Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 23


__ADS_3

hari ini indah pulang lebih cepat dari sebelumnya, sedangkan bastian!.. indah gk tau dia tetap di perusahaan atau pergi dari perusahaan.


rencana nya indah akan menceritakan kisahnya dan menceritakan klau di tinggal di mansion bareng bosnya itu, tpi indah urungkan karena ini masih jam kerja pasti karen dan rere sibuk jadi indah memutuskan untuk pulang untuk bantu buk jum beres² mansion walaupun sudah bnyk pembatu di sana tpi indah sadar selain pekerjaan di perusahaan dia juga ada tugas lain sesudah selesai di perusahaan.


"cepet non pulangnya?.. " sapa bodyguard penjaga gerbang.


"iya Pak, karna pekerjaan di perusahaan engk terlalu bnyk jadi sari pulang biar bisa bantu buk jum masak.. " jelas indah sambil tersenyum ramah.


"oh.. gitu, yaudah masuk non.. "


"makasih pak!.. "


indah berjalan masuk mansion besar itu, yg halaman nya aja luas membuat kaki nya sakit karna terlalu lama jalan.


"knp coba, halamannya aj segede ini..buat sakit kaki aj" keluh indah dengn sesekali melirik bnyk bodyguard yg berjaga membuat kadang indah risih karna terlalu bnyk orng² yg badannya besar berotot dan bertato kadang membuat nya takut.


"sebenarnya tuan putra itu knp mengerjakan begitu bnyk bodyguard?.. atau nanti di seorng mafia kek di film²..."indah berhenti berjalan dengan keadaan kaget tpi langsung sadar membuatnya menepuk kepalanya pelan.


" ck.. mana ada mafia di zaman modern gini!.. aneh kamu indah"gerutu indah dalam hati dengn langsung melanjutkan jalannya, karna gk mau mikir yg aneh2 membuat otaknya ngelek seketika, mungkin dia kebanyakan baca novel fikir nya.


dan anehnya lagi indah bahkan gk pernah baca novel apalgi bergenre mafia, dasar indah.


.


"baik tuan, mungkin saya akan mengirim ke email anda malam nanti dan nanti saya sendiri yg mengantar gaun buat nona sari! "


"hm"


tut..


"kebiasaan..huh.. " bayu meratapi nasib nya yg harus mencari informasi indah dan yg berhubungan dengn tuan dimas padahal tugas dia di markas blm siap dan satu lagi dia harus mengantarkan gaun buat pesta malam di rekan kerja bastian.


"seperti nya bos benar-benar sudah jatuh hati dengn wanita indo itu.."gumam bayu sambil melamun meratapi nasib nya lgi yg masih blm ada yg bisa buatnya jatuh hati alias masih jomblo.


jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan benar saja bayu datang dengn membawa beberapa paperback di tangannya.


"buk jum sari mana?.. " tanya bayu yg pertepatan berjumpa buk jum di ruang tengah.


"nak sari ada di taman belakang den riko"jawab buk jum tersenyum.


" hm.. makasih buk"


bayu bergegas ke taman belakang untuk menjumpai indah yg kini memandang taman yg kosong tampa ada bunga atau pohon untuk menghiasi taman itu.


"sari!.. "


indah merasa namanya di panggil pun menoleh dan terlihat bayu yg kini membawa paperback di tangannya.

__ADS_1


"ngapain pak kesini?.. " tanya indah yg melupakan apa yg di katakan bastian tadi siang.


"nih.. dari tuan putra" sambil menyerah paperback itu, lalu pergi meninggalkan indah yg blm sempet blng Terima kasih.


"terimakasih" ucap pelan indah.


"seperti nya di sangat buru²... "gumam indah yg melihat kepergian bayu tampa sepatah katapun, dari jalannya pun seperti tergesa-gesa. seandainya indah tau bayu seperti itu karena bosnya itu, yg memberi nya tugas tak terkira bnyk nya, blm masalh markas selesai tpi dia di suruh buat nganter gaun itu dan satu lagi di juga blm nyari informasi indah dengn lengkap,


sedangkan di berjanji mlm ini akan mengirim nya, habis lah nasib bayu semisal engk bisa mengerjakan itu dengn baik, sebenarnya bastian bisa saja menyuruh cici atau risa namun itu akan terlihat sangat mencolok nantinya karna cici dan risa termasuk pembatu gadungan di mansion ini walaupun mereka bener² mengerjakan sebagaimana menjadi pembantu yg sesungguhnya.


.


hari sudah gelap kini indah bersiap² untuk pergi.


"i.. ini.. " mata indah melotot tidak percaya melihat gaun yg berwarna biru muda dengn ukuran yg pas berlengan panjang dengn jaring² di dekat pergelangan tanganya, tidak lupa kerudung yg di hiasi pernak-pernik cantik dan cadar nya yg senada.


ada lagi yg membuat indah melongo tak percaya sambil mengangkat benda itu yg tak lain high heels yg senada juga.


"harus kah memakai alas kaki terkutuk ini " indah sebenarnya kurang senang sama benda satu ini karna klau terlalu lama memakainya membuat kakinya sakit dan lecet, dulu saat kuliah dia hanya coba² memakai ginian tpi hasilnya kakinya sakit bahkan beberapa kali jatuh, sungguh tidak beruntung.. dan kini dia di pertemukan lagi dengn benda satu ini membuat nya mengutuk kesel, tpi mau gimn lgi indah tetap harus memakainya walaupun kurang nyaman.


beberapa menit indah selesai memakainya dan kini di berdiri di depan yg memperlihatkan betapa cantik dan bersinar nya dia di malam ini.


"ternyataa kau cantik indah .. " puji indah pada diri sendiri sambil memutar² kan badanya seperti anak kecil.


tok.. tok.. tok..


"masuk!.. " karna udah tau siapa yg mengetuk itu.


"MasyaAllah nak.. kamu cantik sekali" puji buk jum yg terpana melihat indah bergaun berwarna biru muda itu.


"makasih buk!.. oh ya knp ibuk kesini?.. "


"oh ya.. hampir aja ibuk lupa, itu tuan putra sudah nunggu nak sari di ruang tamu.. " jelas buk jum membuat indah mengangguk paham.


"baiklah.. , indah ngambil tas dulu"


"klau gitu ibuk ke kamar ya nak, hati² saat di pesta nanti dan nikmati lah acara di sana, jarang² tuan putra mau ngajak seorang wanita ke acara ginian, biasa selalu pergi sama den riko.. "


"apakah tuan putra tak punya kekasih untuk di ajak buk? " tanya indah terheran-heran karna buk jum malah ketawa.


"ada yg salah ya sama pertanyaan ku?.."


"aden gk pernah punya kekasih dekat sama wanita aja gk pernah.. " ujar buk jum setelah menghentikan tawanya.


"kok gitu buk, bukan kata tuan putra di tampan ya... apa jangan² wajahnya jelek lagi.. "


"sssst.. nak sari gk boleh ngomong gitu, aden itu tampan loh nak, siapa saja yg melihat wajahnya pasti langsung jatuh cinta.. "

__ADS_1


"lah trus kok gk punya kekasih klau bnyk yg suka!.. "indah semakin terheran-heran.


" masalah itu aden putra yg engk suka wanita-wanita seperti mereka!... "


"nanti tuan putra gay gk sih buk?.. " tanya indah menatap buk jum intest.


"nak sari jangan ngomong gitu.. tuan itu gk kyk gitu, cuman blm ada aj yg cocok" jelas buk jum gk mau indah salah paham.


"oh.. "


"apa mungkin karna dia berdarah dingin y?.. "tanya indah dlm hati.


" udah sana, nanti kena marah karna udh buat tuan putra lama nunggu!.. "indah mengangguk dengn berjalan keluar dan buk jum kembali ke kamar nya untuk istirahat.


tak..


tak..


tak..


suara high heels cantik indah berbunyi seiring dirinya melangkah,malam ini bener² sangat cantik dengn balutan berwarna biru muda itu.


" tuan!.. "panggil indah yg sudah ada di belakang kursi bastian.


bastian tersadar dari lamunan nya mendengar suara yg ia kenal, muka bastian dingin pun kini terpancar karna dia susah menunggu indah yg lama menurut nya, bastian berdiri dan berbalik yg kini menatap indah dengn bengong.


"dia.. sangat cantik!.. "batin bastian merasa terkejut melihat perubahan indah yg di luar prediksi nya.


" tuan!.. "indah melambaikan tangannya ke wajah bastian yg masih terpana dengn penampilan indah yg sopan namun terkesan elegan dan sangat cantik.


" eheem.. "bastian langsung sadar lari lamunan, di sampai merutuki dirinya sendiri, bisa² terpana dengn kecantikan indah yg padahal gk tau rupanya.


" kau terlambat "dingin bastian kembali lgi.


" hah.. maaf.. "indah hanya bisa menghela nafas memang di terlambat karna ia terlalu asik bercerita dengn buk jum tadi.


" ayok pergi!.. "ajak bastian duluan jalan, indah hanya bisa mengikuti bastian dari belakang.


semua bodyguard pada hormat saat bastian lewat beserta indah di belakangnya, semua bodyguard sesekali melirik indah yg berada di belakang yg sangat cantik pada malam ini.


" jaga pandangan kalian, atau aku congkel kedua mata kalian "suara dingin dan aura menakutkan keluar dari tubuh bastian membuat bodyguard yg tadinya melirik indah kini menegang dan merinding dengn cepat mereka menundukkan pandangannya, sedangkan indah terheran-heran dengn sikap bastian yg menurut berlebihan lagi pula engk biasanya bastian kyk gini.


"masuk lah.. "indah tak membantah di masuk dengn pintu yg di bukakan sendiri oleh bastian, sedangkan bodyguard yg melihat sikap manisnya bos kejam mereka rasanya ingin muntah darah saat itu juga, sungguh mereka terkejut.


setelah memastikan indah masuk dengn aman, bastian pun ikut masuk di tempat duduk belakang sedangkan yg nyetir erick klau bayu jangan di tanya di sangat² sibuk.


erick pun melajukan mobil nya yg di ikuti 3 mobil di belakangnya yg tak lain bodyguard yg menjaga mereka.

__ADS_1


__ADS_2