
bastian khawatir dengn keadaan yg sangat lemah sekarang, apalagi clara juga blm datang.
Tiba-tiba bastian mendengar ketukan, membuatnya buru² membuka pintu.
"lambat, cepat priksa istriku..., " ucapan dingin bastian membuat clara merinding dan hanya patuh, masuk dan memeriksa indah yg baru pertama kalinya clara jumpai.
clara terdiam sejenak, setelah memeriksa indah yg tergeletak pucat itu.
"knp kau diam clara!!.. " tanya dingin bastian tak lupa tatapan tajamnya.
"aku ingin berbicara denganmu, tpi jangan disini.. karna dapat menggangu istrimu... aku akan memberinya vitamin untuk sementara waktu... "
"tidak!!.. aku tak akan meninggalkan istriku sendiri.. dan untuk apa vitamin, harus nya alat pernafasan... "
"aku akan cerita semuanya, maka dari itu... ayo cari tempat untuk mengobrol serius, karena ini demi keselamatan istrimu... karna klau di lihat dia tidak akan.... "
"tutup mulutmu, sebelum ku robek kan!!.. " ancam bastian tak main², tak peduli yg di depannya ini adalah adek sahabatnya sendiri baginya siapa saja yg membuatnya marah maka terima lah akibatnya.
clara reflek tutup mulut, karena lancang mengatakan sesuatu yg bisa saja bastian mengakhiri hidupnya sekarang.
"ikut aku... " sambil berjalan keluar kamar dan di ikuti clara di belakangnya.
"jaga iistriku kali ini dengn baik, bila kesalahan itu terjadi lagi... maka siap² lah.. " bastian mengatakan itu tampa melihat kedua sosok wanita itu yg tengah menunduk.
"king, pasti sangat kecewa sama kita... " ujar cici sambil melihat bastian dan clara hilang di pandangannya.
"jangan buat kesalahan lagi, sudah cukup kita ceroboh yg Membuat queen seperti ini... " ujar risa dingin, dan masuk kekamar untuk menjaga indah.
keduanya sangat merasa bersalah pada bastian karena gagal menjaga istrinya, mereka heran gimn bisa mereka kecolongan, apapun yg menyangkut indah selama ini mereka yg mengurus jadi di mana letak lengah mereka.
tiba-tiba cici teringat sesuatu..
__ADS_1
"ris...sepertinya aku tau letak kesalahan kita.. "ucap cici dengn serius.
" apa!!.. "risa menoleh sebentar lalu kembali memperbaiki selimut indah yang sama sekali tak berubah posisi.
" kau tau kan klau racun ini hanya sekali termakan saja langsung menyebar, tpi racun ini bekerja dengn halus... bener gk?.. "tanya cici.
"iya.. "
"nah itu kesalahan kita, memungkinan kita hanya sekali teledor hingga mengakibatkan ini semua.. "
"jangan bertele-tele.. intinya..." ujar risa tak ingin ribet.
"intinya.. aku ngerasa kesalahan kita itu terletak saat aku tiba-tiba sakit perut dan kau saat itu lagi pergi karena ada urusan kan... " ujar cici membuat risa yg tadi tak berminat langsung duduk di sofa di mana cici berada.
"maksudmu, orng yg telah meracuni queen itu sudah memang di rencanakan... " tebak risa penasaran.
"benar bngt... sepertinya kita terlalu meremehkan orng itu sehingga kelalaian kita membuat queen seperti ini... dan pastinya imbasnya kita juga... " ujar cici yg kini tak tau perasaan nya, merasa bersalah, kesel yg bercampur aduk menjadi satu.
.
"katakan... apa yg kau tahu tentang istriku..." ujar bastian yg kini berada di ruang kerjanya sambil menatap clara dingin.
"istrimu kena racun kan?.. , nah itu percuma aku memasang alat bantu pernafasan untuk nya, jadi harapan kita hanya satu yaitu penawar itu... " ujar clara tenang.
"anda pasti penasaran kan, knp saya memberikan vitamin.. itu karena... " clara berhenti berbicara membuat bastian penasaran.
"dia hamil... "
degh...
bastian terkejut, antara percaya dan tak percaya, dia bahagia karena akan mendapatkan keturunan tpi dia sedih juga melihat kondisi indah yg tak stabil.
__ADS_1
"berapa minggu?.. " tanya cepat bastian dengn nada penasaran.
"kemungkinan baru dua minggu.. " sebenarnya Clara berat mengatakan ini, apalagi melihat wajah bahagia bastian membuat nya tak tega.
"tpi ini masalahnya... " lanjut clara menatap bastian.
"maksudnya?.. "
"kemungkinan bayi dalam perut istrimu tak akan selamat, dan kemungkinan juga dengn istri... "
"jangan buat aku marah Clara!!... " bentak bastian marah sungguh dia tak Terima Clara mengatakan seperti itu.
"dengarkan aku dulu, bayi dan istrimu akan selamat bila penawar itu sampai pada tepat waktu... tpi bila telat aku tak tau apa yg terjadi mengingat kondisi istrimu yg lemah, begitu juga bayi dalm kandung itu yg masih sangat muda dan rentang keguguran..." jelas Clara lebar.
"aku pasti mendapatkan penawar itu, dan menyelamatkan istri dan anak ku!.. " ujar bastian sambil mengepalkan tangannya, dia yakin bisa menyembuhkan istri nya.
"oh ya, istrimu seperti nya sudah lama, meminum pil dengn jumlah besar... pil menenangkan diri.., apakah kau memperlakukannya dengn kasar tuan sehingga mentalnya terganggu... " ujar Clara ceplas ceplos.
brak!...
"kau!!.. " ingin sekali bastian mencekik Clara saat ini.
"seblum kau membunuh ku, harus anda tau istrimu juga mempunyai asma, tpi seperti nya asma nya tak kambuh membuat kondisi istrimu tidak berkali-kali lipat parahnya.
lagi² pernyataan ini menampar bastian, dia tak menyangka begitu bnyk nya yg disembunyikan indah pada nya.
ada rasa khwatir klau semua ini akan sangat susah di lalui indah yg keadaan seperti ini.
"saran ku, temukan penawar nya, oh y aku mengira racun itu di sengajai oleh seseorang... "
bastian sudah tau itu, dia sebenarnya sudah bertindak untuk mengurung semua pembantu di mansion ini, dan bodyguard² kepercayaan nya saja yg ada di mansion ini.
__ADS_1
"itu aku yg urus,kau cukup urus dengn baik istriku... " ujar bastian lalu pergi ke dari ruangan itu ke kamar yg di tempati oleh indah disana.