In Your World

In Your World
Eriq


__ADS_3

Vira hanya menunduk lesu.


Dia tak tau harus mengatakan apa, ya memang Vira tidak mau disalahkan sepenuhnya tapi ya bagaimana dia tak bisa berbuat apa-apa dengan dosenya ini.


"Ini.." ucap esten sambil menyodorkan sebuah amplop putih.


"Surat keterangan, minta tanda tangan orang tua atau wali oke; saya harap bisa dikembalikan lagi ke saya secepatnya" lanjut esten dengan nada datarnya.


"I...I...Iya Mr." jawba Vira gugup.


"Oh ya, satu hal lagi; apa kamu tau siapa temen sekelompok mu nanti"


" Tentu tidak Mr. Memang sudah dibagi?"


" Belum; ini saya memberitahu kamu gara-gara anak yang akan sekelompok dengan kamu yaitu putraku"


'Nani!!, what man!!! Mr esten dah menikah?!!!, tapi dalam status nya masih lajang setau ku, ya... meski menginjak kepala empat lebih demo...'


kata Vira dalam hati


Vira haya bisa terbelalak tak paham,


tentu saja, banyak yang mengira esten belum menikah. ya karena kemanapun dia sendiri.


"Apa" ucap esten dingin membuyarkan semua fikiran Vira.


"Kamu kira saya masih lajang?; istri saya meninggal saat anak saya masih kecil, dia di urus oleh ibu saya di Bandung tentu saja banyak yang tidak tau kalo saya sudah punya istri bahkan anak ;PAHAM!" lanjut esten.


"Eh?!, I...I...Iya pak" jawab Vira gugup.


"Apa kau kenal dia"


"Tentu tidak pak, maksud ku belum tau; mungkin karena belum pernah bertemu dan mengetahui kalau ba-pak pu-nya a-nak"


'*W*ow aku terkejut eriq belum melakukan apapun,


saat dia sudah tau nama bahkan anaknya' ujar esten dalam hati


"Apa!!..." ucap seorang dari arah luar.


" Vir- kemaren aja kita ketemu, di taman sekolah kamu lupa?!" ujar eriq yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan esten tanpa mengetuk pintu.


" Ya ampun eriq bisakah kau setidaknya memiliki sedikit sopan santun dengan mengetuk pintu!" ujar esten dengan nada tinggi sambil berdiri dari kursinya.


" Iyakah ayah..?, Sejak kapan kau mengajariku sopan santun" ucap eriq tak kalah tingginya.

__ADS_1


Vira hanya duduk diam, terdiam


dia tak tau harus melakukan apa sekarang, ya di antara perseteruan ayah dan anak yang sama-sama memiliki ego yang besar.


"Viravambil amplop ini dan keluar, bawa anak ini" ucap Esten kepada Vira sambil menyodorkan sebuah amplop dengan nada yang mengusir.


Vira menerima amplop tersebut dan pergi dari ruangan secepat, karena rasa takutnya. Namun saat sudah agak jauh justru tangan Vira terasa ada yang memegangi dari belakang.


Ternyata itu adalah Eriq. tanpa Vira sadari ternyata dari tadi Eriq membuntutinya dari belakangnya.


Vira rasa sangat terkejut, entah bagaimana bisa eriq bisa mengikuti nya dari tadi tanpa dia sadari.


"Maaf!" ucap Vira dengan nada yang sedikit tinggi saat eriq tiba-tiba memegang tangannya.


" Kamu benar keterlaluan sekali vir, ucap tak kenal padahal baru aja ketemu kemaren" kata eriq dengan terus menahan lengan vira.


"Maaf"


"Kamu gak tau apa kalo kelompoknya udh dibagi?" tanya Eriq kepada Vira.


" Ha?!!" Vira langsung membulatkan mata tanda terkejut. Dia tidak heran sangat tertinggal informasi, ya karena informanya hanya si dosennya Esten saja. Dia tak pernah memberi tau apapun kecuali sebuah email hanya untuk mengambil amplop ini.


Eriq yang melihat ekspresi terkejut dari Vira langsung paham bahwa Vira tak tau tentang pembagian kelompok tersebut. Eriq langsung saja menarik tangan Vira entah akan dibawa kemana


"Lepas!!" ucap Vira saat Eriq menariknya.


" Liat?, kelompoknya udah dibagi Vira" ucap Eriq pada Vira sambil menunjuk sebuah kertas warna putih bergaris membentuk sebuah tabel. Dimana terdapat nama-nama maka yang akan mengikuti program pertukaran pelajar tersebut.


Dilihatnya sebuah nama yang dia kenal


ERIQ MAXILIUM ESTEN dan SAVIRA FIKOLBI.


' ternyata benar dia anak Mr. esten, bahkan marganya ada di dalam namanya' ucap Vira batin saat menemukan dirinya satu kelompok dengan eriq.


' tunggu sebentar Mr. esten sebelumnya pernah mengatakan aku akan satu kelompok dengan anaknya jangan-jangan...' batin sambil membuka amplop yang dia pegang pemberian Mr. Esten.


Ternyata benar, dalam amplop putih tersebut selain terdapat surat keterangan juga terdapat surat pembagian kelompok yang sama seperti di papan pengumuman.


"Udah terkejutnya" ujar eriq membuyarkan fikiran Vira yang sedang asyik dalam dunianya sendiri.


Vira hanya mengangguk pelan dan berniat pergi dari tempat tersebut karena tidak ada hal yang harus dia lakukan. tapi lagi-lagi eriq menahan tangannya saat Vira bersiap pergi.


" Vira mau kemana, tak mau berbincang dulu denganku?" ujar eriq saat menahan tangan Vira.


"Eh?!, Vira mau ke kelas" ucap Vira santai.

__ADS_1


"Memang ada kelas pagi?" tanya eriq yang semakin lama semakin nyolot saja.


"Anu... tidak" jawab Vira gugup.


"Makan pagi menjelang siang mau?" tanya eriq lagi.


Tapi sebelum Vira menjawab pertanyaan Eriq, justru dia sudah dibawa lagi. 'dih tak sopan sekali' batin Vira saat Eriq membawanya pergi tanpa meminta persetujuan dari vira.


Saat sudah sampai di tempat makan yang berada dekat kampus mereka langsung memilih makanan dan makam dengan suasana hening tanpa ada yang berbicara diantara mereka berdua.


" Vira gk percaya ya aku ini anak dosen Esten" tanya eriq memecah keheningan antara mereka.


"Eh?!, bukan itu... awalnya Vira gak percaya, tapi saat melihat nama marga ternyata marga Mr. Esten ada pada Eriq jadi kemungkinan Eriq putranya Mr. Esten kan" jawab Vira panjang tak ingin terlihat gugup.


"Kenapa gak percaya dari awal" tanya eriq kembali dan semakin menginterogasi.


"Eumm, maaf pertamanya Vira kira Mr. eriq masih lajang ternyata sudah memiliki putra dan berumah tangga" jawab Vira sebisa mungkin agar tidak menyinggung perasaan eriq.


"Tentu saja Vira tak tau, mama sama papa juga belum menikah" kata eriq spontan begitu saja.


"Ha?!" ujar Vira terkejut. '*A*nak seganteng ini hasil luar nikah?!!' lanjut vira dalam hati.


"Maaf" lanjut Vira saat sadar akan ucapannya tadi.


"Tidak apa-apa, mungkin itu juga bukan hal yang baru bagi saya" kata Eriq santai.


Vira semakin merasa tak enak hati pada eriq, tentu saja itu bukanlah hal yang baik untuk diucapkan.


" Jadi... Mrs. esten tinggal dimana, Vira belum pernah melihatnya" tanya vira mencoba menetralkan suasana kembali.


"Mama sudah meninggal saat aku usia sekitar 7 tahun" jawab Eriq singkat.


*D*eg.....


Jantung Vira kembali berdegup kencang saat ia mengucapkan hal yang salah untuk kedua kalinya.


"Maaf" ucap Vira dengan nada penyesalan.


"Tidak apa-apa, mama dan papa tidak menikah karena beda agama, papa juga jadi mualaf setelah mama meninggal" ujar Eriq membuka sebuah cerita tentang dirinya.


Ya Vira hanya diam tanpa kata, daripada dia salah berucap kembali, tak apa jika tidak menjadi perespon yang baik setidaknya jadi pendengar pun tidak masalah.


"Mama hamil Eriq saat usia 19 tahun, seperti nya semester awal masuk kuliah, mama dan papa pacaran cukup lama tanpa diketahui oleh Oma dan opa. Ya... karena mama dan papa beda agama, tapi juga karena mama bukankah dari keluarga terpandang seperti papa dan mama hanya anak yang sudah tidak memiliki orang tua. Saat mama hamil mama memutuskan putus kuliah hanya untuk merawat Eriq sedangkan papa tetap kuliah, mama juga bekerja di sebuah kafe milik temanya meskipun papa juga kadang kasih uang" cerita eriq terhenti sebentar saat dia memakan makanannya.


"Karena Oma dan opa awalnya tak tau, jadi mereka tetap tidak merestui hubungan mama papa bahkan saat mama hamil muda. Mama papa menuruti perkataan Oma dan opa gara-gara ayah masih kuliah dan belum bisa membiayai hidup sendiri. Papa kuliah S1 empat tahun dan S2 juga empat tahun, saat papa menjadi dosen dia berniat menjadi mualaf karena sudah tidak terkekang oleh keluarganya. Tapi sayang ternyata mama mati muda karena kangker yang ia derita. Papa menjadi dingin seperti sekarang marah-marah setiap saat hingga akhirnya aku dirawat oleh Oma opa dan dijadikan anak angkat oleh papa kandungku sendiri" lanjut eriq menyelesaikan ceritanya.

__ADS_1


Vira hanya diam tak tau harus mengatakan apa, tubuhnya menegang mengetahui siapa Eriq sebenarnya. Pertanyaan satu persatu terjawab begitu saja dengan cerita eriq barusan. Sungguh diamnya Savira karena tak tau mau berkomentar apa.


__ADS_2