Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 87


__ADS_3

"ck..sial sekali hari ini..."gerutu Risa sepanjang jalan,baru saja dia keluar mansion Bastian hari ini tpi seperti ketimpa kesialan,ada saja yg membuatnya kesel,pertama di ganggu anak² bau kencur kini malah bertemu pria sok pintar,cih,rasanya Risa ingin menonjok mereka saat ini juga.


sebelum pulang ke kontrakannya,Risa terlebih dahulu ke supermarket terdekat untuk membeli kebutuhan kontrakan yg baru ia tinggalkan hari ini,setelah itu iya pulang dengn menggunakan taksi.


.


malam hari di mansion Bastian terdengar ricuh,bahkan suara tawa indah tak terbendung lagi,dengn beberapa pelayan yg lewat pun tak bisa menahan senyumnyanya,


"tangkap umi kalau bisa..."indah berlari menghindari Bastian yg mengejarnya dengn wajah yg sudah indah rias saat Bastian tertidur.


"awas ya mi!.."Bastian walaupun wajahnya yg sangat lucu tpi tak memperdulikan sekitar ,yg penting baginya memberikan pelajaran istri kurang kerjaan ini,bisa² Bastian di hiasi seperti badut,ya ampun seorang Bastian putra William shander kena kerjain istri sendiri memang sangat keren ide nyonya muda mereka batin pelayan di sana.


"sini gk?.."ujar Bastian kesel,bukan pada indah tapi pada diri sendiri bisa²nya dia tak sadar saat indah meriasnya, mungkin efek Nina Bobo indah ya seperti ini, membuat si Bastian yg anti gerakan sedikit saja bangun. kini ada badai,gempa sekalipun masih tertidur pulas, menakjubkan emang.


"engk...hahaha,abi!..Abi!..liat lah muka Abi lucu kali.."wajah indah yg berseri apalagi saat tertawa sungguh sangat cantik,memang indah tak memakai cadar karena saat di kamar dia tak memakai nya,tpi siapa sangka Bastian akan mengejarnya hingga sampai ke lantai bawah, untung hanya pelayan wanita di sekitar mansion sedang penjaga pria ada di luar semua.


"umi!..liat lah klau Abi berhasil menangkap umi..awas ya!.."ancam Bastian semakin mendekat,tpi tak di hiraukan indah yg terus berlari,tpi Tampa sengaja indah yg tak memperhatikan langkahnya membuat ia tersandung,hampir membentur lantai dingin itu klau gerakan Bastian yg tidak cepat.


jantung indah berasa ingin copot saat itu juga.


"hampir saja.."batin indah yg sangat cemas saat ia hampir jatuh,saat melihat Bastian yg kini langsung menggendong nya, membuat indah reflek mengalungkan tangannya ke leher Bastian.


indah tak berani menatap Bastian yg tampak marah padanya,dia hanya bersembunyi di dada bidang Bastian Tampa mau melihat ke arah lain, sedangkan pelayan yg tadi tersenyum melihat kelakukan majikan nya kini ikut deg degkan melihat adegan itu,hilang sudah tawa bahagia tadi kini hanya di selimuti angin dingin dan suasana canggung.


"apa yg kalian lakukan di sini,kembali istirahat..."suara buk Jum yg tegas langsung menyadarkan mereka, langsung kabur dari sana meninggalkan buk Jum diam² menghela nafas karena tau kejadian barusan,tpi buk Jum tak ingin ikut campur,dia ke kamarnya untuk istirahat.


di kamar Bastian


Bastian meletakkan indah dengn hati² di ranjang,lalu pergi ke kamar mandi untuk menghapus riasan di wajahnya sekalian mandi juga.


indah hanya menatap punggung Bastian hingga hilang di balik pintu kamar mandi,ada rasa sedih saat Bastian tak mau bicara padanya lebih tepatnya marah.


indah berbaring dengn menyelimuti seluruh tubuhnya,tpi sebelum itu dia melepaskan hijab dan mengganti pakaian tidur nya,indah diam dengn terisak di balik selimut.

__ADS_1


Bastian yg baru selesai mandi dan hanya memakai celana pendeknya menuju ke tempat tidur, Bastian menghela nafasnya lalu ikut berbaring di samping indah.


beberapa saat Bastian tak bergerak.


"apa dia tidur?.."batin indah yg semakin menangis dalam diam, biasanya Bastian langsung memeluknya tpi kali ini berbeda, Bastian marah padanya.


Bastian yg sebenarnya tak tidur melainkan hanya pura² tidur,dia hanya mengasih pelajaran kecil pada istrinya ini,tpi karena isekan dan badan yg menggetar itu membuat Bastian sendiri yg tak tahan pun langsung memeluk indah sari belakang.


indah yg tiba² di peluk bukanya diam tpi semakin menangis kencang.


"suttt,maaf sayang!.."dengn lembut Bastian membalikan tubuh indah untuk menghadap ke arahnya,dan benar saja wajah indah sudah di penuhi mata.


"ma..huk..maaf,huaaa..."indah mengatakan itu dengn cegukan.


Bastian benar² tak tega melihatnya langsung saja memeluk indah erat.


"suttt..engkpp,maafkan Abi juga ya.."dengn mengelus² punggung indah,dia tau klau wanita hamil membuat emosi tak setabil,kadang gampang marah,menangis, senang,benar² tak bisa di duga.


mata indah langsung membulat saat Bastian malah mencium nya,hanya sebentar tapi membuat nafas indah tak setabil.


hah...hah..


"ke..kenapa..hug..ab..bi,ci..ci.."


"diamlah sayang,.."ucapan indah terpotong dengn ucapan Bastian cepat bahkan memeluknya erat membuat tubuh indah tenggelam di pelukan Bastian.


"jangan fikirkan kejadian tadi,tpi Abi peringati jangan berbuat yg membahayakan kamu dan anak kita,Abi engk suka itu..."ucap Bastian lembut sesekali menciumi rambut indah yg wangi.


indah hanya mengangguk iya,karena memang iya yg salah kali ini.


"besok kita pulang.."ucapan Bastian membuat indah tersentak dan langsung menatap Bastian dengn lekat.


"maksud Abi?.."dengn tatapan intens indah menatap Bastian.

__ADS_1


cup..


sebelum menjawab Bastian malah menyempatkan diri untuk mencium bibir cery yg sungguh tampak menggoda iman itu.


"Abi!!.."tegur indah yg kesel.


"maaf sayang,kamu benar² membuat Abi candu.."Bastian tersenyum mesum pada indah yg hanya menatap Bastian malas.


"tidur di luar!.."ancam indah kini menatap tajam Bastian.


"Oky²..,"pasrah Bastian tak lagi menggoda istrinya ini.


"kita akan ke indo besok pagi.."


"serius bi..."


Bastian dapat melihat tatapan bahagia indah saat iya mengatakan itu.


"iya sayang.."jawab Bastian mengecup kening indah dengn sayang.


"knp engk bilang dari tadi...,awas bi,umi mau beres² kan baju kita.."indah yg ingin beranjak tapi di tahan Bastian yg malah memeluk nya yang erat.


"Abi!.."


"engk perlu sayang!,buk Jum sudah membereskan nya...lagi pula kita bisa beli di sana juga kan..."ujar Bastian dengn memejamkan matanya.


"itu terlalu boros bi.."tolak indah saat Bastian mengatakan ingin membeli baju di indo saja.


"yaudah terserah umi saja,sudah tidur,atau mau..."


"iya iya ini tidur..."ujar indah cepat karena tau kemana arah pembicaraan Bastian.


Bastian hanya bisa tertawa dalam hati lalu memejamkan matanya juga dan mereka pun tertidur dengn berpelukan satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2