In Your World

In Your World
PUSAT PERBELANJAAN


__ADS_3

' Sayang! Sayang! Apa yang baru saja dia katakan!!!!'


ucap Vira batin. Vira semakin salah tingkah saja saat bersama dengan Alex, bukan hanya perilaku Alex saja tapi semakin lama panggilan Alex lada Vira juga berubah.


"Pergilah!" teriak Vira menyingkirkan tangan Alex dari perutnya, kemudian langsung berdiri dari tempat tidur. Vira mendengkus kesal dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan.


Saat di kamar mandi Vira baru tersadar dia tak mempunyai persediaan pembalut di sini, hanya beberapa tak cukup untuk masa periode nya. Tak lama memikirkan, Vira langsung saja mandi dan mulai memakai baju dalam kamar mandi. Hanya untuk berjaga-jaga jika Alex kembali ke kamarnya. Saat selesai mandi dan berganti pakaian, Vira langsung melihat Alex dengan pakaiannya rapinya.


"Ayo" ucap Alex sambil menghampiri Vira.


"Aku tak ingin pergi" kata Vira tau bahwa Alex akan pergi ke kantor.


"Baru masuk sudah mau membolos?!" kata Alex dengan nada yang sedikit meninggi.


"Aku... aku ingin membeli pembalut, disini tidak ada" balas Virasambil membuat alasan.

__ADS_1


"Kau bisa meminta pembantu membelikan nya" kata Alex datar.


"Tak bisakah aku pergi sendiri!, aku hanya ingin jalan-jalan!, kau tau seberapa bosan aku!" kata Vira sambil sedikit meninggi. Beberapa saat kemudian Vira sadar bicaranya salah, dia mulai menundukkan kepala nya takut Alex akan berbuat macam-macam.


Kini Alex mendekatkan dirinya pada Vira, memegang lengannya dan terus memangkas jarak antara mereka.


"Tunggu aku ikut" bisik Alex tepat di telinga Vira kemudian pergi begitu saja. Vira masih membeku dengan hal yang di lakukan Alex. Kini hatinya berdegup kencang, pipinya memerah, dan rasa malu menyelimuti dirinya.


Tak lama kemudian Alex datang kembali ke kamar Vira dengan pakaian yang berbeda dari biasanya. Dia memakai sweater dengan lengan yang dia gulung sampai siku, yang di padukan dengan denim jeans dan sepatu sneakers membuat Alex terlihat lebih muda dari biasanya. Vira tertegun melihat Alex, yang biasanya dia keluar menggunakan jas kini menggunakan pakaian santai.


Vira hanya memutar mata meskipun dia setuju dengan perkataan Alex barusan. Kini Alex mendekati Vira dan menggenggam tangannya kuat, dia menarik Vira agar lebih dekat dengan badannya.


"Ayo" ucapnya langsung menarik Vira pergi.


Dalam mobil suasana canggung terjadi, tak ada perkataan yang muncul dari Vira, Alex maupun paman Hans. Hingga dering telepon Alex membuat suara di antara keheningan mereka. Segera Alex mengangkat dan terdengar suara Jesen dari balik telepon.

__ADS_1


"Tak bisakah aku ambil cuti sebentar!" bentak Alex.


Seketika suasananya menjadi sangat canggung. Sesaat setelah Alex marah terhadap Jesen.


"Harusnya kau pergi bekerja, tak perlu ikut" kata Ita memberikan diri.


"Aku takut kau lari" ucap Alex langsung saat mengakhiri telepon dari Jesen.


"Aku tak akan lari, hanya kau yang aku punya disini, lagipula aku juga tak tau ada di mana" kata Vira asal sambil terus menatap ke arah luar jendela.


Alex tak menjawab. Suasana hening kembali hingga mereka sampai di pusat perbelanjaan kota. Vira tertegun melihat megahnya pusat perbelanjaan ini, sangat luas dan megah. Bahkan kini Vira tak berani masuk, untuk membeli barang di sana.


"Apa yang kau lihat?" ucap Alex memegang tangan Vira dan menggandengnya masuk. Dalam pusat perbelanjaan ini cukup ramai, banyak yang berjalan dengan keluarga, teman maupun pasangan. Vira hanya menatap sekitar karena bingung harus kemana.


"Vira... apa yang kau pikirkan?" kata Alex kembali sambil memeluk pinggang Vira.

__ADS_1


__ADS_2