
hari ini bastian dan indah pulang kerumah abi, sebenarnya indah kesel sama dila yg engk bisa jaga rahasia tpi dila menjelaskan peraturan di markas ini membuat indah paham dan memaafkan nya, satu hal yg membuat indah sangat penasaran sebenarnya siapa bastian dan untuk apa markas itu di buat.
"sebenarnya anda siapa?.. "
bastian yg lagi santai nyetir tiba-tiba mendapatkan pertanyaan dari indah langsung menoleh sekejap dan lalu fokus ke jalan.
"suatu hari kamu akan mengerti indah.. "
"aku butuh jawaban yg singkat tpi padat dan jelas.. "indah menatap bastian sinis, walaupun bastian telah berhasil membuatnya tak perlu meminum obat itu tpi indah merasa bnyk sekali yg di sembunyikan bastian padanya.
..."atau kau seorang mafia?.. "...
degh..
bastian cukup kaget mendengar itu, tpi dia sangat pandai menyembunyikan nya di depan indah.
"knp kau diam saja, jadi bener kau seorang... "
"diamlah... " indah terkejut mendengar nada tinggi bastian membuat indah langsung diam dan mengalihkan pandangan keluar mobil.
bastian mengusap wajahnya frustasi, bukan bermaksud membentak indah tpi bastian sangat takut indah akan pergi darinya karena mengetahui siapa dirinya sebenarnya.
"say... "
__ADS_1
"ck... " indah menepis tangan bastian dengn kasar karena di merajuk sekarang, tak ingin di ganggu.
hah..
bastian hanya bisa menghela nafas lalu berkata "kita akan pulang setelah kerumah abi, karena di sini sudah tidak aman aku juga masih banyk yg di kerjakan di sana.. "
walaupun indah sedikit terkejut mendengar itu tpi dia sama sekali tak protes hingga sampai di rumah abi tidak ada pembicaraan apapun di mobil itu.
.
"alhamdulillah kamu selamat nak.. " umi aisah memeluk indah dan bastian bergantian.
"alhamdulillah umi.. "
"indah sudah tanggung Jawab kamu bastian, abi sama umi minta tolong jaga indah dan jangan perilaku dia dengn tidak baik... " pinta abi memohon.
"abi dan umi tenang saja, bastian akan menjaga indah dengn jiwa dan raga bastian.. iyakan sayang?.. " bastian bertanya pada indah yg dari tadi hanya diam saja, mungkin masih marah.
"eh.. ehm.. iya bas.. eh.. sayang.. " indah gelabakan sendiri karena tiba-tiba di tanya.
"ya sudah, hati² di jalan, kami engk bisa antar kalian ke bandara karena masih bnyk urusan... maaf y nak.. " umi sediih tak enak hati.
"engk PP umi, hanya doa dari umi dan abi indah udah seneng kok.. "
__ADS_1
setelah itu mereka berpelukan satu sama lain, tak lupa indah memeluk clista dengn erat.
"sampai jumpa lagi baby rifqi, aunty pergi dulu ya,.. bay.. bay.. " indah sedikit berbicara pada anak dalam kandungan clista itu.
"udah.. sana pergi.. " wajah rifqi tak senang indah yg lama² dekat istri nya, sungguh posesif.
"umi!.. "
"rifqi, mengalahlah.. indah mau pergi engk usah terlalu posesif gitu... " omel umi membuat indah diam² cekikikan karena berhasil membuat wajah rifqi langsung kesel.
"sampai jumpa Rif, jaga lilis dan anak mu... "bastian berbisik pada Rifqi sambil memeluk nya.
" sudah pasti, jangan lupa jaga juga tu emak lampir yg cerewet itu... dan kapan² klau jumpa bawa anak dong biar sama kyk aku.. "rifqi bngga pada dirinya.
" hy kalian berdua normalkan?.. "bastian yg ingin membalas ucapan Rifqi pun langsung melepaskan pelukannya dengn kasar.
" normal lah!.. "ucap keduanya, yg hanya di jawab dengn ber oh ria.
" kirain?.. "
"udah jangan debat, kalian udah dewasa kan?.. jangan seperti anak² lagi.. aduh pusing umi klau gini..melihat kelakuan kalian kalau udah jumpa tidak pernah akur..." omel umi langsung, karena kalau di biarkan bisa² panjang urusannya.
dan kini indah dan bastian pamit pergi, indah tak lupa berpamitan dengn baby raya serta kedua ortunya, tak lupa fiki yg sebelah Duabelas sama seperti Rifki yg kelakuan nya membuat indah kesel setengah mati.
__ADS_1