
Setelah pulang dari danau, membuat Vira dan Alex tambah dekat. Mereka tersenyum dan berbicara serta saling mengasihi antara keduanya. Sesekali Vira memaksakan makanan untuk Alex layaknya ibu rumah tangga pada umumnya, dengan bantuan bibi An tentunya. Alex merasakan dirinya dengan Vira akan baik-baik saja, meski sesekali dia ragu saat Alex melihat kembali ke dalam kamar Vira dimana tempat yang membuat Vira kehilangan ingatanmu.
Hari ini pekerjaan Alex sangat banyak, bahkan dia harus bekerja lembur untuk menyelesaikannya. Vira hanya mondar-mandir di sekitar sofa dan pintu, saat dia tidak melihat tanda-tanda kepulangan Alex.
"Nyona... Sudah malam apakah anda tidak akan tidur dulu" tanya Frisca si pelayan pribadi Vira.
"Aku akan menunggu Alex sebentar lagi" ucap Vira dengan senyumnya.
Hanya anggukan dari Frisca, dengan tenang dia tetap menemani Vira menunggu Alex. Semakin malam masih tidak ada tanda-tanda Alex, kekhawatiran Vira kini tambah menjadi saja.
"Dia dimana" ucap Vira dengan penuh khawatir.
Tak lama setelah ucapannya, terdengar suara ketukan pintu yang membuat Vira berlari membukanya. Terlihat disana Jesen dengan sempoyongan memapah Alex yang terlihat sangat buruk keadaannya.
"Vira! Kau membukanya dengan cepat" ucap Jesen berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya.
"Jesen! Kau apakan Alex!" teriak Vira saat melihat kesadaran Alex.
__ADS_1
"Boleh aku jawab nanti? Aku tidak tau ternyata dia sangat berat" kata Jesen membenarkan posisinya.
Vira sadar kemudian meminta Jesen untuk membawa Alex ke kamarnya. Setelah memposisikan dengan benar, dan melepas jas dan sepatu milik Alex Vira menghampiri Jesen yang masih setengah sadar di dapur. Seketika tangan Vira melekat pada telinga Jesen, yang membuatnya sedikit meringis kesakitan.
"Vira! Kenapa!" teriak Jesen seketika.
"Apa yang kau lakukan dengan Alex ha!" teriak Vira.
"Tidak ada apa-apa" jawab Jesen pelan.
"Kau ini buat aku khawatir saja!" kata Jesen melepaskan jewerannya. Dengan cepat Vira menuangkan teh dengan madu untuk Jesen.
"Setelah minum tidurlah disini, aku tidak mengijinkan mu pergi dalam keadaan seperti ini" lanjut Vira.
"Terima kasih" kata Jesen cepat kemudian meneguk teh buatan Vira.
"Istirahatlah aku akan melihat Alex" Kata Vira seraya membawa secangkir teh ke kamarnya. Sesaat kepergian Vira ke kamarnya, terlihat senyum tipis pada wajah Jesen.
__ADS_1
"Aku pikir rencana kali ini akan berhasil" ucap Jesen sambil sesekali meminum teh miliknya.
Sesampainya di kamar, terlihat Alex yang masih terbaring di kasur dengan mata terpejam nya. Sesekali tangan Alex memijat dahinya dan kadang-kadang pula berganti posisi lainnya.
"Alex... Apa yang kau lakukan?" tanya Vira sambil menepuk dahinya. Terlihat wajah sedih Vira dengan melihat Alex.
"Vira... Itu kau sayang" ucap Alex memegang pipinya. Hanya senyuman merupakan jawaban dari Vira. Sesekali Vira membantu Alex bersender pada sisi ranjang agar bisa meminum tehnya. Hanya lengkuhan kecil yang tercipta dari Alex, lama kemudian masuk membenamkan mukanya pada leher Vira.
"Kau panas sekali" ucap Vira.
"Vira... Aku ingin melakukannya" ucap Alex meracau mulai meraba tubuh Vira.
"Kau kenapa?" tangan Vira mulai menyingkirkan tangan Alex pada tubuhnya.
"Kau menolak ku lagu ha? Apakah kau masih belum percaya padaku? Apa masalahmu?" Tanya Alex beruntun.
"Tidak Alex, hanya saja mungkin ini waktu yang kurang tepat" kata Vira mulai risih dengan perilaku Alex padanya. Melihat penolakan Vira, membuat Alex berhenti seketika. Tak lama kemudian Alex diam kemudian membaringkan tubuhnya membelakangi Vira.
__ADS_1
"Kapan kita melakukannya, sampai saat ini bahkan kita belum pernah melakukannya" ujar Alex.