
" Alex..., namaku adalah Alex bukan tuan. Kau hanya perlu memanggilku dengan sebutan Alex bukan tuan, kecuali kau mau jadi pembantuku kau boleh memanggilku dengan sebutan tuan itu"
'ha?!!!! pembantu!!!, orang dia juga numpang suruh-suruh jadi pembantu' gerutu Vira dalam hati.
"Hey!! Kau mendengarkan ku tidak?!!!" bentak Alex kepada Vira sambil sedikit mengencangkan pegangannya pada pergelangan tangan Vira. Vira hanya meringis kesakitan saat Alex melakukan hal itu kepadanya.
"Aku tanya kau mendengarkan tidak" tanya Alex kembali. Vira hanya diam tanpa kata dan terus memalingkan wajahnya. Dia benar-benar tidak ingin berbicara dengan si tidak tau diri macam Alex. Vira terus mengumpat dalam hati, tak berani berbicara. Tapi tidak berani menatap langsung Alex.
"Kau diberikan mulut yang lembut dan manis untuk berbicara, atau aku gunakan untuk hal yang lain" ucap Alex dengan dingin.
" Ha?!" ucap kaget Vira sambil memalingkan wajahnya terkejut mendengar ucapan Alex. Tanpa sadar muka mereka tepat bertatapan; diam... Hening...
Tak ada satupun dari mereka, hanya tatapan terkejut dan saling mengagumi satu sama lain. Mata biru Alex terus menatap mata coklat milik Vira, dia menatapnya lekat-lekat tanpa bicara.
cup...
Sebuah kecupan singkat bibir Alex di bibir mungil milik Vira. Vira dibuat terkejut untuk kedua kalinya. Kini dia tak bisa berbicara apa-apa. Mukanya panas terhadap perlakuan Alex padanya. Namun Vira juga merasa tidak nyaman dengan tangan Alex kuat memegang tangannya.
"Bicaralah atau aku akan melakukannya" kata Alex yang kini memegang muka Vira.
__ADS_1
"Pergilah" ucap Vira lirih saat dia berhasil memberanikan diri.
Alex diam tanpa kata, tapi dia terus saja menatap Vira lekat. Vira merasa sangat Canggung dengan perlakuan Alex pada dirinya. Dia ingin memalingkan wajahnya namun Alex selalu saja menahan dengan tangannya.
"Kau ingin aku pergi?" tanya Alex setelah lama berdiam.
"Iya" jawab Vira singkat.
"Jika iya kenapa kau tidak bisa menatap ku?" tanya Alex kembali
"Aku tak bisa menatap mu jika kau terus menatapku dengan tatapan seperti itu" gumam Vira pelan hingga Alex pun tak bisa mendengar nya.
"Eh?!!, bukan apa-apa" jawab Vira seketika.
"Jawab dengan benar, jika kau ingin aku pergi kenapa kau membawaku kesini?!" Alex terus saja memojokkan Vira dengan pertanyaan dan perbuatannya. Vira ingin menghindar karena ini adalah keadaan yang sangat tidak nyaman.
"Aku membawamu ke sini karena kau terluka parah saat itu! Aku tak pernah mengharapkan kau menjadi tak tau diri dan terima kasih macam ini!!" ucap Vira dengan nada tinggi karena frustasi selalu di pojokan oleh Alex. Alex diam sejenak dan sesaat kemudian memegang dagu Vira kuat.
"Dengar manis, jika aku tak tau diri dan tak tau terima kasih pasti aku sudah menghabisimu saat ini karena telah berani melihat kejadian malam itu, dan satu lagi... kau melihat semuanya, semuanya!!" ucap Alex dingin dan geram sambil terus memegang kuat dagu Vira. Vira merasa sangat kesakitan. dagunya di cekal kuat oleh Alex. Dia tak bisa apapun hanya diam dan menangis.
__ADS_1
Alex yang tak tahan melihat Vira menangis kemudian melepaskan cengkraman nya dan mulai memang dagu Vira bekas cengkraman nya tadi dan mulai mengelus nya lembut. Sangat aneh tapi menakutkan, ada orang macam Alex yang memperlakukan hal-hal lembut setelah menyakiti seseorang.
"Dengar sini, aku tak akan menyakitimu lagi jika kau mau mengadakan perjanjian dengan ku" ucap Alex dingin dan terus mengusap dagu Vira yang memerah karena ulahnya tadi. Vira hanya diam, benar-benar diam dan tak berniat menjawab apapun.
"Dengar manis, kamu itu terlalu lembut dan kenyal untuk aku sakiti, jadi jawablah selagi aku masih berbaik hati" lanjut Alex dengan sedikit memainkan pipi dan dagu Vira.
"Apa" ucap Vira singkat.
"Ohhh, seperti itulah, jadilah kelinci yang baik dan menurut ya" ucap Alex girang dan mengusap kepala Vira.
Vira merasa aneh dengan Alex. Kadang dia jahat, baik kadang juga ceria. memikirkannya saja membuat Vira takut apalagi sekarang ini dia sedang bersama dengan orang yang seperti itu.
Alex kemudian duduk manis di lantai, menyejajarkan dirinya dengan Vira. mencoba serilex mungkin untuk mendapat kesan yang pas.
"Jadi manisku aku cuma butuh tempat tinggal semala 3 atau 4 hari disini, bolehkah?" ucap Alex lembut.
"Bagaimana jika aku menolak pun kau akan marah nanti" gumam Vira.
" APA!!!" bentak Alex.
__ADS_1
"Eh?! bukan apa-apa"