
"jadi kalian orang tua mommy Julia?.."rahang Bastian mengeras, tatapan nya semakin tajam melihat suami istri yg sudah tua itu.
"maaf kan kami!..kami tak bermaksud menelantarkan anak pertama kami!.."Oma menangis minta maaf tpi Bastian hanya menatap dingin pada mereka tpi tersadar saat indah memegang tangannya.
Bastian melirik kearah indah,lalu dirinya menghela nafas agar emosi nya tak memuncak.
mereka sudah ada di ruang keluarga,dan duduk di sofa, Bastian tadi di kejutkan tiba² ada yg memanggil nama almarhumah mommy nya,dan ternyata itu adalah Oma dan opa Dimas.
Bastian mengira mereka salah sebut atau beda orang tpi saat mereka menunjukkan foto perempuan kecil, mungkin umur satu tahun yg benar-benar mirip pada Bastian.
karena kemiripan itulah yg membuat Oma dan opa reflek mengatakan Julia tadi.
"jadi?.."Bastian bertanya dengan nada yg sudah berubah tidak seperti pertama tadi.
"sebentarnya dulu saya seorang pebisnis yg sukses,tpi karena keirian sesama bisnis mereka rela ingin melenyapkan keluar Anggara...pada saat itu...."
flashback
"bik..tolong bawa anak saya!,nanti kalau sudah aman saya akan menjemput nya.."ujar tuan Anggara.
dor... suara tembakan terdengar di luar sana.
"tpi..."baby sister itu ragu,dengan menggendong anak kecil yg cantik.
"cepat!!..."
baby sister itu terpaksa keluar lewat pintu belakang,karena pintu depan di penuhi orang bertarung.
__ADS_1
"dad.. Daddy!...huaaa.."Julia kecil menangis,di pelukan baby sister itu.
tuan Anggara yg sudah tak melihat anaknya langsung membalikan badan dan tak terasa air matanya menetes begitu saja,tpi dengan cepat iya hapus dan langsung menuju kamar dengan tergesa-gesa.
"mom..,ayok kita pergi dari sini!.."tuan Anggara menggendong nyonya Anggara yg sudah terluka cukup parah.
"Julia dad?.."tanya dengan menahan sakit.
"dia aman dengan baby sister nya,nanti kalau sudah aman baru kita cari.."ucap nya yg di anggukin istrinya.
mereka keluar dari kamar tpi terlambat anak buah mereka berhasil di lumpuhkan kini mereka terkepung.
"hahah...kau akan mati,.."ucap salah satu dari mereka.
"cih.."decih tuan Anggara menurunkan istrinya,di sudut.
tuan Anggara berhasil melumpuhkan mereka tpi ada satu pria yg diam² ingin membunuh istrinya hal itu membuat tuan Anggara marah langsung mengambil pisau bekas pria yg sudah mati itu dan.
srettt...
pisau langsung tertancap di jantungnya.
"aaakhhh.."teriak terakhir pria itu menggema di seluruh rumah dan akhirnya mati.
"dad.."raut ketakutan jelas di nyonya Anggara.
"tenang,ayok kita pergi dari sini.."tuan Anggara langsung menggendong istrinya, walaupun dia sudah terluka cukup parah tpi dia harus bisa pergi dari sini sebelum pria² bertopeng dan berpakaian hitam itu datang dan benar-benar membunuh mereka.
__ADS_1
off
"setelah itu kami engk tau gima kabar anak pertama kami..."raut kesedihan terpancar di kedua suami istri itu.
mereka yg mendengar itu semuanya sedih apa lagi Hana yg tak tau cerita sesungguhnya,yg iya tau dia mempunyai kk perempuan yg hilang, hanya itu saja.
"hiks..sedih banget!.."indah bahkan sudah menangis duluan,entah knp dia sangat sedih mendengar cerita mereka, mungkin Bastian yg mendengar itu akan menangis tpi saat melihat suaminya yg tak menunjukkan raut apapun selain datar.
Hana menangis di pelukan farel karena dia tak menyangka jalan ceritanya sesedih ini.
"tolong Dimana Julia, mommy mu?.."Oma tertanya dengan memohon,dia sangat kangen pada putri pertamanya.
"maaf!!.."hanya itu yg keluar dari mulut Bastian.
"kk ini knp?..Oma dan opa hanya ingin bertemu dengan Tante Julia..knp pelit sekali.."emosional citia dia sedih juga,membuat nya langsung emosional.
"citia!.."teguh farel membuatnya langsung diam dengan tatapan marah.
hah...
indah menghela nafas, sepertinya dia yg akan cerita,tpi saat ingin bercerita Bastian lebih dulu angkat bicara.
"mommy sudah tiada beberapa tahun lalu.."
degh...
bagaikan di tusuk seribu jarum di hati opa dan Oma.
__ADS_1
"me.. meninggal?.."Oma menatap dengan tak percaya,dan pandangan yg tadi jelas dan kini kabur dan gelap.