
perlahan kedua mata bastian terbuka, walaupun terasa berat namun ia memaksakan untuk sadar, setelah sepenuhnya sadar iya langsung teringat kejadian semalam membuatnya langsung terduduk.
"stttt... " ringisan keluar dari mulut bastian karena lukanya yg blm mengering sempurna, Tiba-tiba bastian menyadari klau dia tidak memakai apa² selain dua selimut yg menutupi seluruh tubuhnya.
"indah?.. di mana indah?.. " bastian celinguk mencari indah namun tempat yg bastian yakini adalah pondok yg sudah lama di tinggal lama oleh pemilik nya.
"ini dimana?.. dan di mana indah?.., apa dia membawa ku ke sini sendirian?.. " samar² bastian mengingat klau dia pingsan saat sudah di tepi sungai.
"ck.. awas kalian, sekali lagi aku jumpa kalian akan ku bunuh kalian.. " bastian mengingat jelas ini semua ulah pria bertopeng itu, yg masih blm di ketahui siapa di balik pria² itu.
bastian menarik nafasnya lalu membuang nya perlahan, sekarang tidak perlu memikirkan itu dulu, yg harus iya fikirkan di mana indah sekarang?, bastian masih dapat melihat kayu bakar yg blm mati sempurna dan bastian melihat sekitar dan menemukan pakaian nya yg tergantung.
"apakah ini kerjaan dia?.. " bastian bertanya sendiri, tpi dalam hati ini pasti kerjaan indah, perlahan bastian turun dari tempat tidur untuk mengambil pakaian nya yg ternyata kering.
setelah memakai pakaian nya bastian menuju pintu yg tampak usang dan membukanya perlahan.
bastian menghirup banyak² udah di hutan ini sangat segar dia juga merasakan sudah lebih baik dari sebelumnya.
bastian yg melihat sekitar pondok/gubuk itu yg hanya di kelilingi oleh pohon² yg menjulang tinggi.
"dia membawa ku kesini dalam keadaan gelap?.. " ada rasa bersalah dlm hati bastian yg telah membawa indah dlm bahaya, bastian yg ingin mencari indah namun terhenti melihat sosok yg sangat iya kenali, indah yg menuju kearahnya dengn membawa sesuatu dalam tanganya.
"alhamdulillah tuan sudah sadar, knp di luar tuan blm sembuh bastian, klau nanti luka nya terbuka gina.. trus nanti..."
greppp...
mulut cerewet indah langsung berhenti saat tiba-tiba bastian memeluk dengn erat dan bahkan mengucapkan maaf berkali-kali.
"maaf,.. maafkan aku dan.. maafkan aku telah membuat mu dalam bahaya.. maaf.. " sungguh bastian sangat merasa bersalah pada indah.
"tidak papa, namanya suami istri emng harus menghadapi masalah bersama bukan?.. jadi tenang saja,.. oh y kemana perginya si tuan bastian yg menyeramkan hm?.. kok malah bastian yg mewek... hehe.. " indah sedikit membuat canda agar bastian tidak merasa bersalah lagi.
hati bastian menghangat mendengar penuturan indah, yg berarti sudah menerimanya sebagai suami nya.
"ayok kita masuk.. aku ada bawa buah²han, cukuplah untuk ganjel perut sebelum anak buahmu mencari kita.. " bastian mengangguk dan mengikuti indah yg duduk di tempat tidur nya tdi.
"sini duduk.... nih.. makan lah aku mendapatkan nya di hutan ini, sudah ku cuci tinggal di makan saja.. " indah membuka daun yg besar sebagai wadah buahnya, seperti pisang, blueberry, apel.
bukanya menjawab atau memakan buah itu malah bastian kembali memeluk indah dengn erat hampir saja dia tidak mati kehabisan nafas.
"makasih..." bastian tersenyum kepada indah yg wajah yg sedikit pucat.
__ADS_1
"hm.. " sebagai jawaban indah.
"knp wajah pucat?.. trus mata panda?.." hampir saja indah tersedak mendengar pertanyaan bastian itu tpi indah bersikap santai seolah tidak terjadi apa².
"ya iya lah, mana bisa aku tidur di pondok yg mengerikan ini, trus wajahku pucat mungkin karena kejebur di air dingin itu dlm waktu malam.. " indah mencoba mencari alasan yg tepat tpi siapa sangka ucapan indah seolah ini salah bastian yg melibatkan indah seperti ini.
"maaf!.. "
"ayolah... knp asik minta maaf trus.. ya ampun.. lama² aku kenyang karna makan kata maaf mu dari tadi.. " jengkel indah.
"cepat makan setelah ini kita akan cari jalan keluar... "
"suap.. " pinta bastian pura² lemah, walaupun dia sudah mendingan tpi dia sengaja lemah di depan indah agar dapat perhatian lebih dari indah.
"hey... yg sakit itu tubuhmu bukan tangan mu.. "
"tangan juga termasuk dalam kata tubuh kan?.. "
"ya ampun, tau kalau dia sadar sikapnya kek gini mending dia tidur lagi... astaghfirullah hal adzim.. indah.. engk boleh gitu... " untung indah hanya membatin kalau engk mungkin udah sakit hati bastian.
indah mengupaskan buah apel dengn pisau yg memang dia bawa saat mencari buah, yg ia dapatkan di pondok ini juga.
indah menyuap bastian dengn sesekali dia ikut makan karena dia juga lapar.
"biarin aja... " melihat bastian yg seperti tak peduli membuat indah kesel.
"kau gila, knp tidak ingin keluar dari hutan menyeramkan ini... apalagi kau semalam pingsan benar-benar membuat ku takut... " kesel indah yg dia akhiri merinding saat mengingat banyaknya suara binatang malam, apalgi suara burung hantu yg mendominasi kan hutan ini, tpi indah masih lega bukan hantu yg keluar... walaupun gini² dia takut hantu sebagai mana perempuan yg takut horor.
"maaf telah membuat mu takut, kita akan keluar tpi kita engk perlu banyk bergerak.... "
"ha?.. gimn maksudnya.. aku engk mau ya klau kita engk gerak² nanti klau ada binatang buas atau lainya gimn.. yaampun aku blm punya anak trus cucu dan cicit tapi udah langsung beda alam... engk bngt tuh.. " indah menyerocos entah kemana-mana, membuat bastian tersenyum nakal.
"hey.. ada apa dengn senyuman mu itu?.."
"karna istri bastian ini takut mati setidaknya sebelum mati kita menikmati nikmatnya dunia.. " indah yg paham langsung memukul bahu bastian sedikit keras.
"dasar mesum.. " sebel indah tak ingin melihat wajah bastian yg kini tertawa keras.
"tenang sayang, aku engk akan lakukan itu di tempat seperti ini kan?.."
"isss.. diamlah.. " indah sedikit ngegas karna malu dan tak ingin membahas itu lagi.
__ADS_1
"baiklah²... mari kita bahas maksud dari tidak bnyk bergerak itu adalah kitak engk perlu kemana-mana tetap di pondok saja, pasti anak buahku sudah menemukan mobil yg masuk sungai kan?.. dan di pastikan mereka akan mencari kita.. nah buat apa kita susah² nyari jalan keluar biarkan saja mereka yg mencari kita.. "indah mengangguk mendengar penjelasan bastian.
" jadi apa yg kita lakukan selama menunggu mereka?.. "
"emng sayang mau melakukannya?.. " lagi² bastian menggoda nya membuat indah naik darah.
karena kesal dia ingin melangkah pergi tpi dia lupa klau kaki nya masih sakit membuat langsung terjatuh karena tak seimbang.
"awwww... " indah memegang kakinya yg semakin sakit.
bastian terkejut indah yg tiba-tiba jatuh pun langsung melihat apa yg terjadi.
"ini kenapa?.. " indah sedikit ketakutan melihat perubahan bastian yg tadinya ramah dan suka becanda kini di ganti wajah yg serius dan tatapan tajam.
"hmm... itu.. itu kena pas mau keluar mobil engk segaja kecepit pintu mobil.. " indah menunduk tak berani menatap bastian saat ini.
bastian yg melihat indah ketakutan dengn sikap nya pun langsung merubah nya, dia khwatir tpi salah menujukan ekspresi yg seperti marah.
"maaf... " bastian membelai wajah indah yg tampa tertutup apapun.
"aduh.. ya allah kali ini aku bener² kenyang dengn kata maafnya... bahkan mau muntah maaf klau ini... "batin indah.
indah tak menjawab dia mengikuti bastian yg menuntun nya untuk duduk kembali di atas tempat tidur.
" apa yg kau lakukan?.. "indah sudah was was karna saat bastian meletakkan kakinya di pahanya.
" urut.. "singkat bastian namun panik di indah.
" tidak².. aku engk mau.. itu pasti sakit.."indah sangat takut soalnya di pernah di urut karena terkilir juga sakitnya sungguh subhanallah bagi indah.
"pelan² kok, setidaknya mendingan nanti sampai di rumah baru kita kasih salep agar tidak bengkak seperti ini... " ujar bastian yg di geleng-gelengkan indah yg tak mau.
"akhhhhh... sakit.. udah².. akhhh... " indha menjerit kesakitan saat tangan bastian yg mengurut kakinya.
krek...
"akhhhh... hik.. udah..." indah bahkan menagis kesakitan, apalagi mendengar suara tulang seperti patah.
bastian memeluk indah yg menagis, sebenarnya bastian tak tega tpi klau tidak di urut nanti semakin bengkak karena pergelangan kaki indah yg sedikit tergeser.
"tenanglah... udah kok, coba gerakan kakinya perlahan.. " indah sedikit takut menggerakkan kakinya tpi ajaib dia tak lagi merasakan sakit seperti sebelumnya walaupun masih sakit tapi tak separah pertama tadi.
__ADS_1
"gimn?.. "
"hm.. lumayan.. makasih.. " indah sedikit malu karena menangis apalagi iya menjerit kuat tadinya sedangkan bastian tersenyum manis kearah indah dan perlahan mencium kening indah sejenak.