Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 1


__ADS_3

"assalamu'alaikum umi, alhamdulillah indah sudah sampai dengn selamat"


"alhamdulillah nak, indah hati² di sana, jangan buat umi khawatir di sini, klau ada apa² kabarin.. klau gk betah pulang.. ya nak"


"iya umi, tenang aja umi, indah pasti betah disini... disini indah bngt umi.. rasanya indah mau jalan² hehe... "


"gk udah, pasti disana sudah malam, istirahat aja.. "


"hmm.. baiklah"


indah mematikan telponannya dan dengn cepat dia mengmbil koper yg tergeletak di dekatnya, dan langsung membereskan baju2 nya.


"oky.. beres² sudah siap... jadi mari kita ti.."perkataan indah yg ingin tidur berhenti saat tiba-tiba perutnya berbunyi nyaring.


kriukkkk...


"duh ni perut ternyata lapar, gk ada makanan sama sekali lgi, hmm.. klau keluar sebentar gkpp lh ya.. hehe... maaf umi" indah memutuskan keluar dari kontrakan yg tidak terlalu besar yg di huni oleh dirinya sendiri.


indah sengaja tidak membeli apartemen atau tinggal di hotel rencananya hanya ingin hidup mandiri dan tidak ingin bnyk menghabiskan uang.


saat ini indah jalan sendiri dengn jaket nya karna cuaca sangat dingin dan tak lupa hijab dan cadar nya, karna umi nya berpesan untuk memakai cadar agar tidak mengundang lelaki hidup belang di luar sana.

__ADS_1


indah sengaja tidak memesan ojek atau kendaraan lainnya karna supermarket tidak jauh dari kontrakkannya yg buka 24 jam.


"ini mbak.. " indah memberi kan barang yg dia pilih dengn dua pelastik besar full isinya, mungkin karna dia baru datang kesini jadi bnyk yg di beli untuk stok seminggu.


"totalnya 1.350,000 kak.. " ucap kasir dengn senyum ramah.


"nih kak, terimakasih... "


"kembalianya kak.. "


"ambil aja untuk kakanya, mungkin rezeki kaka.. "


"makasih kak" setelah mengatakan itu indah langsung berlalu dengn dua kantung plastik di tangan kiri dan kanannya.


"akhhh..!!.. "


langkah indah langsung berhenti saat mendengar suara teriakan namun tidak kuat tpi terdengar sangat menyakitkan.


keadaan sangat sepi kontrakkannya masih lumayan jauh namun tidak terlihat jauh, emng dari kontrakkannya ke supermarket lumayan sunyi namun masih ada penerangan.


entah keberanian dari mana indah melangkah pelan menuju ke arah suara tsb, indah mengintip sedikit di balik pohon besar yg emng ada di sana, dan indah juga melihat sebuah gubuk yg lumayan jauh dari jalan, terlihat gelap dan menakutkan.

__ADS_1


"to.. tolong..ja.. jangn.. akhhh"


suara yg sangat menyakitkan terdengar oleh indah, dengn hati yg memang baik dan tak tega.. ia pun berjalan dengn pelan ke arah gubuk itu, tampa memikirkan keselamatan diri sendiri.


indah sudah sampai di gubuk itu, di mengintip di salah satu dinding yg sedikit berlubang, dengn mata yg membulat dan mulut yg terbuka tak percaya, bahkan dia sampai memundurkan langkahnya.


"di..di.. dia.. psikopat" dengn tergagap dan badan sudah bergetar hebat, indah tak sanggup melihat itu dia ingin pergi dari situ namun tampa sengaja dia memijak sebuah ranting yg membuat suara yg cukup besar.


kretekkkkk...


"siapa di sana!!!.. " teriak dari dalam gubuk itu, tubuh indah semakin gemetaran bahkan ia ingin lari dari situasi seperti ini saja dia tidak sanggup.


"ya Allah selamat kan hamba mu ini"dalam hati sudah sangat ketakutan.


brakkkk...


dengn kasar pria dengn wajah yg di tutupi oleh masker hitam namun banyak bercak darah di tubuhnya.


indah sudah Terlonjat kaget saat tiba-tiba pintu itu sudah ambruk bahkan kantung pelastik yg ia pegang sudah jatuh begitu saja dan dia juga melihat gimn kondisi pria paruh baya yg sudah tak berdaya dengn bnyk berkas irisan hampir di seluruh tubuhnya, tak lupa jarinya sudah tak ada di tempat nya.


indah sudah mengeluarkan butiran air matanya namun tidak terlalu jelas terlihat karna di tutupi oleh cadar nya dan karna penerangan yg kurang.

__ADS_1


"to.. tolong, maafkan saya" dengn bibir sudah bergetar ketakutan.


"umi, abi indah takut..."


__ADS_2