
Sinar pagi mulai muncul kembali. Vira mulai merebahkan tubuhnya dan mengumpulkan nyawa yang tengah hilang.
Setelah sebagian nyawanya sudah terkumpul kembali, Vira batu saja sadar apa yang tadi malam ia alami.
"Ukh... memalukan sekali" gumam Vira sambil menyelimuti tubuhnya kembali.
Sungguh Vira sangat merasakan malu, bagaimana tidak!! Semalaman tengkuk Vira terus di cium oleh Alex. Meskipun tak meninggalkan bekas tapi... Tetap saja Vira masih tak bisa menghapuskan ingatannya itu.
"Aku benci pemikiranku" ucapnya kembali sambil memukul-mukul kepalanya sendiri.
"Aku merasakan aneh saat di peluk oleh paman, rasanya... Hangat, tapi... Aku juga tak bisa melupakan bagaimana dia menampar ku dengan begitu kejam!!" ucap Vira kembali pada diri sendiri.
"Nyonya... Sarapan su-"
"Sudah aku bilang, panggil aku Vira saja" sergah Vira cepat saat Frisca menyuruh nya untuk sarapan.
"Tapi..." jawab Frisca ragu.
"Ya sudah, aku mau mandi dulu... aku akan ke bawah jika sudah selesai" kata Vira beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi.
Vira menghembuskan nafasnya berat...
Dia sangat ingin kembali ke rumah tapi, melihat perilaku Alex kemarin bahkan sampai dia menampar Vira sudah membuatnya ngeri.
__ADS_1
"Mama... aku harus apa?" kata Vira sedih.
Vira terus membasuh tubuhnya, hingga dia tersadar bahwa dia sama sekali tak mempunyai ganti di sini
"Ya ampun... Bagaimana ini! Bahkan aku sampai lupa aku tak punya ganti! Mana mungkin aku cuma pake handuk!!!" kata Vira panik.
Vira mulai panik beberapa saat, tapi... dia mulai menghirup dan menghembuskan nafas secara teratur agar menenangkan dirinya.
Jadi Vira pilih untuk melanjutkan mandinya terlebih dahulu. Selesai mandi, Vira keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk saja. Dia sangat bersyukur kamar mandinya berada di kamar, jadi dia tak perlu keluar. Vira melihat sekitar, jika dirasa sudah aman dia berjingkat keluar dengan cepat. Hingga sampai di ranjangnya, dia duduk kemudian menutup dirinya sendiri dengan selimut.
"Yosh... aku akan disini hingga Frisca kembali" ucap Vira semangat.
DI MEJA MAKAN....
"Kata nyonya, dia ingin mandi dulu tuan. Apakah anda ingin saya memanggilnya kembali?" tanya Frisca.
"Tak perlu, biar aku saja yang melihatnya" kata Alex sambil meletakkan peralatan makanya kembali.
Alex kemudian beranjak dari kursinya. Dia langsung saja beranjak ke kamar Vira.
Saat tiba di kamar Vira, Alex menatap pintu kamar nya sebentar. Hingga dia putuskan untuk masuk saja tanpa mengetuk pintunya.
Alex mengerutkan keningnya, saat mendapati Vira yang masih terbaring membelakangi dirinya dengan seluruh tubuh yang hampir tertutup selimut.
__ADS_1
"Frisca aku senang kau kem-" ucap Vira tiba-tiba berhenti saat melihat orang yang tahu masuk adalah Alex bukan Frisca.
Vira yang semula duduk dan memutar tubuhnya menghadap Alex, kini kembali tidur dengan membelakangi Alex, seperti pada posisi semula.
"Vira! Wake up!!" ucap Alex datar dan tegas.
"No! Tolong panggilkan Frisca" teriak Vira.
"Vira! Aku katakan bangun!!" kata Alex menaikan nada bicaranya, sambil menarik selimut yang menutupi tubuhnya Vira.
"No!!" teriak Vira Kembali sambil menarik lagi bagian selimut yang tadi Alex tarik.
"Apa kau masih marah karena kemarin?!" tanya Alex karena mengingat kejadian tadi malam.
' Alex bakah!!!!, kenapa dia malah mengingatkan ku kembali!!!" ucap Vira batin. "No!!, No uncle no!!!, Please panggilkan Frisca" ucap Vira memohon sambil terus mengeratkan Selimut agar menutup semua tubuhnya rapat.
"Tidak!!!! aku tak akan memanggilnya jika-" ucap Alex sambil menarik kuat Selimut yang menutupi tubuh Vira. Alex terhenti saat melihat tubuh mulus Vira yang hanya dibalut handuk yang sedikit lepas.
Alex menelan Saliva nya. Hal yang belum pernah dia rasakan sebelumnya kini telah dia rasakan. malu •////•.
"ka... Kau-" tanya Alex terbata-bata sambil menunjuk kearah Vira.
"Paman! Ini semuanya salah kamu! Lamu yang langsung mengajakku pergi tanpa membiarkan ku berkemas dulu!!!!" teriak frustasi Vira karena melihat muka Alex sambil melemparkan bantal ke arah Alex.' tunggu?, bukanya itu keadaan yang sangat Kakau kan?!' pikir Vira kembali.
__ADS_1
"Ho oh benarkah?!" ucap Alex dengan senyum nakalnya dan melipat kedua tangannya.