
"ini?!.."Bastian menyerngitkan dahinya,seolah bertanya pada kedua pria itu.
"rumah Anggara!"jawab Bayu sambil membuka kaca mobil.
"bisa saya bantu tuan!!.."security rumah itu bertanya.
"apakah benar ini rumah tuan Anggara?.."tanya Bayu pada pak security.
"ya benar tuan, ada keperluan apa pada tuan farel!.."tanya sopan security itu.
"tolong sampaikan bahwa tuan Bastian shander ingin berjumpa...karena hal ini sangat penting!.."pinta Bayu.
"baik tuan tunggu sebentar!.."ujarnya sambil menelepon.
menjelang menunggu security itu meminta izin, tiba-tiba Erick memanggilnya dengan nada pelan.
"ap.."ucapan Bayu berhenti saat Erick melirik pada Bastian yg kini sudah marah.
"knp tuan seperti..."ucapan pelan Bayu tiba tiba berhenti saat ingat ternyata Anggara berarti Dimas Anggara yg merupakan teman kuliah istrinya.
glek...
reflek keduanya,menelan salivanya dengan serempak,mereka tau saat ini pasti Bastian cemburu akut.
bahkan mereka di kejutkan Bastian yg turun langsung dari mobil membuat mereka bingung mau menghentikan nya gimn.
"buka!!..."teriak Bastian seperti tak lagi memakai akal,Bahakan security yg sedang meminta izin pun di buat terkejut.
"tuan...tuan..jangan seperti itu.."Bastian mengabaikan Erick dan Bayu yg menegur nya agar tak berbuat berlebihan,tapi Bastian tuli,dan tak peduli yg ada di fikirannya,hanya indah,indah dan indah yg sedang bersama Dimas.
"si..silahkan masuk tu..tuan.."security sedikit takut melihat ekspresi Bastian yg tak bersahabat.
"terimakasih.."ujar Bayu,menyusul Bastian yg sudah berjalan duluan masuk, sedangkan Erick masuk ke mobil lalu masuk ke halaman rumah juga.
dari kejauhan Bastian sudah dapat melihat tuan farel dan Hana di depan pintu.
tuan farel dan Hana di kejutkan karena tiba-tiba security nya menelepon bahwa tuan shander ingin berjumpa, biasanya kalau hanya urusan kerja tidak mungkin langsung mendatangi rumah nya pasti ada hal penting fikiranya.
"selamat datang tuan!.."
"dimana istriku?.."tanya Bastian dingin,sambil menatap mereka berdua.
ha!..
suami istri itu bingung siapa yg di maksud rekan kerjanya itu,tiba tiba datang menanyakan istrinya.
"maksudnya anda siapa tuan.."tuan farel mencoba meminta penjelasan siapa yg di maksud hal itu di angguki Hana.
"indah Permatasari shander"Bastian menekankan kata² nya bahwa wanita itu miliknya.
"jadi!.."mereka shok tak percaya, mereka memang blm bertanya siapa suami indah,yg mereka ketahui indah sudah menikah.
__ADS_1
"ma,pa ada siapa?.."Dimas yg mendengar ada suara percakapan di luar pun melihat siapa yg datang.
saat baru keluar dari rumah langsung di suguhkan tatapan tajam Bastian dan kedua kepercayaannya.
"tuan Bastian.."sapa Dimas ramah.
"knp di luar ayok masuk!.."ujar Dimas lagi
"dimana indah!.."lagi² Bastian menanyakan di mana istrinya,dia sudah menahan diri agar tak menembak keluarga ini.(hehe.. Bastian blm sepenuhnya tobat kyk nya😅).
"ada di dalam tuan.."
Tampa banyak bicara Bastian masuk,karena benar-benar menahan diri tak menonjok muka Dimas, sedangkan Bayu dan Eric di buat senyum canggung sambil meminta maaf pada mereka karena tuannya.
"engk papa,ayok masuk.."ujar Hana yg sudah paham sifat Bastian yg keturunan dari ayahnya,yah mereka kenal ayahnya Bastian yg sama seperti Bastian dingin, tatapan tajam dan pelit berbicara.
mereka masuk meninggalkan Dimas yg mengepalkan tangannya.
"sabar Dimas,ingat lah dia istri orang lain,bahkan lebih berkuasa dari mu.."Dimas mencoba menyadarkan diri agar tak mengambil hak yg bukan miliknya.
apalagi mengingat Bastian pernah mengancamnya tak usah berhubungan lagi dengan indah,pada saat itu Dimas menolak tpi saat tau Bastian akan menghancurkan bisnis dan keluarga nya membuat Dimas hanya pasrah mengikuti, mungkin mereka tak di takdir kan bersatu fikiranya.
.
"ibuk mau ketaman gk?...Giman citia?.."tanya indah dengan memegang kursi roda buk Jum.
memang luka nya blm sembuh tpi buk Jum katanya bosan,yaudah mereka hanya bisa membawa buk Jum keliling dengan kursi roda.
"yaudah..ayok.."jawab buk Jum tersenyum.
"les't go.."
tpi saat mereka ingin berjalan tiba-tiba ada suara teriakan membuat mereka langsung membalikan badan.
"sayang!!!.."
degh..
"Abi!.."indah terkejut tiba² Bastian ada disini padahal dia sudah berencana akan pulang nanti tpi siapa sangka Bastian langsung menjemput dirinya di sini.
indah juga berlari pelan,dan langsung di sambut pelukan Bastian dengan erat.
"sayang!.. apakah kamu baik² saja?..,gk ada yg luka kan?..,atau kita kedokteran yuk?..,dan anak kita gimana?..gkpp kan?..atau..."
"stop..stop.. stop..aku engk papa,liat lah..gk papakan..."indah memutarkan tubuhnya sambil memperlihatkan dirinya baikan² saja.
"syukur lah,tolong jangan buat aku takut!.."Bastian lagi² memeluk indah dan tak segan menciumnya di depan mereka.
"sepertinya aku tak akan ada harapan!.."diam² Dimas memperhatikan mereka dari belakang dengan perasaan sedih.
"di mana cadar mu!?.."Bastian langsung menyembunyikan wajah indah agar tak terlihat oleh mereka.
__ADS_1
"Abi!..ih..cadar aku.."
"apakah ada kain atau jilbab?.."Bastian tak mendengarkan indah yg menggerutu malu di dalam pelukan Bastian.
"ada tunggu sebentar!.."Hana langsung melesat cepat masuk ke kamar dan keluar membawa jilbab panjang yg bisa di jadikan penutup wajah.
"Abi berlebihan.."kesel indah yg sama sekali tak bisa keluar dari pelukan Bastian.
"umi sayang!.."seketika panggilan itu membuat indah diam sambil tersenyum.
setelah mendapat jilbab itu, Bastian langsung memakaikannya, padahal dia seorang laki-laki tak mengerti tentang perempuan tpi bisa memakai kan jilbab sebagai penutup wajah, bahkan terlihat rapi.
"nah,ini baru istri Abi!!..cup.."ucap Bastian tak tau malu,tak tau tempat,yg lain hanya pura ² tak nampak melihat kelakuan manis Bastian,untung ada buk Jum yg tiba-tiba menyadarkan mereka yg tak tau tempat itu.
"den!!.."
Bastian langsung tersadar di sini ternyata ada buk Jum,si penghianat.
tatapan Bastian langsung berubah saat melihat buk Jum,mereka semua melihat itu.
Bastian yg ingin maju tpi di hentikan indah.
"Abi mau kemana,jangan apa apain ibuk!.."indah merentangkan tangannya,menghalang Bastian mendekat.
"awas nak indah,ibuk penghianat,ibuk pantas mati.."ujar buk Jum.
"ibuk engk..."
"emang pantas!!.."ketus Bastian tak suka membuat buk Jum sakit hati,karena dia juga yg salah,tapi kata² Bastian sangat menusuk di hati buk Jum.
"engk!..jangan buat hal seperti itu,Abi kan udah berubahkan?.. hentikan bi.."indah tak mau,dia memeluk buk Jum erat.
"ibuk salah nak!..ibuk pantas mati,ibuk yg buat kamu dalam bahaya.."
"engk!.."teriak indah menangis.
Bastian melihat indah seperti itu hanya bisa merendam amarah nya agar tak membunuh wanita tua itu di hadapan indah.
"ibuk engk salah bi,ibuk nyelamatkan indah dari pria jahat itu,tolong jangan apa apain buk Jum.."mohon indah mendekati Bastian dengan tatapan sedih,dia engk mau buk Jum tiada karena ini,dia tau Bastian siapa membuat indah takut Bastian akan nekat.
Bastian memeluk indah.
"baiklah.."ucapan Bastian membuat indah mendongak keatas untuk memastikan apa yg ia dengar tak salah.
"Abi engk apa apain ibuk kan?.."
"Hem.."dehem Bastian sebagai jawaban sambil mengecup dahi indah.
mendengar itu indah kembali tersenyum lebar sambil melihat buk Jum juga tersenyum.
"julia?.."
__ADS_1