In Your World

In Your World
LAPTOP....


__ADS_3

"Ho oh benarkah?!" ucap Alex dengan senyum nakalnya dan melipat kedua tangannya.


"Paman... Kumohon panggilkan Frisca" kata Vira benar-benar dengan nada memohon dan lebih menutupi dirinya sendiri hingga kepala.


"Baiklah akan aku panggil kan" kata Alex justru mendekati Vira dan mencium tengkuknya yang masih ditutupi selimut.


"Baru mandi ya..." lanjut Alex justru membaringkan tubuhnya di sebelah Vira, dan membuka selimut yang menutupi kepala Vira hingga terlihat leher jenjang Vira, kemudian membenamkan mukanya di leher Vira.


"Paman... Cepat.." kata Vira sambil menahan malu.


Alex hanya berdehem ria, kemudian mengambil handphone miliknya dari saku kemudian menelfon paman Hans.


"Paman... Bilang pada Frisca untuk membelikan pakaian yang pas untuk Vira... Bahkan dalam juga" ucap Alex sambil terus memeluk Vira dan menekankan kata yang terakhir dia ucapkan.


"Baik tuan.." kata seseorang dari balik panggilan tersebut.


Alex kemudian meletakkan handphone miliknya di atas nakas yang tepat di sebelah ranjang. Kemudian melanjutkan aksinya dengan memeluk dan mencium tengkuk leher Vira.


Vira hanya diam dan gemetar. Dia takut... Tapi dia ingat kata-kata Alex tadi malam, bahwa laki-laki akan lebih teransang jika banyak gerakan.


Lama-kelamaan perilaku Alex semakin liar. Sebelumnya dia hanya mencium leher Vira dengan hidungnya, tapi sekarang bibirnya mulai berulah. Bibir Alex mulai menciumi leher Vira hingga basah pada lehernya. Seolah-olah bibirnya tengah berciuman dengan leher Vira.


Vira merasa takut dan geli. Tak ada rasa seperti menikmati, ataupun yang lainya yang pernah dia baca dalam novel-novel. Tapi lama-kelamaan mata Vira memerah dan menetaskan air matanya. Kini Vira benar-benar hal yang di lakukan Alex padanya, seperti memperlakukan seorang yang digunakan untuk pemuas nafsu saja.


Vira terus membekap mulutnya, hingga dia hanya menangis tanpa suara.

__ADS_1


Sedih...


Sakit....


Takut...


Itu semuanya adalah hal yang Vira rasakan saat ini.


Dia tak suka di perlakukan seperti ini, tapi... Dia tak bisa melawan, dia takut.


TOK.... TOK....TOK...


"Tuan... Bajunya sudah siap" kata Frisca dari luar kamar.


"Ah... Shit" umpat Alex yang tengah menikmati aksinya.


"Ini tuan..." kata Frisca sambil menyerahkan paper bag yang ia bawa kepada Alex.


Alex tanpa ucapan kata lagi hanya menerima paper bag tersebut dan langsung masuk kembali ke kamar. Tak lupa Alex kembali menutup pintu dan menguncinya, tak ingin gagal untuk yang kedua kalinya.


"Pakailah... Atau kau akan memakainya nanti. Kau hanya memakai handuk kecil begitu, apa bedanya dengan orang yang tak pakai baju" ucap Alex datar seperti meremehkan.


' Ah.. apa dia tak punya hati bicara seperti itu dengan mudah!!!' teriak Vira dalam batinnya, dan justru membuat air matanya semakin deras keluar.


"Vira!!!, bangun!!" teriak Alex.

__ADS_1


Vira terus diam.. dia malu, dia sudah lama menjaga martabat nya, tapi... ini hasilnya?.


"Vira!!!" teriak Alex sambil menindihi Vira dengan lengan kekarnya sebagai penyangga.


Seketika, mata Alex dan Vira bertemu. Mata biru milik yang penuh napsu dari Alex bertentangan dengan mata coklat yang berair penuh ketakutan dan keputusasaan dari Vira. Dari dua hal yang sangat berbeda, membuat Meraka takjub dan saling memandang satu sama lain.


Cup...


Ciuman Alex pada bibir Vira, dan menciumnya dalam. Alex tak berniat untuk melepaskannya, tapi... Dia merasakan sebuah isakan yang tertahan dari mulut Vira.


Hingga membuat Alex langsung bangun dan berjalan keluar begitu saja tanpa bicara apa-apa.


Vira yang benar-benar melihat Alex sudah pergi langsung menuju ke kamar mandi yang kedua kalinya karena merasa jijik.


Setelah habis mandi dan berdandan biasa, Vira turun untuk sarapan tanpa melihat Alex dimana-mana.


Memang ini yang terbaik, daripada harus bertemu dengan Alex.


Selesai memakan sarapannya Vira hanya berjalan-jalan di dalam rumah milik Alex. Luas tapi gak ada apapun untuk menghilangkan rasa bosannya. Hingga Vira menemukan sebuah ruangan yang berisi buku dan sebuah laptop disana.


Vira membuka laptopnya karena penasaran dengan isinya. Dia hanya membuka-buka google kemudian kalau home, mencari beberapa film anime kesukaannya untuk menghilangkan rasa bosan.


Tak selang beberapa lama, terlihat tangan kekar mengambil laptop yang tengah asyik digunakan oleh Vira, dan....


Brakkkkkk....... suara bantingan keras dari laptop yang sekarang sudah sedikit lecet di lantai, tapi justru Alex lebih membuatnya hancur dengan melempar nya lagi dan lagi kemudian menginjaknya.

__ADS_1


"Paman....." ucap Vira takut dan terkejut dengan perilaku Alex.


"APA AKU TERLALU BAIK TERHADAP MU HA!!!!, HINGGA KAU MAU MELAKUKAN SEENAKNYA" teriak Alex sangat keras dan langsung menjambak rambut Vira dan menggeret nya keluar dari ruangan tersebut.


__ADS_2