
"In...In your world?"
Ucap Vira sambil terbata-bata.
pok...pok....pok.....
Suara tepukan tangan yang kemudian di ikuti dengan langkah kaki khas seperti orang berlari ke dalam apartemen Vira. Langkah tersebut adalah langkah kaki beberapa pria yang kemudian mengelilingi Vira dan Alex yang masih terduduk berhadapan.
"Apakah kau menyukainya Mr.Decolix?" ucap seorang pria kepada Alex.
"Uppssee...looks like I was wrong, I mean Mr. and Mrs. Decolix" ucapnya sambil menunjuk ke arah Alex dan Vira bergantian.
Vira hanya gemetar melihat apa yang terjadi. Di sekelilingnya hanya orang-orang yang menggunakan baju serba hitam dan sebuah senjata di tangan mereka.
"Maaf mengganggu malam kalian, tapi saya sudah dibayar mahal untuk memenggal kepala Mr. Decolix but... bagiamana jika aku bisa memenggal kepalanya Mrs. Decolix juga? pasti aku akan dapat banyak tambahanya juga, iya kan?" ucapnya sambil memegang pedang panjang yang sudah di arahkan di leher Alex.
Alex seolah-olah lemah, dia mulai melepaskan pistolnya dari tangan kanannya dan mulai memeluk kepala Vira dan menutupi matanya. Alex benar-benar memeluknya erat hingga seolah-olah kepala Vira membenam dalam pundak Alex, begitupun sebaliknya Alex yang membenam kan wajahnya dalam tengkuk leher Vira.
"Ho..ho..ho, sepertinya king of the devil bukanlah raja yang sebenarnya raja. Dia cuma mampu menggulingkan kedudukan saja, tapi untuk melawan dengan kekuatan... Sepertinya harus di pertanyaan" kata laki-laki itu kembali.
Semua kata-kata yang diucapkan laki-laki itu justru semakin Vira ketakutan dan gemetaran.
"We will be fine, tenanglah" ucap Alex lirih di telinga Vira.
"Uncle..." ucap Vira lirih dan gemetar.
"Silent please Vira... silent" ucap Alex lirih sambil terus memeluk Vira kuat.
Aaakkkkkkkkkk......
brukkkkkk......
Tak selang beberapa lama terdengar suara teriakan dan tubuh yang jatuh di sekitar mereka.
'Apa yang terjadi?' batin Vira.
"Maaf tuan saya terlambat" kata seorang pria berambut pirang kepadaAlex.
"Berapa lama kau harus menemukan apartemen ini jesen!!!" ucap Alex geram.
" Hehe, macet" kata jesen sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Heh" ucap Alex marah sambil melepaskan pelukannya pada Vira.
__ADS_1
Saat tangan Alex sudah sepenuhnya tidak menutupi mata Vira, Vira mulai membuka matanya. Sungguh dia terkejut berat, membuat nafasnya tak teratur.
Vira melihat orang-orang yang tadi mengelilingi dirinya dan Alex sudah jatuh dengan tembakan rata-rata berada di kepala mereka, dan darah yang sudah mengalir memenuhi apartemen nya.
Vira hanya menutup mulutnya kuat, dan menunduk sambil berteriak kencang dan mulai menangis.
"Harus aku apaan dia" ucap jesen sambil menunjuk Vira.
"Biarkan saja" ucap Alex dingin sambil membersihkan sisa-sisa darah di tangannya.
"Alex... kau tak takut dia akan membocorkan segalanya" ucap jesen kembali
"Setidaknya aku berutang nyawa padanya, jika tidak mungkin aku sudah tiada 3 hari yang lalu saat kalian terlambat dengan alasan macet!!" ucap Alex kasar sambil melemparkan lap ke arah jesen dan mulai berjalan menghampiri Vira.
'Heh... si tua baru kali ini mengasihi satu nyawa tak berguna' ucap jesen batin.
"Kau tak apa?" tanya Alex pada Vira sambil duduk agar sejajar dengan Vira.
Vira tak menjawab apapun, dia hanya terus menangis dengan tanganya sendiri yang sangat kuat menutup mulutnya.
"Hey!!! Aku bertanya padamu!!!" bentak Alex sambil melepaskan tangan Vira dari mulutnya agar dia mau berbicara.
"Aku membunuh mereka!!! Aku yang membunuh mereka!!! Aku pasti akan dipenjara, tak akan ada yang percaya aku pasti akan dipenjara!!!" bentak Vira histeris pada Alex sambil menarik bajunya Alex.
Tak.....
Auuuuu..... pekik Vira kesakitan.
"Bodoh!!, siapa yang akan membawamu ke penjara. Jika saja kau masuk penjara maka semuanya akan tau aku siapa" ucap Alex pada Vira.
"Sekarang ayo... kita harus segera pergi" lanjut Alex sambil berdiri dan menarik tangan Vira.
Vira sangat lemas bahkan dia tak mempunyai kekuatan untuk berdiri dan... brukkkkkk, Vira ambruk pingsan seketika saat mencoba untuk berdiri karena Alex kuat menarik tangannya.
"Menyusahkan" ucap Alex geram sambil bersiap untuk menggendong Vira.
"Alex kita biarkan saja dia, saat kita bakar semuanya dia tak akan selamat" ucap Jaden kembali.
" Kita sudah telat, semuanya persiapan sudah selesai, maka jangan tunda apapun lagi!" ucap Alex dingin sambil melihat sinis ke arah jesen.
BOMMM.......
Sebuah ledakan hebat berasal dari apartemen Vira.
__ADS_1
Inilah cara Alex dengan menghancurkan semua bukti sekaligus tempat kejadian perkara hingga rata dengan tanah dipenuhi dengan api yang membara.
Para penghuni apartemen itu sudah semuanya di selamatkan. Alex benar-benar sudah merencanakan skema ini agar meminimalisir korban.
Sebelumnya jesen dan anak buah yang lain telah memberikan kabar bahwa ada boom di apartemen mereka kepada seluruh penghuni apartemen dan membakar secara perlahan kamar yang sudah kosong.
Saat pemadam kebakaran datang, mereka berpakaian sama seperti pemadam kebakaran, Alex juga mengganti pakaiannya dengan jas anti api, dan menggendong Vira keluar dengan tergesa-gesa seolah-olah sedang menyelamatkan Vira.
Mereka langsung keluar dengan mobil ambulan dan mobil pemadam kebakaran tanpa ada yang curiga karena suasananya yang sudah kacau balau pada saat itu. Sungguh rencana yang tapi dan tersusun.
DI TEMPAT LAIN....
"Eriq!!!" teriak seorang pria dengan membawa ponselnya berlari ke arah Eriq.
"Ey!, Sammy carefully okey" kata Eriq pada sammy yang tengah berlari ke arahnya.
"what..." lanjut Eriq.
" Liat... bukankah apartemen xxx di itu tempat kamu dan rekanmu menginap?" kata Sammy sambil memberikan tablet yang iya bawa.
Eriq hanya mengangkat alisnya tak percaya tentang berita yang dia liat. Berita ini sangatlah besar sampai menjadi tren di daftar berita terkini. Hampir setengah lebih penghuni apartemen. Eriq melihat nama-nama orang yang selamat berharap ada nama Vira disana.
" Tapi aku tak menemukan nama Vira" kata Sammy saat mulai melihat kegundahan Eriq saat nama Vira belum juga ia temukan.
"What is this?, maybe she in danger now!" ucap Eriq pada Sammy, saat dia benar-benar tidak menemukan nama Vira dalam daftar nama korban yang selamat.
"I had to look it up maybe she was scared" kata Eriq sambil mengembalikan tablet milik Sammy dan bersiap untuk pergi.
"Tunggu eriq!! Mungkin dia hanya belum melapor, ingat ini hanyalah data sementara" kata Sammy sambil mencegah Eriq untuk pergi.
"Tenang lah..." lanjut Sammy
Eriq diam sebentar, dia tau dia khawatir tapi.... laporan ini tidak bisa ia tinggal begitu saja, ingat jiwa profesional sangat penting apalagi dia bukan hanya untuk dirinya sendiri.
"Okay..." kata Eriq sambil kembali duduk.
Dia berusaha tenang meski dalam hatinya sangat kacau.
Keesokan harinya, Eriq langsung pergi ke apartemennya yang sudah runtuh hampir rata dengan tanah. Dia memang tak menemukan apapun disana, dia langsung pergi ke posko tempat para korban hidup.
Benar-benar dia berusaha mencari Vira, bertanya-tanta kepada semua orang disana tapi... tak ada yang melihatnya. Eriq kemudian pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kehilangan Vira dalam kejadian kebakaran tersebut, dia tak menemukan Vira justru dia menemukan fakta yang Sabang mengejutkan.
Salah satu polisi mengatakan bahwa ini adalah kesengajaan. Hampir semua apartemen rusak karena kebakaran, dan kabar para saksi mereka diketuk oleh pelayan untuk keluar karena adanya boom, dan tak lama kemudian terdengar suara ledakan didalamnya.
__ADS_1
Mereka juga mengatakan bahwa menemukan sekitar lebih dari 20 kerangka manusia dewasa dengan jenis kelamin laki-laki, dan rata-rata mengalami luka tembak di kepala. Kemungkinan ini muncul saat mereka melakukan otopsi, dan mengungkapkan ciri-ciri yang jauh berbeda dari Vira.
"Vira where are you and what is this, why" ucap Eriq lirih karena putus asa.