
...FLASHBACK...
Terlihat seorang laki-laki dengan wajah masamnya berada di sebuah ruangan dengan penuh aura ketegangan. Laki-laki tersebut adalah Alex, yang masih belum puas dengan hasil meeting karyawannya kali ini. Dengan diam dan mata melihat tajam ke arah karyawan di depannya kali ini. Dengan dagu yang disangga oleh kedua tangannya, membuat ketegangan di antara mereka.
"Alex!" teriak Jesen tiba-tiba masuk ke dalam ruangan. Melihat tatapan tegang para karyawan, dan mata yang tajam dari Alex Jesen langsung menyadari dia datang di waktu yang salah.
"Kau datang di waktu yang salah Jes" ucap Alex dingin.
Dengan memberanikan diri, Jesen mulai mendekati Alex.
"Vira masuk ke dalam kamarnya" bisik Jesen saat sampai dekat dengan Alex.
Alex yang paham akan perkataan Jesen langsung membulatkan matanya. Seketika Alex berdiri, membuat semua orang yang di dalamnya ikut berdiri juga. Seketika Alex bergegas pergi dari ruangan meeting tesebut.
"Aku tunggu sampai lusa, jika hasil kalian tetap saja tidak usah bekerja di sini saja!" kata Alex tegas sebelum benar-benar pergi. Satu kalimat yang berhasil membuat semua orang berdiri seketika.
...FLASHBACK OFF...
__ADS_1
"Banyak masalah bukan" ucap Jesen melihat Alex yang sedang frustasi.
Sesekali Jesen melihat Alex kemudian ke arah Vira, dia sadar kebahagiaan Alex yang dia rasakan kini akan hilang. Apalagi dengan tugas karyawan yang semakin lama semakin buruk saja, pasti membuat Alex frustasi seketika.
"Ken!" teriak Alex saat melihat ken keluar dari ruangan.
Alex tidak tau apa yang terjadi sekarang, dia langsung saja bergegas pulang saat tau Vira mulai gila dengan ingatannya. Hanya helaan nafas dari Ken, kemudian menepuk pundak Alex dengan pelan.
"Mungkin sudah lama kita menyembunyikannya" ucap Ken menatap Alex. Tapi sebenarnya ucapan lama bagi Ken adalah waktu yang sangat sebentar bagi Alex. Bahkan beberapa minggu ini, keadaan dia dan Vira mulai intim saja.
Jesen hanya diam, melihat ketegangan Alex yang masih tertunduk lesu.
"Aku akan belikan air mineral" ucap Jesen membuyarkan diamnya Alex.
Tak lama kemudian Alex menghela nafas kasar, mulai bersiap masuk kedalam ruangannya Vira. Perlahan-lahan Alex membuka pintu, dimana terlihat Vira yang sudah duduk dengan bersender di kasur.
"Vira.... " ucap Alex saat sampai di sebelah tempat tidur Vira.
__ADS_1
"Kau berbohong bukan? Semuanya" ucap Vira pelan masih memalingkan wajahnya.
"Tapi aku benar mencintaimu" kata Alex seraya duduk di sebelah Vira.
"Jika benar cinta, kau akan mengatakan yang sebenarnya" ucap Vira kembali masih tidak melihat ke arah Alex.
Tidak ada jawaban dari Alex, hanya senderan kepalanya pada pundak Vira. Tak lama kemudian tangan Alex mulai menempatkan pada punggung Vira. Seketika pelukan kuat Alex lakukan pada Vira. Membenamkan mukanya pada Vira, dan mulai menghela nafas didalamnya.
"Maafkan aku, maafkan aku, aku takut.... Aku melakukan kesalahan, aku takut kau langsung meninggalkanku saat kau menyadari semuanya" jelas Alex perlahan-lahan.
"Pergi? Memangnya siapa lagi yang aku punya disini" kata Vira seraya menepuk kepala Alex.
Alex yang masih memeluk Vira merasakan tepukan di kepalanya, membuat Alex mengangkat kepalanya seketika.
"Apa? Setidaknya kamu harus jujur padaku Alex" lanjut Vira saat wajah mereka bertemu. Tidak ada jawaban lanjut dari Alex, benar-benar hanya pelukan kuat setelahnya. Tidak ada lagi ungkapan, hanya sedikit mata sembab yang Alex bisa Alex lakukan.
"Banyak sekali kejadian buruk hari ini, diamlah sebentar aku ingin seperti ini sebentar saja... Vira" ucap Alex.
__ADS_1