In Your World

In Your World
DARAH....


__ADS_3

Alex terus saja menjambak Vira kuat sambil membawanya menuju kamar yang biasa Vira pakai untuk tidur. Vira sempat terpingkal-pingkal karena langkah panjang Alex yang cepat tak bisa Vira imbangi dengan kaki pendek nya. Rasa sakit bagian kepala karena jambakan Alex juga membuat Vira meringis kesakitan dan nyeri bagian kepala.


Alex terus saja menjambak rambut Vira kuat, hingga Sampai kamar tersebut Alex melemparkan Vira ke lantai dengan kuat.


BRAKKKKKKK.....


Suara benturan antara lantai dan tubuh Vira. Suara itu sangat kuat hingga mungkin para maid yang tengah di luar kamar bisa mendengar nya.


Vira tertunduk sambil memegang kepalanya yang sekarang mengalami rasa nyeri.


Dengan terburu-buru Alex melangkahkan kakinya menuju Vira.


Alex mulai duduk untuk mensejajarkan diri dengan Vira yang sedang tertunduk. Entah apa yang terjadi tiba-tiba Alex mengukir senyum di wajahnya.


PLAKKKK....


Tamparan yang kuat dan tiba-tiba dari Alex pada Vira. Tamparan nya sangat kuat hingga tidak diragukan lagi bukan hanya lebam yang sangat jelas tapi juga dapat sedikit merobek mulut Vira hingga mengeluarkan darah pada bagian ujung bibirnya.


"KATAKAN PADAKU SIAPA YANG KAU HUBUNGI HA!!!!" teriak kuat Alex sambil memegang baju Vira dan menarik nya.

__ADS_1


"A..apa?" tanya Vira lirih karena menahan sakit. Mata Vira mulai berair dan mengeluarkan air matanya.


"Katakan padaku siapa yang ingin kau hubungi dengan laptop ku!!!!" teriak Alex lagi.


"Aku...aku gak menghubungi siapapun~~" kata Vira dengan nada lirih dan ketakutan.


"Bohong!!!" teriak Alex sambil memegang kuat pipi Vira yang lebam akibat tamparannya.


Vira hanya dapat meringis kesakitan dan tambah mengeluarkan air mata.


"Kau kira aku sebodoh itu!!!!, kau pasti ingin mengirim email bantuan!!, katakan siapa yang ingin kau kirim!!!"


Vira tak membalasnya dengan perkataan, justru dengan tangisan yang tambah menjadi.


"Dengar!!!!, aku tak akan membiarkan orang yang kau hubungi itu hidup. Heh!, kau kira dapat meremehkan ku ya!!, lihat saja dia akan meninggal tepat di depanmu, agar kau tau siapa yang telah membunuhnya" lanjut Alex.


BRUKKKKKK.....


Sebuah pukulan keras lagi-lagi Vira dapatkan. Kini sakit di bagian kepalanya bertambah, setelah jambakan tepat di atas kepalanya, kemudian tamparan yang keras pada bagian pipinya, sekarang pelipis nya juga mengeluarkan darah akibat pukulan Alex yang membuat kelapa Vira terhantam lantai.

__ADS_1


Kesakitan Vira bertambah, hingga dia tak bisa lagi mengangkat kepalanya. Kesadaran Vira juga mulai menurun.


"Heh!, sangat lemah tapi berani untuk melawan" kata Alex berlalu untuk pergi.


"Frisca tolong dia, dan panggil kan dokter Ken untuk kemari secepatnya" perintah Alex pada Frisca yang sedari tadi melihat kekerasan pada Vira di luar pintu kamar.


"Ba... baik tuan" kata Frisca menunduk dan cepat berlari ke arah Vira hang setengah sadar.


"Fris...ca...help...me" kata Vira sangat lirih sambil menggerakkan tangannya untuk meraih tangan Frisca.


Frisca benar-benar sedih melihat keadaan Vira Sekarang. Sayang dia hanya pembantu yang tak berani berbuat apa-apa.


Dengan buru-buru Frisca meraih tangan Vira dan duduk untuk menopang kepala Vira yang kini benar-benar banyak mengeluarkan darah.


"Aku disini nyonya.... maaf" kata Frisca sambil mengelus bibir dan pelipis Vira yang berdarah, dengan nada yang sedikit terisak karena menahan tangis.


Vira kini tak menjawab apapun, hanya senyuman terakhir sebelum dia benar-benar pingsan karena menahan sakit.


"Iya nyonya.., Nyonya!!.. NYONYA!!" teriak Frisca saat sadar Vira tak mau membuka matanya.

__ADS_1


__ADS_2