In Your World

In Your World
TERTIDUR....


__ADS_3

Bibi An hanya terdiam melihat tangisan Vira. Dia bingung alasan apa yang harus dikatakan, jika Vira harus mengatakannya kepada Alex.


"Nyonya... Tidak semua wanita dapat tuan percaya untuk mengandung anaknya, dia sangat hati-hati dalam keturunannya dia pasti akan menerima anak ini" ucap bibi An sambil mengusap perut Vira.


Hanya gelengan pelan yang Vira lakukan, masih dengan sesungukan Vira tetap menggandeng tangan bibi An kuat.


"Bibi An bagaimana jika aku bukanlah yang dia percaya? Apa jaminan dia percaya padaku, apakah Alex sangat yakin belum pernah mempunyai anak di luar sana?! Dia bahkan hampir membunuhku saat aku mengganggu waktunya dengan seorang wanita" kata Vira masih dengan muka memelas, dan tangisannya.


"Apa jaminannya bibi An" kata Vira seraya terus memegang tangan bibi An.


Bibi An hanya terdiam melihat tangisan Vira. Dia tidak bisa berkata apa-apa, memang dia tidak ada jaminannya tapi bibi An percaya Alex tidak akan melakukan apapun pada anaknya.


Diamnya bibi An membuat Vira panik seketika. Bibi An pasti akan memberitahu Alex jika dia tidak memohon lebih padanya.

__ADS_1


"Bibi An... Aku berjanji akan memberitahu Alex, tapi kumohon aku yang akan memberitahu meski bukan sekarang, kumohon bibi An... " ucap Vira dengan penuh permohonan.


Dengan tangan yang mulai menepuk-nepuk pundak Vira, untuk memenangkannya bibi An tersenyum juga dengan pelan. Jawaban tersebut membuat Vira menghempaskan nafas lega. Dengan cepat dia mulai memeluk bibi An dan menangis keras padanya.


Malam kemudian datang, sudah tengah malam tapi Vira masih tidak bisa tidur. Mungkin ini akibat kejadian tadi pagi, dimana dia terus menangis sehingga membuatnya tertidur pulas. Hingga malam ini membuat Vira benar-benar tidak bisa tidur dengan tenang.


"Kau masih belum tidur juga?" suara bariton Alex terdengar masuk dalam kamar Vira.


"Ada apa? Bibi An bilang kau sedikit sakit makanya tidur seharian, sekarang sudah tidak apa-apa kan?" tanya Alex sambil mendekatkan wajahnya pada kepala Vira, dengan sesekali mencium kepalanya.


Vira hanya diam tidak menjawab apapun. Dia tidak ingin menjawab ataupun menjelaskan kenapa dia tidur seharian.


"Aku akan menemanimu tidur" ucap Alex seraya membaringkan tubuhnya di sebelah Vira.

__ADS_1


Dengan beberapa saat dia mulai memeluk Vira, dan mencium puncak kepala Vira. Entah ala yang Vira rasakan sekarang, justru rasa nyaman dan tenang. Dia mulai sedikit mengeluarkan air matanya perlahan.


Vira mulai nyaman dengan perlakuan Alex, tapi dia masih takut jika kepercayaannya dihancurkan seperti yang terakhir kali.


Sesaat Vira mulai membalik tubuhnya dan menghadap ke arah Alex. Dengan cepat Vira memeluk Alex, dengan wajah yang langsung di benamkan pada dada bidang Alex.


"Vira... Kau tidak apa-apa kan?" tanya Alex cemas dengan perilaku Vira yang berbeda.


"Tidak, aku tidak apa-apa biarkan ini semalam saja" ucap Vira mengeratkan pelukannya.


Alex masih bingung dengan perilaku Vira, tapi masih tidak ingin bertanya kepada Vira. Hanya pelukan balasan yang Alex lakukan.


Tak lama kemudian Vira mulai tertidur, dalam keadaan memeluk Alex dengan kuat. Sedangkan Alex masih menandingi wajah Vira datar dengan penuh tanda tanya. Sesekali Alex mengecup kepala Vira dengan tulusnya. Tak lama melakukannya, Alex kemudian juga tertidur dalam keadaan yang sama yaitu memeluk Vira.

__ADS_1


__ADS_2