
sepanjang perjalanan indah hanya bisa menghela nafas pelan, lagi² iya harus terjebak di situasi seperti, yg dimana dia harus menuruti semua kemauan clista karena ini permintaan anak dlm kandungannya, sebagai calon ayah yg baik jelas tak mau nanti anaknya ileran gara gara tak menuruti semua permintaan clista, termasuk kini rifqi meminta indah dan bastian untuk ikut jalan² tpi hanya berempat aneh emng tpi ini nyata.
indah sebenarnya tak mau karena pastinya dia lagi² harus berdekatan dengan bastian, indah malah curiga clista hanya pura-pura bukan keinginan bayinya tpi hanya alasan dia saja karna tak punya bukti jadi dia hanya mengikuti saja.
"ayok.. kita masuk!.. " semangat clista bahkan seperti anak kecil padahal sebelum hamil clista ini sifatnya cuek bahkan cenderung sendiri tpi ini?.. membuat suaminya ketar-ketir sendiri melihat berbagai tingkah clista di luar perkiraan nya.
"jangan lari!.. sini.. pelan² saja.. " rifqi menggapai tangan clista agar tidak jauh², bastian dan indah yg berada di belakang hanya memerhatikan mereka, sesekali bastian membalas pesan di ponselnya yg indah sendiri engk tau siapa.
"iya!.. " nurut clista sambil menoleh kebelakang.
"harusnya kalian pegangan tangan juga, biar sama.." ujar clista.
"eh.. " indah sedikit kaget,.. "engk perlu aku engk akan hilang.. " blm sempet indah menyelesaikan ucapannya bastian sudah menggenggam erat tanganya membuat ia melotot ka arah bastian yg kini hanya tersenyum manis padanya.
"udah, jangan protes.. mana bisa kita protes klau yg bicara bumil satu ini.. "
clista tersenyum senang emng ini yg iya inginkan beda dengn indah di cemberut membuat bastian geli dlm hati.
"ay.. kita naik itu yuk.. " rifqi menoleh arah yg di tunjuk oleh clista yg ternyata bianglala.
"engk!.. kamu takut ketinggian, nanti kamu muntah.. " rifqi sangat tau klau clista takut tinggi membuat membantah ucapan clista, dan rifqi juga tau indah juga takut ketinggian.
glek..
indah yg di belakang sudah tegang karena takut, dlm fikirannya gimn klau jatuh?.. bisa nyusul kedua orng tua kandung nya klau gini.
"ay.. clista mau naik.. clista engk takut kok.. " rengek clista yg akhir² ini membuat rifqi sangat susah menolak apalagi saat melihat clista yg mau menangis membuat rifqi risau sendiri.
"lilis sangat berubah ya?.. apa mungkin klau indah hamil bakal sesusah ini?.. " bastian membatin dengn membayangkan klau indah mengandung anaknya, apa mungkin akan seperti clista yg dulunya cuek dingin, kini menjadi wanita yg manja pada suaminya?.. apa bisa indah seperti itu, membayangkan saja bastian tersenyum sendiri membuat indah yg berada di samping bastian jadi merinding dan bertanya² apa yg dipikirkan pria itu.
"tpi aku mau mereka juga naik!.. " pinta clista setelah mendapat izin dari rifqi tpi malah minta bastian dan indah ikut juga.
"sayang, kita berdua aja.. mungkin mereka hanya mau jalan² di sekitar sini saja.. " rifqi mencoba menolak halus karna pasti indah tak menyetujui nya.
__ADS_1
"bener bngt, kami berdua mau berdua juga. menikmati suasana malam yg indah ini, kalian naik aja..., ya kan sayang?.. " indah sedikit mencubit bastian agar merespon dirinya.
bastian meringis pelan, walaupun cubitan itu pelan tpi sakit juga seperti di gigit semut.
"iya kami di sini saja!.. kalian naiklah.. "ucap bastian walaupun begitu bastian mengisyaratkan pada clista lewat mata klau dia sangat ingin naik, bastian sengaja memanfaatkan situasi seperti ini, menjadi kan ketakutan indah sebagai pendekatan mereka.
"engk bisa!!.. pokoknya clista maunya mereka naik juga, ay.. engk sayang sama clista.. ay jahat.. hiks.. " meleleh sudah air mata si istri cantik rifqi, ekting clista emng engk nanggung² membuat rifqi dan indah merasa bersalah kalau bastian jangan di tanya di ingin tertawa sekeras² nya melihat kelakukan clista seumur² baru ia lihat.
"eh.. jangan nangis!.. aduh gimna ini.. " indah bingung apalgi rifqi.
"sayang² jangan nangis, banyk orng loh.. malu.. " bujuk rifqi menenangkan clista dengn cara memeluk nya.
"istri nya hamil ya mas?.. kali hamil jangan di tolak semua keinginan nya nanti anaknya ileran mas!.. susah nanti ngulangin.. klau lagi hamil bawaan sensitif mudah nangis, marah dan tak menentu.., jadi turuti aja mas permintaan istri mas ..kalau gitu saya permisi.. " ucapan seseorang wanita cukup umur itu membuat mereka terdiam.
"yaudah kami naik, dewi jangan nangis!.. nanti dedeknya juga nangis,.. " inda mencoba membujuk clista.
"kamu serius dah?.. " tanya rifqi serius pada indah.
"hm.. " dengn anggukan indah membalasnya.
"tak sia² aku hamil.. hihi. "
.
"astaghfirullah, yaallah... knp serem bngt.. " indah tak sama sekali melihat ke bawah saat bianglala sudah mulai bergerak memusing.
"ay.. ay.. "
"knp sayang?.. " tanya rifqi berkata lembut, dia sungguh sabar menghadapi clista yg berbagai tingkah di hadapan nya.
"mau peluk juga kyk mereka!.. "clista mendekat kearah rifqi dan langsung masuk ke dalam pelukannya.
Rifqi hanya bisa tersenyum kearah bastian seperti menikmati suasana seperti ini.rifqi dan bastian mengelus kepala wanitanya masing-masing dengn kasih sayang, karena tak ingin meninggalkan momen seperti ini bastian mengambil ponselnya lalu...
__ADS_1
ckrek.. ckrek.. ckrek..
beberapa foto ia ambil tampa di ketahuan oleh indah yg asik gelisah karena takut akan jatuh, sungguh tak beruntung klau sudah berhadapan dengn clista.
"sayang, kamu engk mau liat pemandangan di sini?.. " bastian bertanya pada indah yg seolah tak ingin keluar dari pelukannya, berbeda dengn clista dan rifqi yg berada di depannya seperti menikmati suasana seperti ini, dengn clista menyenderkan kepalanya ke dada rifqi, dan rifqi mengelus² kepala clista dengn pandang yg melihat indahnya malam dari atas ini, sungguh indah.
"engk!!.. " bahkan tak melirik atau menoleh.
"ini indah loh.. rugi klau tidak liat.. " bastian mencoba melepaskan pelukan erat indah yg seperti benar² menempel padanya.
"engk ya engk!!.. " indah sedikit ngegas pada bastian pertepatan tiba-tiba bianglala berhenti dengn lampu langsung mati, membuat indah menjerit takut bahkan clista yg tadi menikmati pandang luar kini juga mulai takut, sama seperti indah yg bersembunyi di pelukan suaminya.
"tenang².. " kedua suami itu mencoba menenangkan istri masing-masing agar tidak panik.
"tenang sayang, gkpp kok. ini cuman sebentar... "bastiane ngelus² punggung indah yg ketakutan.
" tapi gimn klau tidak hidup?.. trus kita bakal di sini trus?.. ja-.."
cup..
"sttt.. diam lah... engk akan terjadi apa² selagi aku ada bersama mu.. " bastian berbicara dengn lembut dengn mengecup bibir indah yg tadinya mendongak karena bertanya khwatir.
"hem.. jangan kmn².. di sini aja.. "indah tak mempermasalahkan tentang Kecupan tadi yg di fikiran nya hanya ada gimn dirinya bisa turun dengn slamat.
rifqi kesel melihat kelakuan mereka yg bisa²nya bermesraan di depannya, walaupun dia bersama clista tapi dia engk mungkin mencium clista secara terang²an seperti bastian yg seperti tak punya aurat malu.
cup..
" jangan iri ay.. engk baik!.. "
rifqi menegang bahkan ada serabut kemerahan di pipinya tpi tak terlihat akibat malam yg hanya di terangi bulan saja.
"aku tak iri, ngapain aku iri aku juga punya istri cantik bahkan udah mau jadi ayah.. " tegas rifqi agar tak terlihat betapa malu nya dia saat ini.
__ADS_1
"haha.. baiklah.. " tawa clista bahagia.
bastian hanya bisa tersenyum dan memikirkan dia juga sepertinya harus punya penerus buat dirinya, tpi masalah ini istrinya ini, mau atau tidak?..