Alex, membuatnya tambah merasakan nyaman di dekat Vira. Hanya anggukan dan senyuman kecil dari Alex, menjawab perkataan Vira. Harapan Alex kini hanya kesembuhan Vira, dan kehangatan ini tidak akan berlalu dengan cepat.