In Your World

In Your World
In your world


__ADS_3

Alex langsung bergegas keluar dari kamar Vira, dengan hati-hati tak ingin membuat Vira terbangun. Saat keluar kamar, Alex langsung mengambil pisau dari dapur dan langsung pergi ke balik pintu apartemen.


Dalam apartemen, Alex mendengar suara langkah kaki yang banyak. 'sudah dipastikan mereka datang, dimana kau jesen!!!' ucap Alex batin sambil bersiap.


Dalam sekali dobrakan Alex langsung menancapkan pisaunya kepada seseorang yang masuk mengambil senjata nya dan mulai membuatnya berdiri sebagai tameng untuk dirinya sendiri agar tidak tertembak.


DOR......


DOR.....


DOR....


Suara khas tembakan semakin menjadi di apartemen Vira.


"paman Alex... kau..."


VIRA PROV......


Malam ini entah kenapa sangat berisik sekali, seperti ada meriam yang menghujam di dalam apartemen ku. Dalam bayang-bayang bawah lantai yang menyelinap di antara bawah pintu aku melihat sepertinya sedang banyak tamu.


Ada apa.... tanyaku batin.


Aku mulai membuka pintu dan langsung membulat kan mata. Bagaimana tidak?!!!, aku melihat paman Alex yang sedang memegang senjata di tangan kanannya serta beberapa orang asing yang sudah terguling di sekitarnya.


"Paman Alex... kau..." ucapku dengan nada serak khas orang bangun tidur.

__ADS_1


Dia seperti kaget yang melihatku terbangun di antara party nya, langsung saja dia berlari ke arahku dan mulai menarikku dari ambang pintu apartemen.


Kemudian dengan kasar dia membuatku tertunduk seperti orang yang sedang meminta maaf. Aku di dudukkan di antara mayat-mayat yang berserakan dengan penuh darah dan luka tembak dimana-mana.


Aku melihat sekeliling dan mulai terhenti saat melihat ke arah paman Alex dimana tepat aku merasakan sebuah pistol tepat berada di dahiku.


"Diamlah atau kau ingin diam untuk selamanya" katanya dingin padaku


deg...


VIRA PROV END...


"Diamlah atau kau ingin diam untuk selamanya"


Vira ingin tidak mempercayainya tapi memang inilah keadaan yang sebenarnya.


Hanya dapat berharap,tapi harapannya hilang seketika.


Dengan mata sembab dan sayu Vira menatap ke arah pria itu, ditangannya terdapat pistol dengan peluru yang siap ditembakkan kapan saja.


"Ya seharusnya kamu tau ada harga yang harus dibayar untuk menjadi seorang warga negara yang baik" dengan tatapan penuh kesombongan.


DORRR ......


"AAAKKKK" teriak Vira keras sambil menutupi telinganya yang sangat sakit karena suara tembakan tadi.

__ADS_1


Vira kira Alex akan menembaknya, tapi saat dia tak merasakan apapun Vira mulai membuka matanya perlahan dan.... bomm, terdapat ceceran darah di tubuh bagian kirinya, Vira mengamati setiap badanya dan tidak terdapat tanda-tanda luka bahkan rasa sakit yang iya rasa.


brukkk.....


Seseorang tiba-tiba saja jatuh di samping vira dengan darah yang sudah mengalir kemana-mana.


"Aaaaaaaa" teriak Vira sangat kuat-kuat, sambil sedikit tersendat-sendat.


Vira tak tau apa yang terjadi, tapi iya yakini ini bukanlah hal yang baik. Kemudian tangan kekar Alex mulai menutupi mulut Vira dan dia mulai mendekatkan mukanya dengan Vira.


Hush.... Deru nafas Alex yang kini sudah terasa di telinga Vira.


"Don't scream baby...or the neighbors will be woken up...because of the screaming..." ucap Alex lirih tepat di telinga Vira.


Hal tersebut membuat Vira salah tingkah, dirinya mengejang seketika, membuat nafasnya tak teratur, mulai tertunduk dan bersandar pada pundak Alex.


Saat Vira tertunduk dia sangat berpikir keras.


Vira tak habis pikir tentang apa yang Alex katakan.


Bahkan teriakan nya tidak sekeras peluru yang telah dilontarkan Alex sedari tadi.


"Yeah... Welcome to my world" lanjut Alex dengan melakukan hal yang sama, dan mulai memeluk kepala Vira.Vira tak tau mengapa Alex melakukan hal tersebut padanya tapi itu sungguh membuatnya tak nyaman.


"In...In your world?"

__ADS_1


__ADS_2