In Your World

In Your World
KAMAR


__ADS_3

Jesen hanya menatap Alex tidak percaya. Dengan wajah yang datar juga sedikit tersenyum, Alex masih saja tenang dengan kopinya.


"Wah... Kau sungguh luar biasa" ucap Jesen mengagumi Alex.


...DI SISI LAIN...


Vira yang masih duduk dalam kamar memikirkan kejadian tadi malam. Rona wajah Vira tidak bisa dia sembunyikan sekarang, tidak disangka tadi malam adalah benar-benar malam pertama bagi dirinya.


"Apakah benar kami sudah menikah" tanya Vira sembari menatap keluar jendela. Lagi-lagi dia penasaran dengan sebuah ruangan dengan balkon di gerbang. Bukankah hal yang aneh, kenapa Alex tidak mengijinkannya masuk kedalam kamar tersebut. Jika dia bertanya jawabannya pasti hanya tidak apa-apa. Belum lagi jika dia bertanya kepada para maid dan penjaga, mereka hanya menunduk bahkan ada yang tidak berkata apa-apa.


"Sebenarnya apa yang ada disana" ucap Vira sambil terus melamunkannya.


Beberapa minggu telah berlalu, kini musim dingin benar-benar tiba. Banyak salju berjatuhan membuat Vira benar-benar kagum dengan keindahannya. Sayang sekali Alex harus pergi keluar karena masalah pekerjaan, dan para maid dan penjaga sibuk dengan urusan mereka.


Rasa bosan terus Vira rasakan, hingga membuatnya sedikit berfikir nakal. Ya... Kamar dengan balkon di gerbang, merupakan tempat yang ini Vira datangi. Sesekali Vira melihat sekeliling, karena jika ada orang pasti tidak ada yang membiarkan nya masuk.

__ADS_1


"Ck... Terkunci" ucap Vira saat tidak bisa membuka kuncinya. Vira mulai mencari tempat kunci seperti di tempat bakar Alex. Itu merupakan tempat yang paling mungkin menurutnya.


"I got it" ucap Vira saat menemukan beberapa set kunci di sana.


Dengan segera Vira bergegas menuju kamar tersebut. Dengan susah payah akhirnya Vira menemukan kunci yang tepat, membuat pintu kamar terbuka seketika.


"Ya!" teriaknya antusias.


Saat mulai berjalan masuk, Vira merasakan hawa aneh di dalamnya. Rasanya ini kamar yang sangat indah dengan beberapa debu di dalamnya.


"Apa ini" noda tersebut berwarna coklat pekat. Semakin Vira mencari, Vira baru menyadari semakin banyak noda dengan warna yang sama bahkan di bawah lantainya.


Entah kenapa nafas Vira memburu seketika, dadanya sesak dan pikirannya mulai kacau. Pusing, itu yang Vira rasakan saat mulai menemukan pisau di atas nakasnya. Dengan noda yang sama di setiap penjuru ruangan.


"Apa ini!" teriak Vira saat beberapa gambaran mulai muncul. sebagi membuatnya pusing, bahkan sampai hampir terjatuh. Cukup lama Vira mana tapi semuanya. Sampailah Vira pada gerbang di sebuah balkon.

__ADS_1


"MAMA!!!" teriak Vira saat mulai sadar apa yang terjadi. Perbuatan baik yang berujung sampai dia pada kecelakaan, lebih tepatnya pembunuhan.


"Nyonya! Apa yang Anda lakukan disini!" teriak bibi An langsung masuk ke dalam.


"Kau bohong! Kalian semuanya pembohong!" teriak Vira saat bibi An mencoba membawanya.


"Kalian pembohong! Kalian yang mencoba membunuhku! Kalian tau itu!" racau Vira sambil sesekali melepaskan tangan bibi An untuk membawanya pergi.


"Apa yang terjadi!" teriak suara khas bariton milik Alex.


"Pergi! Aku tidak melakukan apapun! Kau menipiku!" teriak Vira menjauh dari Alex. Dengan terus menjauh, hingga Vira sampai pada gerbang dimana yang manjadi pembatasan antara balkon dan kamar.


"Kau akan membunuhku lagi! Kumohon biarkan aku pergi!" teriak Vira terus menempel pada gerbang.


"Vira aku tidak akan melakukannya, aku hanya-"

__ADS_1


"TIDAK!!!" teriak Vira keras sontak membuat semua diam. Seketika teriakan itu yang membuat Vira pingsan. Wajahnya pucat, tangannya gemetar, dan penuh dengan keringat.


__ADS_2