In Your World

In Your World
DANAU....


__ADS_3

Mendengar perkataan Vira, membuat Alex berhenti seketika. Niatnya untuk menciumnya harus dia Urungkan niatnya.


"Aku tidak bisa memaksamu Vira" ucap Alex kecewa sambil memeluk Vira kuat. Sambil memeluknya, Alex membenamkan wajahnya pada tengkuk Vira untuk menciumnya.


'Sama seperti sebelumnya' batin Alex saat mencium aroma Vira.


Jujur Vira merasa sedikit kasian dengan Alex, dia pasti sudah menunggunya lama untuk menciumnya tapi dia justru menolaknya. Vira juga tidak paham, dia hanya merasa kurang nyaman saat hampir saja berciuman dengan Alex.


"Alex... maaf ya" ucap Vira menyingkirkan wajah Alex dari tengkuknya. Dengan tangan lembutnya Vira mengusap dagu Alex dengan sedikit rambut disana. Vira memperhatikannya dalam hingga...


Cup....


Sebuah kecupan singkat menempel pada bibir Alex.


"Hanya itu, akan akan melatihnya lain kali" ucap Vira kemudian membenamkan mukanya pada dada bilang Alex. Pipinya makin merah seketika, hanya bisa dia tutupi dengan telapak tangannya.


Alex hanya menggulum senyumannya dan semakin dia mengeratkan pelukannya pada Vira. Dia paham Vira memang lupa segalanya, tapi bukan berarti Alex bisa melakukan hal-hal yang dia inginkan.

__ADS_1


"Tidak apa, kita akan melakukannya saat kau siap saja" ucap Alex sambil terus memeluk Vira dan seseorang mencium kepalanya.


"Alex bolehkah aku bertanya? Sudah berapa lama kita menikah?" tanya Vira setelah pelukan yang buku lama.


"Belum lama" jawab Alex singkat.


"Apakah kita menikah secara diam-diam? Mengapa sepertinya tidak ada foto pernikahan kita?" lanjut Vira. Alex bungkam, dia tidak berfikir bahwa Vira akan menyadarinya.


"Itu... Semuanya belum selesai" jawab Alex asal.


"Kenapa? Kau tidak percaya" kata Alex sambil memegang wajah Vira agar melihat kearahnya.


"Tidak aku hanya.... " gantung Vira tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


"Aku tau kau merasakan ragu, tapi bagaimana aku membuktikan itu?" ucap Alex sambil menatap Vira. Mata biru milik Alex masih terus mata coklat milik Vira.


"Maafkan aku... " ucap Vira sambil membalas tatapan Alex.

__ADS_1


"Tidak apa, ingin makan jalan-jalan?" tanya Alex dengan menggandeng tangan Vira. Dengan cepat Vira membalas genggaman tangan Alex.


Alex ingat saat hari kejadian dimana Vira melihat dirinya dengan cledy, paman Hans pernah membawa Vira ke tempat dekat rumahnya. Danau yang sangat indah kata paman Hans, dia juga berkata dimana Vira dapat tertawa dengan lebarnya dimana dia belum pernah melihat sebelumnya.


Sampainya di danau tersebut, sangat jauh dari ekspetasi Alex. Tidak ada lagi danau yang di penuhi dengan pantulan daun musin gugur, hanya air yang mengeras seluruhnya akibat dari musim dingin.


'Kenapa malah jadi seperti ini' ucap Alex batin kecewa saat tidak melihat danaunya.


Tapi hal berbeda di alami Vira. Dia langsung saja terduduk dengan tenang sambil memandang ke arah danau yang mulai beku sebagian. Entah apa yang dipikirkan Vira, hanya tatapan kosong menatap arah danau. Seketika Vira meneteskan airmatanya.


"Indahnya" ucap Vira dalam setelah lama berdiam.


Alex benar-benar tidak tau apa yang di pikiran Vira, hanya melihat dari dekat menyejajarkan diri dengan Vira tanpa pertanyaan.


"Ini tempat yang paman Hans katakan" ujar Vira.


Hanya anggukan merupakan jawaban dari Alex. Sambil duduk dengan Vira, membuat tanah yang dingin ini tidak mereka rasakan. Lama duduk diam mereka berdua saling memandangi danau kembali, tanpa ucapan tapi penuh kehangatan.

__ADS_1


__ADS_2