In Your World

In Your World
tempat baru


__ADS_3

Setelah melihat kejadian itu, dengan cepat Vira lari dan masuk ke mobil; dimana ada paman Hans yang sudah menunggu di luar.


"Paman Hans, bisakah kita cepat pergi dari sini" ucap Vira dengan nafas memburu, seperti seorang yang telah berlari.


"Nyonya, apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya paman Hans sambil melajukan mobil.


Paman Hans tentu saja khawatir karena perilaku Vira yang tiba-tiba masuk kedalam mobil, dalam keadaan tergesa-gesa.


"Apakah aku harus memberitahu tuan?" tahta oaman Hans pada Vira.


"Tidak! tak usah... jangan" ucap Vira cepat.


Tak lama Vira mulai mengusap pelipisnya. Mengusap pelan kemudian lama-lama menutupi matanya yang mulai berair. Vira mulai memenangkan dirinya sendiri, menghirup udara panjang dan mengeluarkan secara kasar. Setelah mulai tenang, kini Vira menutupi bagian mulutnya dan terus menatap ke arah luar jendela; terlalu fokus hingga terdapat sebuah tempat yang mencuri perhatiannya.


"Paman! hentikan mobilnya sekarang!" teriak Vira tiba-tiba.

__ADS_1


"Ada apa nyonya?, tidaklah baik jika berhenti mendadak seperti ini, untung saja tempat ini sepi" ujar paman Hans yang juga kaget karena teriakan Vira.


"Paman... apa itu? Aku belum pernah melihatnya? bolehkah aku kesana? sebentar saja" tanya Vira beruntun.


Awalnya paman Hans ragu untuk menuruti permintaan Vira, hanya saja dia tak tega jika harus menolaknya. Memang Vira sangat jarang untuk di bolehkan keluar, tidak apa-apakan jika dia hanya ingin keluar sebentar; lagipula paman Hans akan selalu bersamanya.


"Boleh, hanya saja aku harus ikut bersama anda" ucap paman Hans mulai melonggarkan sabuk pengamannya.


Vira langsung tersenyum lebar, melupakan apa yang telah terjadi barusan, dia mulai berlari ke arah tempat yang mencuri perhatiannya tadi. Paman Hans hanya ikut berlari kecil hanya untuk menyeimbangkan agar tidak terlalu jauh dengan Vira.


"Paman!!! sejak kapan tempat bagus ini ada di sini?!!!" tanya Vira sambil berteriak dan lompat kegirangan. Paman Hans hanya tersenyum simpul, tak pernah dia melihat Vira dalam perilaku yang ceria seperti ini. Tak lama kemudian Vira lelah, dan mulai duduk dengan meluruskan kedua kakinya sambil menghela kemudian menghembuskan nafas panjang.


"Benarkah! Rumah bagus seperti itu di bangun di tempat seperti ini!" kata Vira tak percaya.


"Tuan ingin keadaan rumah sepi agar bisa bersantai setelah lelah bekerja, jadi rumah ini di bangun jauh dari kota" jelas paman Hans.

__ADS_1


'Tentu saja dia pasti lelah saat melakukan hal-hal tersebut di kantornya' batin Vira sambil tersenyum masam.


"Paman... bisakah aku berdiam di sini sebentar? Sangat nyaman dan menyegarkan" ucap Vira dengan mata memohon. Tak ada jawaban dari paman Hans, hanya sebuah senyuman dan anggukan kecil menandakan dia setuju.


Vira hanya berbaring direrumputan, tak peduli bajunya kotor karena terkena tanah ataupun rumput yang menempel padanya; bahkan angin musim gugur yang dingin tak membuat Nya kedinginan.


Cukup lama Vira berbaring hingga tak sadar hari mulai menjelang malam. Sinar matahari sore selaras dengan daun khas musim gugur yang berwarna jingga, menyatu di tepi danau ini. Suasana yang sangat nyaman, tapi Vira sadar dia tak bisa berlama-lama dan harus segera pulang.


"Nyonya kita sudah terlalu lama disini, ayo" ucap paman Hans. Vira hanya mengangguk paham, kemudian berdiri dan mengikuti paman Hans ke arah mobil. Vira sangat senang disini, rasanya indah sekali bahkan perasaan kesal yang tadi ia rasakan kini sudah Tidak terasa lagi.


Sampainya di rumah, Vira memiliki firasat buruk seolah-olah ada yang berbeda dengan rumah itu. Vira mulai masuk dengan membuka pintu perlahan, tak lama kemudian...


Prankkk...


Sebuah vas bunga melayang tepat di sebelahnya. Membuat Vira terdiam kaku karena kaku, karena terkejut dan juga takut.

__ADS_1


Di sisi lain, pandangan Vira diam tertuju pada orang yang melemparkan vas tersebut. Itu adalah Alex, dengan wajah memerahnya.


"Ha... Ha... Ha sudah cukup bermain-main nya sayang!" ucap Alex dengan nada datar.


__ADS_2