
"gk mau!.. "
"aku tidak perlu pendapat mu, ayok!.. " paksa bastian.
"iya.. iya, gk usah tarik²" ucap indah melepaskan tangan yg ia tarik bastian.
sepanjang perjalanan menuju perusahaan indah tak henti² menggerutu dalam hati, entah apa yg salah sama hari ini membuat bosnya ini bertingkah aneh.
"apa mungkin karna kue yg ia buat?.. "indah menggeleng tidak mungkin, tpi yg jelas sifat bastian sangat aneh, biasanya ia akan ke perusaan pakai kendaraan sendiri² tpi kali ini ia malah di paksa.
.
indah berjalan di belakang bastian yg dari tadi diam, entah apa yg di pikirannya namun indah engk mau mikirin juga.
di perjalan indah melihat karen yg melambaikan tangannya tapi setelah bastian lewat, indah mendekati karen dan membiarkan bastian duluan ke atas.
"kamu kmn aja sih sar?.. " omel karen saat indah sudah di depannya.
"maafkan aku ren, harus nya kemarin kita jalan bertiga namun ada sedikit kendala" maaf indah merasa bersalah soalnya dia udah berjanji pada karen dan Rere buat jalan karna hari libur namun gara² insiden kemarin membuat nya gk bisa ikut.
"apa sih emng nya?.. "
"gk penting kok!.. "
"ck, main rahasia² nih,.. " karen pura pura merajuk dengn memanyunkan bibir nya kedepan.
"hehe.. maaf, nanti klau ngumpul aku jelasin lah"
"oky, oh.. kok kamu bisa sama tuan putra... gimn ceritanya?.. " penasaran karen.
"itu... "
drtttt... drtttt.... drtttt....
__ADS_1
indah mengmbil hpnya di tasnya lalu menatap karen.
"gawat ren?.. "
"apa?.."tanya karen menaikan salah satu alisnya.
indah tak menjawab namun memperlihatkan nama yg tertera dalam HP nya.
bos gila
"whttt... " terkejut karen bukan karena yg nelepon tpi nama nya itu loh.
"sungguh berani!.. "batin karen, merasa indah lah yg sudah gila.
"aku duluan, nanti kalau ngumpul aku akan cerita.. " lalu pergi dengn tergesa-gesa dengn meninggal karen yg melongo namun tersadar saat tiba-tiba ada yg menepuk bahunya.
"ngapain berdiri di sini?.. "
jantung karen berdetak lebih cepat dari sebelumnya karna ia sangat mengenal suara itu.
karen berbalik dengn cengengesan tak tentu.
"gk ada pak... cuman lgi liat ada cogan lewat di depan"asal karen karena gugup.
" mana?.. "tak melihat apa pun.
" ada pak!.. "ujar karen dengn menatap bayu yg kini mencari orng yg di blng karen.
" ya ma... "ucapan bayu berhenti saat melihat tangan karen mengarah padanya.
" duluan pak, hehe... "kabur karen meninggal bayu yg kini melongo tak percaya.
"a..aku cowok gantengnya?.., hm tpi aku emng ganteng sih" ucap bayu yg semakin besar kepala, dengn menyisiri rambut dengn cool.
__ADS_1
"aku ganteng hihi... "bayu terus memuji diri sendiri dengn tersenyum tak jelas membuat orang yg berpas-pasan dengn bayu merasa aneh deng pak riko mereka.
sedangkan di balik tembok, karen tersenyum juga dengn malu, entah apa yg di fikirkan nya sekarang, tpi dia sangat senang sekali hari ini.
.
"mati aku!!.. "indah merutuki kebodohan, pasti bos gila nya ini marah dan menghukum dia lgi.
indah tergesa-gesa menuju lantai atas bahkan tak menjawab panggilan dari bastian karna panik.
clek...
" permisi tuan" ucap indah yg pura-pura tak ada masalah sungguh dia mls klau dpt hukuman karna terlambat sedikit.
"hari ini kita ada pertemuan dengn siapa?.. "
"eh.. " indah tersentak mendengar pertanyaan bastian, bukan pertanyaan namun tak biasanya bastian tak mempermasalahkan dirinya yg telat masuk.
"mungkin bener, kue yg ku buat ada masalah... tpi bagus deh, besok² aku buat lagi lah...hhh "
"sari!... "
"eh.. ya!.. " lamunan indah langsung buyar seketika.
"ehem.. hari ini kita ada pertemuan dengn tuan dimas di restoran xx, tuan pukul 10 pagi ini.. " jelas indah dengn tersenyum.
"hmm, kau bisa kembali duduk"
indah kembali ke tempat duduk nya dengn membatin senang.
"kita akan jumpa lagi calon duda hihi.. " senyum indah membayangkan saat pertemuan nya dengn orng yg sangat iya kenal, rasanya ia tidak sabar menunggu hingga jam 10.
"knp dia?.. " bastian yg merasa aneh melihat ekspresi indah yg menurut berlebihan kalau hanya untuk menemui rekan kerjanya. ada rasa tidak senang di hati bastian klau bener indah memikirkan orng lain saat ini.
__ADS_1