
Vira benar-benar terkejut dengan ruangan yang ditunjukkan oleh Alex. Ini bahkan tidak terlihat seperti ruangan kantor melainkan Seperti tempat bersantai, dimana terdapat kasur dengan ukuran sedang, meja dan kursi seperti ada di ruangan Alex serta satu set sofa. Wow..... ruangan yang kecil tapi, terlihat nyaman dan enak untuk bekerja.
"Paman, apakah kau bercanda?" tanya Vira.
"Apakah aku terlihat seperti orang yang sedang bercanda" kata Alex dingin.
"Sekarang masuklah aku masih ada pekerjaan" lanjut Alex kemudian pergi.
Vira hanya menuruti dan duduk di kursi yang terdapat meja layak kantor biasa. Suasananya sangat tenang disini, dan juga nyaman mungkin dia akan benar-benar nyaman jika harus bekerja di ruangan seperti ini.
setelah cukup bernyaman-nyaman Vira akhirnya bergegas membuka map biru yang tadi diberi Alex.
Sesaat setelah membuka map tersebut, Vira syok seketika. Semua hal yang ada di mal tersebut tidak ada satupun yang Vira pahami.
Banyak sekali rumus dan angka, yang membuat orang langsung pusing saat melihatnya.
"Apa-apaan ini!?, aku kira Alex memberikan ku tugas tentang hubungan luar negeri ataupun sebagainya, mengapa malah akutansi!!!!!" kata Vira syok melihat map tersebut.
"Apa yang harus aku lakukan, aku sama sekali tidak paham ðŸ˜" lanjutnya kembali.
__ADS_1
Vira memang pandai dalam bahasa dan komunikasi, serta hafalan tetapi dia sangat lemah dalam perhitungan. Makanya Vira dulu mengambil jurusan hubungan internasional daripada akutansi atau menejemen bisnis.
Vira terus membolak-balik kertas yang ada dalam map, mencoba mempelajari apa yang bisa dia pelajari. Tapi tetap saja hasilnya nihil, hanya rasa pening dan pusing yang kini Vira rasakan.
Vira mulai memijat pelipisnya frustasi, dia benar-benar tak paham dengan apa yang tertulis. Dia langsung menarik nafas pelan dan mengeluarkan nya tanda dia sedang menenangkan diri.
"Kau sudah selesai?!" tanya Alex tiba-tiba masuk.
Hanya ekspresi terkejut dari Vira saat melihat Alex tiba-tiba.
"Apa yang kau lihat" kata Alex kembali sambil menghampirinya Vira. Kini Alex ada di depan Vira, hanya sebuah meja kerja yang memasang jarak antara keduanya.
"Bukankah aku sudah bilang untukmu membuat laporan?, jadi apa yang kau kerjakan seharian" kata Alex sambil memegang wajah Vira agar terus melihat kearahnya.
"Aku, tidak bisa paham" kata Vira.
"Bukankah kau masuk dalam jalur beasiswa?, mengapa kau tak bisa memahaminya?" kata Alex sambil terus memegang wajah Vira.
"Setiap orang pandai dalam hal masingmasing" kata Vira sambil menyingkap tangan Alex.
__ADS_1
Vira hanya terus menatap kebawah, tak bertani untuk menatap Alex. Tidak seperti Vira, Alex justru lekat menatap nya.
"Alex waktunya rapat" kata Jesen tiba-tiba masuk.
Alex hanya menatap Jesen sekilas, kemudian menatap Vira kembali yang masih menunduk.
"Aku akan sedikit sibuk hari ini, duduklah dengan tenang, kita akan berbicara lagi nanti" kata Alex sambil mencium dahi Vira sekilas kemudian beranjak pergi.
"Hey paman, kau hanya perlu mengantarku pulang maka semua beban akan hilang, kau juga tak perlu repot-repot mempekerjakan orang tak berguna macamku" kata Vira terus menunduk kebawah tapi dengan aura yang serius.
"Apa kau bilang!" kata Alex terhenti saat mendengar apa yang Vira ucapkan. Alex kini merasa sedikit kesal, mengapa Vira selalu membicarakan nya.
"Alex rapat sudah siap ayo!" Laras Jesen cepat karena tau Alex dalam mode marah.
"Apa yang kau katakan ha!!" teriak Alex tiba-tiba sambil memikul meja tepat di depan Vira.
"Heh!, aku pikir kau bukankah orang dungu dimana aku harus mengulangi kata-kata ku" kata Vira memberanikan diri.
PLAKKKK...
__ADS_1
Tamparan kuat Jesen tepat di muka Vira.