In Your World

In Your World
AWAL....


__ADS_3

Setelah mendengarkan penjelasan dari Ken, membuat Alex berfikir sejenak. Meski Vira memang kehilangan ingatannya, tapi tak ada salahnya untuk mengulang semua dari awal. Tapi... Apakah akan lebih baik memulai dengan kebohongan? Ragu Alex saat mendengarkan semua penjelasan Ken.


Sembari berfikir Alex terus melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Vira. Saat masuk Alex terkejut dengan keadaan Vira yang kini sudah terduduk bersandar di tepi tempat tidurnya, dan sedang bercanda dengan Jesen di sana.


'Apa yang dia lakukan' batin Alex geram tidak suka dengan perilaku Jesen.


Seketika senyuman yang Vira lakukan, kini kembali hilang saat melihat Alex datang. Suasana canggung terjadi, dimana Vira hanya diam memandang Alex yang masih berdiri di ambang pintu ruangannya.


"Kaka lama sekali kau kembali, lihat Vira sedang mencoba mengingatmu lagi" ujar Jesen tiba-tiba menyadari suasana canggung yang terjadi.


"Kaka Kemarilah dan Vira kau ingat dia? Dia Alex suamimu dan juga kakakku, sebelumnya aku pernah menceritakan tentang dia bukan?" lanjut Jesen dengan menarik Alex masuk.


Seketika suasana canggung terjadi, apalagi setelah Jesen mengatakan semua yang membuat Alex cukup terkejut dibuatnya.

__ADS_1


"Dengar Vira sudah aku bilang kakakku ini tidak pandai berbicara, sudah Alex kau duduk dengan tenang dan mulai berbicara dengan Vira" kata Jesen kembali sambil mendudukkan Alex di tepi tempat tidur. Tak lama kemudian Alex menepuk pundak Jesen, dan mulai meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan.


Keheningan tercipta, tidak ada satupun kata yang keluar dari keduanya Hanya hembusan nafas pelan, menandakan salah satu dari mereka akan mulai berbicara.


"Apakah masih sakit?" tanya Alex mencoba membuka pembicaraan.


"Tidak terlalu" jawab Vira pelan. Tapi suara pelan itu yang membuat Alex mulai memperhatikan wajah Vira. Lama sekali dia tidak mendengar suaranya, apalagi saat dia mulai menjawab dengan normal tanpa paksaan, tanpa air mata, dan tanpa teriakan.


"Apakah ada yang salah?" tanya Vira tiba-tiba saat mulai sadar di pandangi Alex dalam waktu yang lama.


BLUSH....


Pipi Vira kini dengan jelas merona merah, biar tadi dia sudah berbincang banyak dengan Jesen tapi entah kenapa saat dengan Alex Vira baru mrasakan nya.

__ADS_1


"Maafkan aku" ucap Vira perlahan sambil memegang tangan Alex yang masih di kepalanya. Terlihat mata Vira mulai berair, membuat Alex salah tingkah seketika.


"Vira, kenapa?" tanya Alex takut karena Vira kini mulai meneteskan air matanya. Vira hanya menunduk, kemudian menggeleng pelan.


"Maafkan aku... Alex, aku melupakanmu juga" ucap Vira seraya menangis pelan.


Entah kenapa kini justru senyuman terukir dari bibir Alex. Perlahan tangannya yang di pegang oleh Vira, dia pindahkan ke pipinya agar membuat Vira menatapnya.


"Tidak apa-apa, mari kita ulang semuanya dari awal ya... Vira" ucap Alex sambil mengelus pipi Vira pelan. Lama mengelus pipi Vira dan melihat manik matanya, pikiran liar Alex mulai bekerja.


Alex kini mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Vira, perbedaannya disini adalah Vira kini mulai menerimanya dengan menutup matanya. Ini memang bukan seperti Vira yang mau di cium karena paksaan ataupun dalam keadaan tidak sadar, tapi ini yang membuat Alex lebih bebas dan merasakan kenikmatan yang sebenarnya.


Tak lama kemudian suara ketukan pintu dari luar membuat mereka berhenti seketika.

__ADS_1


"Hey! Dia baru saja sadar bukankah hal yang buruk untuk melakukannya sekarang?" ujar seorang pria, yang ternyata Ken yang sudah melihat hampir semua kejadiannya.


__ADS_2