In Your World

In Your World
PENGAKUAN


__ADS_3

Semua orang kini menatap kearah meja mereka. Dengan Alex yang masih berdiri, dengan tangan yang masih mengepal di meja. Nafas memburu Alex yang tidak teratur membuat suasana lebih berat dari sebelumnya. Vira hanya termenung, menatap Alex dengan wajah kesalnya.


"Apa...apa yang kau katakan" kata Alex dengan nafas berat.


Vira hanya diam, tak berbicara. Dia menatap Alex yang masih tertunduk. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Hingga Alex dengan kasar menyeret Vira pergi, sebelum mereka makan malam.


Alex terus mengemudi dengan cepat, bahkan dia mengemudi bukan arah rumah. Vira hanya dapat memegang sabuk pengamannya kuat, dia tak bisa berbicara karena terlalu takut. Bahkan kini mungkin saja detak jantungnya bisa di dengar tanpa perlu merasakan.


Sampainya di sebuah tempat yang cukup sepi. Tempat tersebut di tepi jalan, tapi sekarang bahkan dia tak melihat ada kendaraan yang melewatinya.

__ADS_1


"Bukankan kau mengatakan ingin pulang!, Pulanglah! Aku akan mengantarmu sampai tempat tinggal terkahir mu!" bentak Alex sambil mendorong Vira ke pinggir jalan, dimana terdapat tebing dengan sebuah pembatas jalan.


Vira menatap Alex dengan mata nanar, kemudian menatap baik ke arah tebing tersebut. Hanya hembusan nafas dalam yang Vira lakukan.


"Paman... apakah kau sungguh ingin aku meninggal?" tanya Vira seraya memegangi jembatan pembatasan tersebut.


"Bukankah kau yang menginginkannya!" bentak Alex kuat sekali lagi sambil mendorong Vira lebih jauh.


Tapi tepat sebelum jatuh, dengan cepat Alex memindahkan tangannya. Yang semula berada di bahu belakang untuk mendorong, kini ada di depan perut untuk menyangga. Bahkan kini Alex sudah memeluk Vira, dengan membenamkan wajahnya pada tengkuk Vira.

__ADS_1


Alex bahkan memeluknya kuat. Sangat dekat hingga membuat beberapa helai rambut Vira terkena nafasnya.


"Kau menang... Ya, kau memenangkannya" ucap Alex semakin membenamkan wajahnya pada tengkuk Vira.


"Kau menang, aku tak bisa menyangkalnya, kau menang" ucapan Alex seperti meracau sendiri.


"Bukankah kau seharusnya sadar mengapa aku memelukmu saat malam, bahkan saat kau tertidur dengan pulasnya. Bukankah kau harusnya sadar mengapa aku selalu menciummu, dan menggodamu di atas ranjang. Harusnya kau sadar aku tak ingin kau pulang, karena aku takut kehilangan. Aku bukanlah seorang yang akan meminta apalagi memohon, tapi ya aku kini melakukannya itu karena kamu. Ya, kau telah memenangkan nya" kata Alex panjang sambil terus memangkas jarak antara mereka, dengan mempererat pelukannya.


Vira termenung kaku mendengar perkataan Alex. Selain nafasnya yang membuat Vira tidak nyaman, pelukan Alex juga menambah kesan canggung bagi Vira.

__ADS_1


Vira hanya diam tanpa kata, membuat Alex memutar tubuh Vira hingga menghadap ke arahnya. Kemudian Alex memegang wajah Vira lembut, dan mengarahkan pada wajahnya.


"Jadi aku mohon, jangan meminta untuk pulang atau mencoba pergi dariku... Vira" Ucap Alex kemudian mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Vira. Ciuman lembut mulut Alex kepada Vira. Tangan Alex mulai memegangi kepala Vira untuk menyangga, dan menariknya agar lebih seimbang dengan tinggi tubuh Alex. Sesekali Alex melepaskan ciumannya, agar Vira dapat bernafas sejenak, tapi kemudian dia melanjutkannya dengan cara yang sama.


__ADS_2