
"bi!.. abi!.. " panggil indah kuat.
bastian berlari menuju kamar, dan menemukan indah yg duduk di sofa dengn beberapa cemilan ringan.
"ada apa sayang,..siapa yg memberikan makan tak sehat ini.. " bastian langsung meraih semua makanan ringan itu.
"haaa, jangan diambil dong bi.. hiks.. itu punya ku, klau mau!..beli sendiri saja sana.. jangan punya ku.. hikss... " indah malah menangis karena makanannya di ambil.
"eh.. sayang, jangan nangis dong.., nanti kita beli yg sehat y, yg ini engk sehat loh.. " bujuk bastian resah melihat indah menangis.
"hikss.. es krim.." pinta indah menatap bastian dengn mata berkaca-kaca.
"jan.. eh., baiklah 1 aja y,.. " bastian baru saja ingin melarang untuk indah memakan es krim tpi terhenti melihat indah ingin menangis lagi.
" dua.. "pintanya.
" hah.. baiklah² .. "bastian pasrah melihat kelakuan istrinya yg berubah 180 derajat.
semenjak berjanji akan hidup menata rumah tangga yg lebih baik membuat sikap indah tak ketus lagi dan melupakan kejadian pembunuh orng tuanya, bahkan indah sudah mengetahui cerita gimana orng tua bastian meninggal.
cerita singkatnya, bodyguard yg mereka bawa itu semuanya penghianat, dengn membunuh kedua orng tua bastian dengn cara sadis, tpi saat itu bastian sudah sangat sekarat karena anggota yg jauh kata seimbang tpi karena bantuan seseorang yg tak lain adalah clista yg ia panggil lilis dan sudah di anggap nya adx kandung itu, yg membantu nya saat itu,hingga bastian di rawat oleh clista, maka dari itu bastian sangat menyayangi clista sebagai adx.
skip..
indah memanggil bastian dengn sebutan abi karena agar terbiasa kelak anaknya juga memanggil abi, sebenarnya bastian tak mau karena lebih ingin di panggil daddy tpi indah yg ngotot tak mau mengubah panggilannya, membuat bastian pasrah.
dua minggu sudah berlalu setelah kejadian indah keracunan itu, bahkan keluarga indah yg berada di indonesia juga tau dia hamil tpi tak memberi kabar tentang dia keracunan bisa² orng tuanya datang ke sini karena khawatir.
klau masalah tawanan sudah beres, semua ya, ternyata bastian sudah menyelesaikan siapa yg penghianat di sini membuatnya membunuh penghianat itu dan membuat seluruh pekerja di berhenti karena demi keselamatan keluarga kecilnya bastian rela memperkerjakan anak buahnya yg di markas menjadi pembantu dan juru masak.
jadi bisa di bilang semua orng yg ada di dalam mansion ini adalah orng yg pandai bela diri kecuali indah lah.
.
"gawat!!....semaunya bersiap!!... " suara teriakan di mansion yg menggema dengn langkah kaki yg terdengar jelas.
__ADS_1
di kamar bastian...
"suara apa itu bi?.. " tanya indah setelah menghabiskan es krim nya.
"entahlah sayang, biar abi liat dulu.. " bastian ingin beranjak tpi terdengar suara ketukan yg keras.
"king!..king!.. " suara orng teriak dari luar.
clek..
"ada apa?.. " tanya bastian pada risa dan cici.
"gawat!!.. paman anda king menyerang kita secara rombongan sepertinya dia tidak Terima kita menghancurkan markas dan membunuh seluruh anak buahnya... " jelas risa.
"sialan pria tua itu, dari mana dia mendapatkan anggota lagi.. " bastian marah melihat pria itu yg tak tau diri itu, bastian sengaja tak membunuhnya saat itu karena mengingat pamanya sudah membantu keluarganya selama ini tpi sepertinya bastian akan mengubah rencana itu, akan membunuhnya kali ini.
"seperti dia juga ada anggota rahasia... " ujar cici di anggukan risa.
duarrrrrr.... duarrr... duarrrr...
"benar² sialan pria itu.. "batin bastian.
.
" apa itu?.. "indah yg lagi santai terlonjat kaget hampir saja dia jatuh dari tempat tidur karena terkejut, perlahan dia membuka jendela, mata indah berasa ingin keluar melihat keadaan kacau di bawah sana.
" knp ini.. "indah takut dan khawatir melihat bnyknya pasukan yg seperti lagi ber medan perang, dengn berbagai bom untuk menembus pertahan mansion ini, agar mereka tak masuk.
" sayang!.. "inda langsung menoleh dan menghampiri bastian dengn wajah panik.
" ada apa ini bi?.. "tanya indah tpi tak di jawab malah bastian memeluk indah erat.
" pergilah!.. jaga anak kita, setelah ini selesai aku akan menjemput mu.. "bisik bastian di telinga indah.
" apa maksud anda!.. "suara indah yg formal bahwa dia sedang tak senang.
__ADS_1
" maafkan aku sayang, aku terpaksa!.. di sini tak aman, aku berjanji setelah ini kita akan hidup bahagia damai tanpa ada gangguan, jadi aku mohon turuti kali ini permintaan ku... "mohon bastian sungguh terpaksa, kalau dia mau tak ingin berpisah dengan istri nya tpi keadaan lah tak mendukung untuk indah masih ada di sini dengn keadaan yg sudah kacau.
duarrrrr....
terdengar suara ledakan kembali, membuat indah memejamkan mata dengn air kata sudah mengalir, sungguh berat berjauhan dengn seseorang yg sudah kita cintai apalagi keadaan dia sedang hamil muda.
"hah..baiklah... " indah membuat keputusan dengn helaan nafas berat.
"tpi, setelah selesai jemput aku.. " tambah indah dengn memeluk bastian seperti tak ingin berpisah.
"tenaga sayang, aku akan menjemput kamu dan anak kita.., ayo ikut risa dan cici mereka yg akan mengantar mu ke tempat yg lebih aman.. " ujar bastian membuat indah mengangguk pelan. indah hanya membawa tas selempeng yg hanya berisi ponsel dan uang sedangkan yg lainya tak indah bawa.
"jaga istri ku dengn baik... setelah sampai kalian kabari aku.. "perintah bastian dingin.
" baik king!!.. "patuh mereka yg bertanggung jawab penuh atas keselamatan indah.
" keluar kau bastian sialan!!.. jangan jadi pengecut!!.. "suara pria tua yg di yakini paman bastian berteriak keras hingga menebus masuk ke mansion dan terdengar oleh mereka.
" bi!!.. "mata indah kembali berkaca kaca, dia masih blm siap berpisah dengn bastian walaupun katanya hanya sebentar tpi sama aja dia tak rela.
" tenang sayang hanya sebentar kok, setelah ini selesai kita akan ke Indonesia dan kita akan membuat rumah dekat rumah abi.. "ucapan bastian membuat indah senang juga khawatir takut bastian tak mengabulkan ucapan itu, tpi indah hanya yakin itu pasti terjadi.
" baiklah... "indah kembali memeluk bastian begitu dengn bastian tak henti² kenciumi indah di balik cadar itu, risa dan cici melihat arah lain karena tak ingin melihat mereka berdua yg seperti akan berpisah lama.
" pergilah.. "bastian melepaskan pelukannya dengn tak rela.
" janji y setelah ini abi akan jemput umi.."indah menagis dengn mengacungkan jadi kelingking nya.
"janji.. umiku tersayang... " membuat indah tersenyum karena mendengar panggilan umi.
bastian melirik pada dua wanita itu agar membawa indah pergi, mereka yg tau langsung membawa indah pergi dari sana lebih tepatnya menuju ruang rahasia yg akan jumpa jalan keluar mansion cukup jauh.
bastian sudah tak melihat bayangan istrinya langsung berubah menjadi dingin dengn kepalan di kedua tanganya, dan urat yg menonjol menandakan dia sangat marah.
"kau nyari mati!.. " gumamnya dengn tatapan tajamnya, lalu pergi menemui pria tak tau diri itu.
__ADS_1