In Your World

In Your World
Savira


__ADS_3

"Savira....." suara berat khas seorang laki-laki, manggil namanya. Sontak Vira menoleh dan melihat siapa orang tersebut. Tak disangka ternyata dia adalah orang yang tadi dia tabrak saat menelfon kakanya.


'*D*uh nih jangan-jangan mau minta tanggung jawab, eh.. tapi kan ya barangku yang jatuh bukan punya dia kenapa aku yang nanggung coba..' kata Vira batin.


"Hai... Savira kan.." ujar laki-laki itu dan mengulurkan tangan.


" Ah.... iya" jawab Vira lembut dan menerima uluran tangan tersebut.


" Kenalin Eriq... Teman kelompok kamu"


" Ha?!... Maaf?"


"Hah... Maksudku teman kelompok membuat laporan pertukaran mahasiswa nanti". Setelah mendengar ucapan tersebut, Vira menjadi sangat bingung.


'*D*ia darimana tau kalo aku ngikut pertukaran mahasiswa?, Ampe dibilang satu tugas lagi ' ucap batin Vira.


"Hump... Okelah sampai jumpa Vira.... Inget nama aku ya...." Eriq pergi dengan santainya dan meninggalkan vira dengan ucapan misterius nya.


Vira hanya melihat kepergian Eriq dengan beragam pertanyaan yang menyelimuti pikirannya saat ini.


FLASHBACK ERIQ.........


"Kenapa kamu masuk aku belum mempersilahkan mu" tanya esten tegas kepada seorang mahasiswa laki-laki yang kini tengah masuk ke ruangannya.


Eriq dengan santainya melangkah masuk dan duduk di tempat tepat di depan meja esten.


"Ayolah apakah harus se-formal itu... Ayah" jawab eriq dengan santai tapi masih dengan tatapan tajam, kearah esten.

__ADS_1


"Meskipun aku ayahmu tetap saja kamu harus ingat, sekarang aku adalah dosenmu" jawab esten dengan membalas tatapan Eriq. Tangan esten ditekuk di meja dengan siku sebagai tumpuan nya, jari jemarinya disatukan untuk menopang dagu saat dia menatap ke arah Eriq.


" Jika benar kau adalah ayahku tanyakan pada dirimu apakah kau selama ini sudah seperti lainya ayah.." jawab eriq dengan menatap terus ke arah esten dengan gaya yang menirukan esten.


Saling berbalas tatapan tajam antara ayah dan anak ini mulai berlangsung, dengan ego yang sama-sama besar Meraka menatap. Rasa tak ada menghormati dan sayang antara keduanya hanya tatapan kosong yang tajam mengarah ke keduanya.


Kemudian terdengar suara tarikan nafas dari esten, ya... Dia sudah sangat malas berdebat dengan anaknya itu, apalagi sudah dikaitkan dengan sisilah ego yang dia turunkan kepada anaknya sudah dia tau jelas betapa besar ego anaknya itu.


"Apa yang kau inginkan" tanya esten lugas keada Eriq dengan bersandar pada kursinya tapi masih mempertahankan sikap dinginnya.


"Sku ingin satu kelompok dengan perempuan itu"


"Siapa "


"Dia anak yang mengikuti pertukaran mahasiswa"


"Siapa lagi jika bukan anak yang baru saja keluar dari ruangan mu, dengan girang hingga tidak melihat jalan. apakah anda dapat mengelak bahwa dia tdk mengikuti pertukaran mahasiswa?"


Esten menarik nafasnya, tentu saja dia langsung paham siapa yang dimaksudkan oleh anaknya itu.


"Namanya Vira, Savira Fikolbi. mungkin itu adalah sebuah informasi kosong bagimu tapi aku sarankan kenal dulu orang nya"


Tanpa pikir panjang Eriq langsung beranjak dari kursinya dan berjalan keluar.


"Terimakasih" itu adalah kata yang terakhir dia tinggalkan sebelum keluar meninggalkan ruangan esten.


Saat eriq keluar tanpa sadar esten sedikit mengukirkan senyuman melihat kepergian Eriq; Esten mulai membuka sebuah foto lama dan melihat orang di dalamnya lekat.

__ADS_1


"Sungguh Silvi saat anakmu disini aku selalu ingin merakasakn muda lagi."


FLASHBACK ERIQ END..........


________________________________


__________________________


Pagi ini Vira berlari kencang ke arah ruangan Mr.Esten. karena pagi-pagi sekali vira mendapat e-mail bahwah dirinya harus ke ruangan Mr. Esten sebelum pukul 08.00, dan sekarang apa sudah hampir pukul 08.15.


" Permisi Mr. apakah anda memanggil saya... Maaf saya terlambat" ujar Vira sambil menunggu di ambang pintu sebelum dipersilahkan masuk.


Esten hanya melihat Vira sekilas dan mulai melihat ke arah laptop kembali.


" Vira... Duduk sini" pinta Esten sambil mengkode agar Vira cepat masuk.


Esten hanya menopang dagu di tangannya, dan ingin mulai berpikir keras apa yang harus dia lakukan kepada Vira.


"Kamu kenapa telat?!!, jam berapa sekarang ini!" ucap Esten dengan nada dingin.


"Maaf Mr. saya baru menerima email tadi pagi, dan hp saya mati jadi tidak bisa digunakan, saya juga hanya ada jadwal siang jadi gak terlalu ingin berangkat pagi"


"Hmmm kamu berniat untuk kuliah tidak?!"


" Yes sir.. but"


" Apa?! " esten mulai

__ADS_1


__ADS_2