
Sudah beberapa minggu berlalu, tapi tidak ada tanda-tanda Vira akan membuka matanya. Entah apa yang dipikirkan Alex sekarang, dia hanya duduk terdiam sambil terus memegang tangan Vira dan sesekali menciumnya.
Pekerjaannya kini mulai terbengkalai, bahkan untuk urusan dirinya sendiri dia mulai tidak peduli. Tapi perlahan pasti Alex mulai merasakan pergerakan dari jari-jari tangan Vira. Bergegas Alex berlari keluar untuk menemui Jesen yang masih sibuk dengan laptopnya.
"Jes!" teriak Alex saat dirinya sudah diambang pintu ruangan Vira. Terlihat Jesen yang masih sibuk dengan laptopnya langsung menatap kearah Alex. Dari pandangan Alex saja, Jesen langsung berlari mencari Ken karena sudah paham apa yang Alex inginkan.
Setelah melihat Jesen pergi, segera Alex kembali ke dalam ruangan dan langsung memegang tangan Vira.
"Syukurlah, kau bangun juga" ucap Alex dengan tangan yang terus memegang tangan Vira sambil menggosoknya perlahan.
"Aku lelah, aku... " ucap Alex dengan nada getar tak tau harus berbicara apa. Semakin lama Alex semakin bisa menormalkan nafasnya, yang semula sangat memburu.
__ADS_1
"Pergilah, jangan kau takuti dia" ucap Ken setelah sampai di ruangan Vira. Seketika Ken langsung menjauhkan Alex dari Vira, kemudian langsung memeriksa keadaan Vira dengan sigap. Hanya decakkan pelan yang Alex lakukan, tak berani menjawab apalagi marah.
"Selamat datang kembali... Vira" ucap Ken dengan nada lembut dan senyum manisnya. Meski tak ada jawaban apapun dari Vira, Ken tau kini keadaannya sudah membaik dari sebelumnya. Mendengarkan perkataan Ken, membuat Alex mendekati Ken dengan segera.
"Dia pasti akan baik-baik saja" ucap Ken karena sedikit risih dengan perilaku Alex. Jesen yang paham dengan keadaan perilaku mereka, hanya bisa menarik Alex agar sedikit menjauh dari Ken.
"Kau diam atau kau akan di tendang dia keluar" ucap Jesen sambil berbisik, dan menunjuk ke arah Ken. Ken hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Alex.
Dengan cepat Alex mulai menghampiri Vira, dan memegang tangannya kuat.
"Kau pasti akan baik-baik saja" ucap Alex tak peduli dengan tatapan Ken, yang sudah benar-benar risih dengan perilaku Alex.
__ADS_1
Beberapa hari telah berlalu, kini Alex mulai menyadari apa yang salah dari Vira, ya... Ingatannya. Vira melupakan segalanya tentang Alex, dirinya sendiri, bahkan untuk namanya. Vira hanya ingat dengan mamanya saja, dimana dia juga melupakan namanya.
"Setidaknya dia baik-baik saja" ucap Ken saat di ruangannya bersama dengan Alex.
"Apakah dia benar-benar melupakan segalanya?" tanya Alex masih dalam keadaan tidak percaya.
"Dia bisa membuka matanya itu adalah sesuatu keajaiban" Ujar Ken kembali.
"Kau ini doker yang handal, mana mungkin kau tak bisa mengatasinya" kata Alex dengan nada yang mulai meninggi.
"Apa yang kamu inginkan untuk Vira ingat ha! Pada saat kau memukulinya saat dia meminjam laptop mu? Atau saat kamu sedang bercumbu di kantor setelah pengakuan mu? Atau bahkan saat kamu mencoba membunuhnya, setelah kalian pulang dari pasar malam?" kata Ken yang membuat Alex diam seketika. Alex paham apa yang sedang Ken jelaskan, tidak ada kenangan baik selama Vira bersamanya. Alex hanya menunduk lesu, dia tak tau mana yang lebih baik. Dia senang Vira baik-baik saja hanya saja dia lupa tentang semuanya.
__ADS_1
"Dengar kawan aku bisa membantunya mengingat perlahan, tapi kini kita fokuskan saja pada perkembangan fisiknya setelah itu baru spikis dan ingatannya" lanjut Ken yang tak tega melihat Alex dengan mata sayunya.