In Your World

In Your World
CIUMAN....


__ADS_3

Perkataan yang membuat bibi An diam tanpa kata. Ekspresi terkejut benar-benar terlihat dari wajahnya. Bibir bibi An diam tanpa ada niatan untuk memulai sebuah kata.


"Kenapa?" tanya Vira saat bibi An melihatnya dengan seksama.


"Jesen yang memberitahu jika aku pernah hampir jatuh dari sana, itu membuat Alex panik hingga membuat gerbang pada balkonnya. Aku kira itu hanya candaan ternyata apa yang di bilang Jesen itu benar-benar nyata" jelas Vira.


Setelah menjelaskan semuanya Vira hanya tersenyum meski bibi An masih mengeluarkan ekspresi tidak percayanya.


...DI TEMPAT LAIN.... ...


..."Jadi bagaimana?" tanya Jesen saat berada dengan Alex di ruang belajarnya. Alex dengan wajah biasanya hanya melihat Jesen dengan tatapan malasnya. Sambil sesekali meminum kopi miliknya, Alex terus saja memandangi laptop tanpa mendengarkan apa yang Jesen tanyakan. ...


"Sungguh? Kau akan memulihkan ingatannya?" lanjut Jesen sambil menyenderkan tubuhnya pada sofa. Perkataan Jesen barusan langsung membuat Alex menghentikan aktivitasnya, dan mulai menatap Jesen dengan mata sinisnya.


"Apa? Aku paham kau masih marah dengan kejadian dirumah sakit tapi aku serius Alex kau akan memulihkan ingatannya?" kata Jesen dengan muka seriusnya.

__ADS_1


"Apa yang kau harapkan dengan hubungan yang di mulai dengan kebohongan?!" ujar Alex dengan sedikit nada tingginya.


"Ayolah, sedikit kebohongan tidak akan menyakiti siapapun" kata Jesen.


"Bukan hanya kebohongan, tapi juga perilaku Jes Bagaimana jika dia tau yang sebenarnya, dimana kita sudah berbohong kepada Vira" jelas Alex.


"Tapi kau bisa memperbaiki semuanya, jika Vira benar-benar lupa akan masa lalunya" Mendengar perkataan Jesen membuat Alex tambah berfikir Keras. Dengan wajah serius dan telapak tangan yang dilipat untuk menyangga dagunya, dahi Alex mulai mengerut tanda pemikirannya.


...TOK... TOK... TOK.......


"Setidaknya jauhkan dia dari kamar itu untuk sementara waktu" ucap Jesen cepat kemudian berdiri dan mulai pergi. Saat Jesen membuka pintu, terlihat Vira dengan segelas teh dandelion nya berada tepat di ambang pintu.


"Maaf apakah aku mengganggu?" ucap Vira setelah melihat Jesen yang sudah berada di depannya.


"Waktu yang tepat Vira, Alex sudah menunggumu lama disana" ucap Alex dengan berbisik di bagian akhirnya. Perkataan Jesen seketika membuat wajah Vira menjadi memerah, senyum simpul kini tidak bisa Vira sembunyikan membuat Jesen berlalu pergi meninggalkan nya.

__ADS_1


Setelah kepergian Jesen, Vira menatap Alex ragu Hanya senyuman yang Vira lakukan sebelum benar-benar masuk ke dalam ruangan.


"Apakah aku mengganggu?" tanya Vira sambil meletakkan teh tersebut di meja Alex.


"Apakah Jesen mencoba untuk menghasutmu lagi?" tanya Alex sambil sedikit tersenyum pada Vira.


"Kenapa kau begitu lama? Apakah sangat menyenangkan berbincang dengan bibi An?" kata Jesen sambil berdiri kemudian menghampiri Vira yang berada di ujung meja.


"Apa yang kau bicarakan ha?" lanjut Alex saat benar-benar sudah di dekat Vira. Seketika salah satu tangan Alex merangkul pinggang Vira, dan tangan yang lainya mulai memegang tengkuknya. Alex sudah lama tidak merasakan bibir kecil milik Vira, sehingga membuatnya tidak sabar untuk menciumnya.


"Apakah kita selalu melakukannya... Alex?" tanya Vira seketika saat bibir mereka sudah benar-benar dekat.


"Apa?" tanya Alex dengan sedikit kecewa.


"Apa kita selalu melakukannya? Selalu berciuman saat bertemu ataupun saat berdua saja? Maafkan aku... Aku hanya sedikit tidak nyaman untuk melakukannya" kata Vira dengan sedikit memalingkan wajannya.

__ADS_1


__ADS_2