
Vira terus saja mondar-mandir di dalam kamarnya, dia melihat sekeliling rumah dari balik jendela, dia dan menemukan apapun tentu saja karena di luar jendela nya suasananya sungguh aneh bahkan tak ada bangunan yang dapat Vira kenali.
Vira mulai membuka ponsel miliknya, mencari sebuah nomer yang ada disana. Alex, nomer dengan nama itulah yang Vira pilih untuk mengirim pesan.
Chat room...
Paman, ini aku...
Apakah kau ada waktu?
ya?
Ada apa?
Apakah ini sesuatu yang penting?
Aku di tengah rapat!
Ah.., maaf
Bisakah kau pulang untuk makan siang?
Aku akan memasak makanan
Tentu
Chat room end..
"Yosh, tahap satu selesai" ucap Vira kegirangan sambil turun bersiap untuk memasak.
Sedangkan di sisi lain, Alex masih tersenyum sendiri
sambil terus menunggu jawaban dari pesannya.
"Alex!, apakah kau sakit?" tanya jesen melihat kelakuan absurd Alex.
"Diam!" kata Alex dingin.
Jesen hanya menaikkan bahu dan meninggalkan beberapa berkas kemudian pergi dari ruangan Alex. Jesen hanya menggeleng pelan, anak tua ini sedang dalam tahapan masa remaja yang lamban.
"Dasar!" kata jesen saat sudah di luar.
Dirumah, Vira terus saja sibuk memasak makanan yang Alex suka, dengan bantuan bibi An tentunya. Meskipun dia tak pandai memasak, tapi bisalah dia membuat sebuah makanan.
__ADS_1
Saat jam makan siang tiba, Alex buru-buru pulang kerumahnya. Saat sampai dia sudah di sambut oleh Vira sambil menggandeng tangannya.
"Hai Paman, terimakasih sudah pulang" kata Vira sambil terus menggandeng Alex dan membawanya ke meja makan.
"Heh!" ucap Alex dingin menutupi rasa malunya.
Saat sampai di ruang makan, ternyata Vira sudah bilang pada paman Hans untuk menyisakan waktunya berdua hanya dengan Alex. Tentu saja untuk menjalankan rencananya.
' Oh, ini seperti kencan' kata Alex batin.
"Makanlah paman, ini semua aku yang buat☺️" kata Vira dengan senyum manisnya.
Tentu saja Alex tak menjawab pertanyaan Vira, dia hanya sibuk makan dan mencicipi setiap masakan Vira.
"Apakah rasanya enak?" tanya Vira mulai menjalankan rencananya.
"Lumayan"
"Bagaimana dengan steak ya?, apakah enak?"
"Hem" jawab Alex sambil terus makan.
"Aku juga membuat puding sebagai penutup nya, apakah kau mau memakannya?"
"Tentu saja"
"Ya"
"Bagaimana dengan ayamnya apakah kau suka?"
"Ya"
"Aku harap kau menyukai makanannya, karena aku memasak dengan cara yang berbeda"
"tentu saja"
"Apakah kau menikmatinya?"
"Iya"
"Aku bisa memasak nya lagi apakah kau mau?"
"Ya"
__ADS_1
"Tapi sebelum itu, aku butuh bantuan mu"
"Apa"
"Bisakah kau mengantar ku pulang?"
"Ya"
"Baiklah, aku akan memasak makan malam nantinya"
"Tentu"
Senyum puas tercipta di bibir Vira, dia tak menyangka akan semudah ini membodohi nya.
Vira mulai menghela nafas untuk mengatur pertanyaan yang sebenarnya.
"Kau makan cukup lahap bukan?, bukankah rasanya enak?, sesuai kataku aku akan memasaknya lagi untukmu. Ha..., seorang Alexander Decolix tidak pernah menarik kata-katanya iya kan?" kata Vira dengan nada serius nya.
"Tentu saja"
"Jadi... kapan kau bisa mengantarkan aku pulang" kata Vira dengan nada yang tenang meskipun hatinya penuh keraguan.
Alex yang semula makan dengan lahap, kini menghentikan makanya. Dia mulai tersadar akan pertanyaan yang Vira ajukan, dan dia paham akan jebakan yang Vira rencanakan.
"Heh!, kau sudah merencanakan ini semuanya kan?, *****!" kata Alex dengan senyum pahitnya.
"☺️" Vira hanya menjawab dengan senyum tulus dan kemenangan nya, dia paham sekarang dia dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, maka dari itu dia mencoba untuk tetap tenang.
"Heh!, menukarkan makanan dengan kebebasan bukankah itu sesuatu yang melakukan!"
kata Alex sambil memegang kuat garpu dan sendok nya.
"Kapan?" tanya Vira kembali, sambil mencoba tetap tenang.
"Never!" ucap Alex membanting garpu dan sendok ya kemudian bergegas pergi.
Tapi, sebelum pergi tangan Alex di tahan oleh Vira.
"Bukankah kau seorang tak akan pernah menarik kata-katanya!, kenapa sekarang berbeda?!, ini membuktikan bahwa memang kau tak akan pernah memegang omongan mu sendiri!" kata Vira memberanikan diri.
BRAKKKKKK......
Suara meja yang terbalik karena Alex, terdengar sampai keluar.
__ADS_1
"Dengar!, andai saja aku tak memegang omonganku pasti aku akan menyakitimu sama seperti waktu itu!" kata Alex tegas.