
"nak sari mau kmn?.. "
"pulang buk?.. "
"kemana?.. "
"ke Indonesia,.. "
"apa!!... " pekik buk jum tak percaya, apa lgi kini sudah membawa barangnya di koper dan ranselnya.
"knp nak?.. apa karena kejadian semalam?.. klau ia tolong nak maafin aden putra.. " buk jum memohon pada indah.
"ibuk!.., bukan karena itu kok, sari cuman mau pulang aja.. tiba tiba kangen sama umi dan abi.. " jelas indah sepenuhnya tidak berbohong, memang salah satu nya ia ingin pulang karena kangen.
"jadi kapan kesini lagi?.. " tanya buk jum sedih seperti tak rela.
"InsyaAllah, klau Tuhan berkehendak buk.. " ujar indah tersenyum lalu memeluk buk jum sebentar.
.
"ini surat undur ku!.. " indah menyerahkan surat itu yg ia buat tadi malam.
bastian hanya menatap sekilas surat itu lalu menatap indah yg kini sudah membawa ransel, bastian tak langsung menjawab melainkan mengetuk² meja kerjanya.
"surat mu di tolak!.. " ucap bastian singkat.
"apa!!.. " pekik indah tak percaya.
"gk bisa kyk gitu, aku mau undur diri dari perusahaan dan mansion ini!.. " indah tak Terima klau di gk bisa keluar dari Mansion ini.
"kau bisa keluar dari perusahaan tpi tidak jadi pembantu di sini!.. " bastian menghentikan sejenak ucapannya lalu berkata lagi.
"karna kau sudah terikat kontrak selama setahun.. "
indah rasanya ingin sekali mencakar wajah bastian saat ini.
"engk bisa kah kau membatalkannya?.. kau tau kan aku ini sepupu rifqi sedangkan rifqi punya istri yg kau anggap seperti adik mu sendiri, apakah kau tak bisa bersikap baik pada ku hingga tega menjadikan aku sebagai pembantu di mansion ini... jadi percuma aku sekolah tinggi² klau akhirnya harus jadi pembantu... "jelas indah panjang lebar.
__ADS_1
" kau dengar tidak!!.. "entah knp indah kalau berhadapan dengn bastian bawaannya emosian trus.
" jadi kau ingin aku bersikap baik?.."tanya bastian menatap indah.
"iya!.. " jawab indah singkat.
"baiklah klau gitu kau harus mau menikah dengn ku!.. "
jederrr...
berasa kyk di samber petir di pagi yg cerah ini, indah melotot tak percaya jelas dia akan mengajukan protes.
"tidak bisa!.. aku tidak ingin menikah dengn mu...bisa mati akibat emosi nanti aku!.. " tolak indah tak setuju.
"tak ada pilihan lain jadi kau harus jadi pembantu di sini selama setahun.. " bastian yg tak mempedulikan protes dan wajah masam indah itu.
"kau!!... bodoamat kau kau setuju atau engk aku tetap akan keluar dari sini.. " ucap indah berbalik meninggal bastian yg kini mengepalkan tangannya.
"coba aja klau bisa keluar dari sini.. "bastian menyeringai menyeramkan.
.
" eh.. apa apaan ini?.. "indah sedikit terkejut saat di baru ingin keluar dari pintu utama malah di hadang oleh 2 bodyguard.
" maaf nona!.. anda tidak boleh keluar dari sini... "jelas salah satu dari mereka sambil membungkuk kan badanya.
" apa²an kalian, aku mau keluar!.. minggir!.. "ucap indah kesel langsung ingin menerobos keluar tpi lagi² mereka menghalangi jalan indah.
" kalian bener² ya.. "rasanya indah ingin meledak kan emosinya dari tadi, bos dan anak buah tak ada bedanya buat emosi dirinya saja.
indah berbalik arah karena tidak bisa menerobos keluar dari sana jadi dia berencana untuk keluar dari pintu samping yg merupakan taman yg nantinya bisa menembuas ke depan mansion lalu gerbang keluar dan bebas deh, indah yg memikirkan itu rasa seneng bngt.
langkah indah berhenti saat melihat ada beberapa anak buah yg menjaga pintu arah taman membuatnya yg tadinya tersenyum lebar kini menatap mereka kesel.
"mungkin pintu belakang tidak di jaga!.. " kini indah menuju pintu belakang yg jauh karena mansion yg besar gini klau ke pintu belakang sangat lh jauh.
"tidak!!.. " teriak indah kesel campur capek, blm nyampek ke pintu belakang udah terlihat ada 3 orng yg menjaga di sana, karna udah cepek campur emosi tampa bnyk bicara lagi indah ke sana.
__ADS_1
"minggir kalian!!.. "
"maaf.... "
brukkk..
indah mendorong salah satu bodyguard yg ingin berucap itu langsung tersungkur.
"nona.. apa.. "
"diamlah kalian.. " kesel indah menendang mereka berdua tampa ampun membuat ketiga tersungkur bersama, indah melihat situasi ternyata bnyk pembantu yg melihat nya.
"apa liat².. “tatapan tajam indah membuat mereka merinding.
indah yg tak menghiraukan pembantu itu langsung mengambil kunci di salah satu saku penjaga lalu membuka pintu dengn cepat.
" kejar dia!!.. "
" berhenti!!.. "suara berat seseorang membuat bodyguard yg ingin mengejar indah langsung berhenti dan langsung menundukkan kepalanya begitu dengn pembantu yg tadinya heboh melihat keberanian indah kini menyingkirkan satu persatu karena tidak ingin mencari masalah dengn tuannya.
"di.. dia kabur tuan.. "gemeteran salah satu bodyguard.
" biarkan dia, aku mau lihat sejauh mana dia bisa pergi dari sini.. "dengn senyuman miring nya.
" pergilah kau sejauh-jauhnya ku pastikan kau tak akan bisa kabur dari mansion ku ini.. "batin bastian yg sudah melihat sejak awal indah yg ingin keluar dari pintu depan dan samping namun gagal, bastian melihat itu dari CCTV, rencana tidak akan turun dia akan melihat dari layar saja namun saat melihat indah yg berani membuat anggota nya jatuh pun bastian langsung turun karna takut anak buahnya akan membalas indah, namun dugaan salah ternyata anak buahnya ini paham kalau indah itu penting baginya.
.
indah yg sudah keluar dari mansion itu pun kini mengendap-endap seperti maling sedang melihat ke kiri dan kanan.
"sepi.. syukur lah.. "indah melihat sekitar tidak ada pintu sama sekali di belakang mansion ini yg ada hanya pagar yg menjulang tinggi.
" gila bngt!.. jadi aku harus gimn sekarng, engk mungkin aku manjat pagar setinggi ini,.. "bahkan indah sampai mendongakkan kepala karna sangking tinggi nya membuat jadi seram.
" seperti nya jalan keluar cuman pagar depan.. haruskan aku kesana?.. "indah berfikir² terlebih dahulu.
" ck.. untuk apa aku berfikir klau ujung²nya cuman itu jalan keluarnya..ini mansion kok gede amat...gk bisa ya beli rumah kecil yg sepetak kan klau mau keluar gk ribet,pintu depan cuss langsung pintu belakang.."indah kesel sendiri dengn bagunan mansion ini.
__ADS_1