
Vira masih saja termenung duduk di ranjang. Dia tidak tau jam berapa sekarang, tapi Alex masih saja terus memintanya. Sudah banyak kali Vira, dan Alex keluar tapi dia masih bertenaga.
Vira masih saja terpaku dengan kebutuhan biologis Alex. Sebelumnya Vira hanya takut dengan dunianya Alex, tapi kini dia juga sedikit cemas dengan kebutuhan biologisnya.
"Apa yang kau pikirkan sayang" kata Alex tiba-tiba sambil memeluk Vira dari belakang.
Dengan sedikit kaget Vira menatap Alex. Terlihat Alex yang baru saja mandi, dengan handuk yang masih melingkar di pinggangnya.
Sekilas Alex terlihat sangat seksi, tapi itu tidak bertahan lama setelah Alex menatap Vira sambil tersenyum. Dengan senyuman nakal, Alex menatap tubuh telanjang Vira yang masih tertutup selimut.
"Jangan paman! Jangan! Kita sudah melakukannya sepanjang hari!" teriak Vira paham dengan tatapan Alex.
Alex hanya tersenyum pada Vira, senyuman yang justru membuat Vira takut. Senyuman tersebut adalah senyuman ketidakpuasan dari Alex.
"ALEX! Banyak kamu mengisinya, jangan lagi" teriak Vira asal.
Kini Alex benar-benar tertawa puas. Dia hanya menggandeng Vira berdiri dengan tubuh nakednya.
"Mandilah atau kamu mau aku mandikan?" goda Alex kembali pada Vira.
Dengan langkah cepat, Vira langsung saja masuk ke kamar mandi. Setelah mandinya selesai, lagi-lagi dia lupa dengan pakain gantinya.
__ADS_1
Dengan handuk yang melingkar di sekitar dada, dan atas lutut Vira mulai keluar kamar mandi. Tak di sangka, ternyata Alex sudah menunggunya sedari tadi. Dengan pakain putih polos, membuat pas melekat pada tubuhnya.
"Kau tidak punya pakaian kah?" tanya Alex sambil menatap Vira. Vira hanya diam, dia menunduk malu, saat sadar arah pandangan Alex.
"Kau tak perlu malu menunjukkannya kembali padaku" ucap Alex sambil mengangkat wajah Vira.
Lagi-lagi Alex mulai menciumnya. Vira merasakan kehangatan sekarang, meski hanya di balut anduk putih saja. Tangan Vira mulai melingkar ke arah leher Alex, dan mulai membalas ciuman Alex.
Karena menjijit terlalu tinggi, membuat anduk yang Vira pakai sekarang melosot kebawah. Seketika Vira melepaskan ciumannya, dan mengambil anduknya. Tapi itu sia-sia saja karena Alex menahannya. Alex menahan tubuh Vira kemudian langsung memeluknya. Pelukan itu tak berhatahan lama, digantikan oleh ciuman Alex kembali.
"Aku sangat ingin melakukannya sekarang, tapi aku ingat kita harus bergegas pergi ke suatu tempat" ucap Alex menggandeng Vira agar memakai baju dan bersiap.
Beberapa saat kemudian Vira keluar dengan Alex. Dilihatnya Jesen yang tengah menggendong Kyle, dengan senyum nakalnya.
Dengan rona merah, Vira langsung saja mengambil Kyle dari gendongan Jesen. Entah kemana Alex akan membawa mereka, hanya diam di antara mereka. Hingga tiba mereka ke suatu tempat, ternyata sebuah pemakaman.
"Alex..." ucapan Vira kebingungan.
Alex hanya diam, kemudian menggandeng Vira pelan. Sampailah Vira pada makam, dimana salah satu nama yang terlihat di batu nisan Vira dapat mengenalinya.
"An..." ucap Vira mulai bergetar.
__ADS_1
Dengan langsung terduduk Vira masih menggendong Kyle, dengan wajah polosnya. Air mata Vira lolos seketika, saat dirinya sudah tidak kuat menahannya. Vira diam tanpa kata, dia hanya menangis tersedu membayangkan bibi An yang menyelamatkannya dulu.
Kyle, dia juga berhutang nyawa apa An. Andai saja dia tidak menahan para penyerang yang masuk ke rumah.
"An... Jangan, jangan kau juga" teriak Vira sambil menangis sesungukan.
Di Halaman rumah Vira memegang kuat tangan Alex. Dia masih tak percaya bahwa bibi An telah meninggal dunia. Sesekali Vira memeluk tangan Alex, kemudian membenamkan wajahnya. Dengan air mata yang masih mengalir Vira mencoba menceritakan semua yang dia ingat.
"An... Tangannya bahkan gemetar saat dia menyuruhku pergi, dia orang tua yang sangat berani. Dia mengusap wajahku dan perutku saat itu, aku bahkan berharap aku bisa berlari dengannya" Jelas Vira sambil menetaskan air mata.
"Saat aku keluar aku mendengar beberapa suara tembakan, aku terus saja berlari ketakutan tapi An... Dia berusaha untuk hidup di dalam sana" lanjut Vira, hingga tangisannya pecah.
"Kenapa kau tidak datang! Aku sangat ketakutan! Aku berfikir kamu telah pergi karena tau aku sedang mengandung" teriak Vira pada Alex.
"Vira... Biarkan aku membayarnya, kasih aku kesempatan kembali kita mulai dari awal lagi" ucap Alex seraya mengusap air mata Vira.
"Kita tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan, tapi kita harus melewatinya bersama" lanjut Alex.
Alex terus memegang tangan Vira, sambil memeluk kepalanya. Alex paham tidaklah mudah bagi Vira untuk masuk ke dalam dunianya, tapi ketulusannya bisa membuat Vira bertahan.
"Mari kita mulai dari awal"
__ADS_1
...TAMAT...